Tentang diri

Foto Saya
Ibnu Sobri
Kedah, Malaysia
Ku pengembara. Terokai madah dalam diam mulut berbicara. Menyelongkar rahsia dengan lemah deriaku. Menyelami hati seorang perindu. Sunyi di kala ada, girang di waktu sepi. Pantas mataku memerhati maka hatiku menyaksi, kelibat peristiwa dan rentetannya. Maka jelajah ini pasti tak sudah, sampai pasti di depanku titik noktahnya. Dan ketika itu langkah dipersoal dan gerun hati andai tak terjawab segala persoalan....
Lihat profil lengkap saya

Blog

Memaparkan catatan dengan label Islam. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Islam. Papar semua catatan

22 Julai 2012

Ketemu dikau...

0 comments
Suasana bisa berkata bila surut angin itu pergi membawa jauh detik bersamanya... Aku yang menunggu di sini terus kaku berharap, yang tiba engkau bisa menjenguk... Maka pada masa berlalu, dalam payah, telah berkunjung ku hadir menjemputmu dengan lara hati yang hiba. Dan mulai kenal dikau pada dua musim berbeza. Lalu diri kini sedar yang waktu bisa menipu, kerna hadir engkau hanya kerna tujuan yang satu: supaya dapat basah kembali hati bersama air mata; agar tunduk diri menyeru pengharapan hatta penerimaan; demi membaja cinta pada kekasih yang dirindu. ~ Maka bermegah saat ini tak akan cuba aku lepaskan...
Read more

06 Disember 2011

kata2.

0 comments

ajar daku yang kata2 permainan jiwa. terkadang layu pada selok lembut ia menyapa. pada detik berbeda, dapat lurus suatu yang bengkok, hal-nya semata kerna kata. jadi ke-mana harus budi ini tadahan ia pada maksud yang sebenar, maka telah daku pasrah ia agar selalu diri terpimpin. namun, ternyata kekadang sukar nyata pimpin akan diri pada laluan sepatutnya. terkadang kurang daya, maka lemah kaku diri pada suatu sudut. maka hilang punca buat diri menadah, maka hangus diri pada hangat hati membara. ooo... ku mengimpi akan kata yang sejuk hati pabila deria bersuara. suatu janji. bahwa yang akan berlaku maka jelas masa akan peristiwa-nya. pada kalam yang bernyawa pada hati2 yang tadah mereka harapan... bahwa ternyata faham ia akan jiwa yang telah sinari dengan kebenaran. namun, itu hanya seketika. maka menunggu daku tiba kembali jajahan yang agung tadbir sebagaimana rentetan yang lalu. bahwa dengan-nya, maka bermegah kata2 dengan kalam yang kembali jadi ia peta buat mengisi haluan yang mengisi...


***
Read more

21 November 2011

bagaimana.


perjalanan masa tidak pernah mengajak ku-lupa akan detik waktu masa yang masih ku murung akan bagaimana kapan ia berlaku. kenapa??? belum mengunjungi daku akan faham maksud terjemahan kasih, yang rantaian-nya menusuk kalbu... apakah benar ia emosi semata. ooo... apakah makna sebenar takkan dapat ku hayati pada penghayatan sebenarnya. dimana lagi harus ku harung agar jelas tersingkap pemahaman akan bagaimana dikau dapat lakukan semua-nya. yang hati itu terpaut pada sinar cahaya dikau berbicara akan kasih-Nya yang abadi. kemana lagi harus diri mengembara, dan menunggu dengan pasti. sebelum terungkai bicara bahwa itu sentosa hati yang damai dalam mengingati-Nya... dan apakah lembut hati dapat mambasahi hati lain yang menghampiri??? senantiasa akan cuba ku mencari erti...
Read more

15 Oktober 2011

Sesekali terasa diri sirna.

0 comments
pabila basahan kitab suci itu bukan lagi dalam dakapan.
maka berhayun diri pada suatu hakikat yang mengerti
tidak akan makna alam yang memayungi. terdetik
sesekali, agar harum bau itu dapat kucita kembali.
bersama-nya mampir kembali jernihan hikmah dan
dalam pengertian pada erti yang tulus. ooo...mengapa
diri kini terasa kejauhan, pada keenakan yang
melupakan. bukankah, kelak masa memanggil pada
waktu yg tidak diri ketahuan. hatta masa telah tiada
untuk diri berubah....

ooo....damba-ku pada waktu bersama. pada ketika
diri sedar dan basah lidah ini mengingati. telah
keraskah hati-ku??? mengapa tiada lagi rasa! dan
fikiran kosong dari pemahaman yang bisa buat
bangkit diri pada kelalaian!!! dan gerun daku pada
kehinaan!!!

menagih daku mengharap yang masa itu masih ada
buat diri kembali. dan keruh perjalanan beransur pergi,
lalu datang sinaran buat suluh kembara berbaki....
Read more

