Suasana bisa berkata bila surut angin itu pergi membawa jauh detik bersamanya... Aku yang menunggu di sini terus kaku berharap, yang tiba engkau bisa menjenguk... Maka pada masa berlalu, dalam payah, telah berkunjung ku hadir menjemputmu dengan lara hati yang hiba. Dan mulai kenal dikau pada dua musim berbeza. Lalu diri kini sedar yang waktu bisa menipu, kerna hadir engkau hanya kerna tujuan yang satu: supaya dapat basah kembali hati bersama air mata; agar tunduk diri menyeru pengharapan hatta penerimaan; demi membaja cinta pada kekasih yang dirindu. ~ Maka bermegah saat ini tak akan cuba aku lepaskan...
Read more
Tentang diri
- Ibnu Sobri
- Kedah, Malaysia
- Ku pengembara. Terokai madah dalam diam mulut berbicara. Menyelongkar rahsia dengan lemah deriaku. Menyelami hati seorang perindu. Sunyi di kala ada, girang di waktu sepi. Pantas mataku memerhati maka hatiku menyaksi, kelibat peristiwa dan rentetannya. Maka jelajah ini pasti tak sudah, sampai pasti di depanku titik noktahnya. Dan ketika itu langkah dipersoal dan gerun hati andai tak terjawab segala persoalan....
Blog
Memaparkan catatan dengan label Sastera. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Sastera. Papar semua catatan
22 Julai 2012
01 Februari 2012
Persoalan2?
Posted by Ibnu Sobri at 1:02 PG 0 comments
hirup ku bernafas, maka usai segala persoalan tak bisa henti ia belenggu dalam minda. bermain asyik umpama hujan rintik yang turun mengusap helaian dedaunan, halus namun bisa buat diri ampuh... maka benar hidup itu suatu tanda tanya???: pada asbab menuntut yang hak; pada bakti yang disirami mandian kasih, pada akal yang cuba menafsiri logika maya. maka pabila bersaksi seluruh buana ini bagai bermain pada hayunan kewarasan, akal terhanjak dan maka luluh diri bersuara bagai kering sudah keringat. maka yang mampir segera hanya buat telan dengan kefahaman. dan aku kini bingung... apa bisa samudera ilmu yang hanya titis lautan itu harus karam insan pada lemas himpitannya???
***
31 Januari 2012
Pujangga.
Posted by Ibnu Sobri at 11:36 PTG 0 comments
Ku perhalusi titian yang menghubung dua ikatan. Cemuh untuk mencuba akan hadir yang bersemayam. Maka pada tinta luhur batinnya tak kelihatan bibit2 suram. Dan pada pemergian, sekian kali ku hulur tangan. Namun pergi tak menyambut maka jarak sekian kalinya memisahkan ikatan. Maka malam sekali lagi jadi saksi buat damai itu jatuh dalam jiwa. Akan terasa semula dada kembali penuh dan sebak mula nyata pada mata yang menyepi. Dan kiranya waktu datang, maka tiup2 angin malam bakal menyampai sahutan. Bahwa pergi daku bawa tenat rasa pada khabaran yang tak henti aku cherita !!!
***
17 Januari 2012
Puisi cinta siapa?.
Posted by Ibnu Sobri at 11:23 PTG 0 commentsAku mendengar, lalu melihat aku ke suatu sudut, pada bibit2 yang teratur indah. Maka terkapai akal ini berterbangan tinggi laju merentas awanan syahdu. Maka dimana tangisan kuyup itu aku pikul pada luahan yg cukup menyentap hati ini yang mengeluh. Bahwa janji yang Kau sampaikan itu benar. Dan lurus perhitungan itu tak pernah ku sangsi akan benar bicaranya. Maka aku kini rentasi dimensi yang bisa buat akal bergerak, gemersik melewati tandus umur yang kusat pada amal2 yang bernyawa. Bahwa tepat nilaian pada khabaran pasti, bisa buat diri hanyut. Lemah pada kejaran yang tak pernah habis diri ini sempurnakan. Yang akan terus selalu diri ini rindu akan tatapannya; pada jiwa yang mulai tersentuh. Dan yang aku masih cuba menafsiri makna kasih itu, yang sering jiwa ini lalai pada pemahamannya. Bahwa kata2-Mu itu sungguh lekat ia pada diri yang sendu. Yang kelibat aku ini masih tiada dapat hadir ia tanpa dikelilingi noda. Maka penyaksian cinta itu kusambut, harus megah ia pada amal yang melewati taman2 sentosa. Namun, mengheret daku pada persimpangan... jadi kemana??? itulah yang sepatutnya?.