25 Julai 2010

Media dan Kebencian

0 comments
kerna tak patut yang dibesarkan,
sergah pada yang membesar.
dan kerna kenang yang tua
kenal tanpa sempadan.
kalau hanya cuma kerna
madah yang bicara sukar paham ia
yang muda.
maka keberatan untuk diterima
tapi tak bisa pendirian itu berganjak.
kerna kebencian itu bakar diri
dalam sedar sesak nafas udara tipis
dihirup.
masakan.
kasih sayang satu nikmat.
tanpanya hilang kebahagian
dan diri umpama mayat hidup yang bernyawa.
jadi masakan.
cuma kekadang,
bisik serong syaitan yang berwajah insan,
menyebab sukar pandang kita pada
kebenaran.
tapi tak lupa kerna serong bisikan itu juga
sejak berzaman
maka insan lawan sesama.
tiada lagi kedamaian.
salah sesama.
bak katak yang bertalun madah
sampai akhir sengketa,
tak sapa mahu mengalah.
jadi masakan.
tak pernah,
tapi diri cuma ingin mengingatkan.
yang alpa diri
kekadang lupa yang pandangan itu
sendiri sedang membesar
pada dunia yang kenal tiada jiwa.
Bukan kerna Yang Maha Agung,
tapi salah insan dirinya
yang sukar mengubah kepada haluan
ditetapkan.
tampak zalim dunia pada indera
bukan salah ia pa Pencipta
malah insan yang jahat,
kenal sudah tidak diri malah
telah hanyut pada kesesatan
yang gulita.

***

kerna ini atas dunia,
diberitakan kita,
yang pilih antara dua hanya.
baik atau jahat.
maka seharusnya tiap
yang wujud pada pentas
dunia maka hendaknya
terletak ia pada dua
kehendak ini.
tidak salah kira bebas media
pada seharusnya.
kerna tahu kita kebebasan
mutlak hanya pada letak ia
hukum Tuhan yang ternyata
dalam kalam.
dan pabila tipu insan guna ia
jentera media untuk
membawa bencana,
jadi maka seharusnya
kebebasan tidak harus disalah tafsir.
meski insan itulah yang alpa.
memberi alasan pada kebebesan
maka kejahatan dilakukan
tanpa kenal perasaan.
tapi tahu kita,
tanggung kita wujud satu
usaha mendamai dan mengajar.
maka pentas ini takkan berakhir.

***

kerna diberitakan
"jangan lawan"
seawal usia kenang ku yang perkara
ini tak pernah diambil rasa.
kerna pedih terasa hanya jika insan sanggup
tipu sesama. dan zalim pada dirinya sendiri
dalam melakukan kejahatan.
sedar tidak
yang zalim itu kelak balasnya perit.
yang pedih ini hanya terasa
pada sekelompok dan segolongan
berkomplot pada satu madah
yang ternyata salah.
maka alasan bekal mereka
kukuh pada apa yang mereka
perlakukan.
tapi sedar tidak guna hanya alasan
itu tipis diri untuk selindung
dari panasnya bayu sauna neraka.


***
Read more

16 Oktober 2009

Kerinduan Yang Tak Habis Habis

0 comments
















maka ini kata yang lama,
aku semadikan,
walau rasanya,
takkan tersampai jejak kaki,
hingga akhir usia.
pada mulia debuan
pasiran
yang padanya,
saujana mata memandang,
sayup rendangan,
pohonan zaitun.
bak sebuah taman
yang luasnya
tak terbayang.

kerna yang depan itu,
bukan aku pemiliknya,
maka kata ini,
tuju ia khas buat,
yang bakal datang.
satu generasi.
satu misi.
kenal sesama kerna
hati yang menyatukan.
dikala itu jua
pertolongan datang tak
bersempadan.
ya, harapan hanya pada yang satu.

harap ini noktah
yang takkan berakhir.
ya, kekuatan tidak datang diri.
malah enggan menyatu
pada yang sesat,
kirannya abadi yang dinanti.
malah darah mata berair.
takkan bisa mengganti
gerimis senja yang sendu.
dan kita semua
bakal menyaksikan.
walau hadir bukan
lagi pada masanya
berlaku.

Itu suatu yang pasti...













p/s: semoga terus merindu. moga harap capai usia untuk bertemu.
Read more

09 Ogos 2009

Takkan Ku Biar Kau Pergi Kali Ini

0 comments














Kerna telah mencari aku akan dikau,
Dan hadir kau dalam kesunyian gelap malam,
tapi kerna damai air mata yang menangisi,
masakan kubenar kau pergi.
Kerna kerinduan semalam tak dapat menjelaskan,
segala isi yang tersurat di dalam hati.
Jadi diri. Saksikan. Yang aku akan mendapatkan kau kali ini.
Read more

03 Februari 2009

PEACE

0 comments











whomsoever who hear
peace to you we greet
that we found nothing delusive
inside you whom might not know
a message of guarantee:
"truth hath come and
falsehood hath vanished away.
Lo! falsehood is ever bound to vanish" (Quran 17:81)

Share we with you
this sustain
and ever perish matter
a word of greatness
that you might find yourself
the journey of worry not,
the path of security,
the route that safe you
both the two worlds
which one perceive by eye
and one which is not.
Glory to whom might hold
eternity of this word.
Never despair
nor will you become hopeless
since all vouch by God.

...
Read more