Read more
08 Januari 2012
Rindu milik siapa?.
Posted by Ibnu Sobri at 11:55 PTG"aku rindu kamu !!!"
dimana harus letak garapan ini andai pesona, hadir ia engkau gusari pada tulus makna-nya. dan bait2 yang berlagu umpama tiada ia bermain di tepian selindung hati yang kelabu. dan erti mula kabur ia dek perhitungan lampau, yang enggan dimengerti. malah aku dan kamu tidak wujud bersama pada usang kenangan yang lalu. Maka bermula kisah, hampir aku maka dikau jauhi... dan usaha ini bagai disalah erti. Tapi enggan andaian ia jika benar tiada buktinya. Maka layu aku, mulai bingung pada kelakuan2.... adakah patut laju sedang segera aku cuba turuti haluan aku sendiri???
***
26 Disember 2011
buntu idea.
Posted by Ibnu Sobri at 2:21 PG 0 commentspada redup awanan, maka tadah air itu bagai butiran mutiara yang jatuh menusuk perut bumi. maka hidup subur kembali segala yang bertasbih tiada henti. dan indahnya pada kehijauan yang bermain di depan mata, cukup buat diri segar dalam lalai dari kacau fikiran. maka berterusan aku dikucup bayu yang entah kemana dingin itu tiba buat bangkit kembali jiwa. oh! mesra sebegini seakan membuat diri lupa pada takdiran yang aturan ini begitu sempurna. buat tayangan lemah insan dalam cakerawala... buat bingit semua itu dalam tadahan doa! semoga berita gembira itu khabaran-nya pasti. yang pergi menimpa, maka kita semua bakal semua berjumpa. bertemu pada paksi yang janji, itu benar pada lukisan alam yang telah menyerah segalanya... maka makalah ini luasnya buat diri rasa megah dalam selimut hamba. yang aku ini telah bersaksi, maka aturan itu cuba ku fahami dari sudut jiwa dan hati yang berasa gundah. bahwa sekian akan ketemu harap dan takut yang menyerpa...
Read more
20 Disember 2011
Fikiranku lenguh...
Posted by Ibnu Sobri at 1:00 PG 0 commentsandai benar, maka telah ketemu aku dgn suatu kata yg benar telah daku saksi akan kapan ia berlaku. maka masa telah bukti akan ketetapan2 yg pasti tak pernah menipu.
Oh! pada diri ini yg hina. melihat suatu mesti tidak dapat garap habis semua makna. pada ketika, maka sembunyi diri pada kekok jiwa yg tak dapat lagi rasa. apa itu sedih; mana itu suka; bagaimana rasa pedih... ooo ... terkenang daku pada suatu masa maka ku berharap agar terima suatu noktah yg dapat diri bersuka. tapi pabila semua telah pergi dan menuntun suatu yg baru .... maka ku tersedar yg rasa itu telah himpit pergi bersamanya hangat perasaan yg lalu. kini dingin daku tak mengerti, kemana harus bawa suatu janji maka jika benar diri ini tulus akan maksud akhirnya ... tapi tidak minta agar cepat masa berlalu. dan tak pinta harap itu melangit kerna kelak bisa sahaja diri bergundah kerananya. justeru, berdiam daku dari kata buat sekian masa. buat diri tabir kembali apa yg hendak diri kecapi pada nilaian yg ketika dahulu genggam tangan ini, tak pernah ingin melepaskan.
Oh! pada diri ini yg hina. melihat suatu mesti tidak dapat garap habis semua makna. pada ketika, maka sembunyi diri pada kekok jiwa yg tak dapat lagi rasa. apa itu sedih; mana itu suka; bagaimana rasa pedih... ooo ... terkenang daku pada suatu masa maka ku berharap agar terima suatu noktah yg dapat diri bersuka. tapi pabila semua telah pergi dan menuntun suatu yg baru .... maka ku tersedar yg rasa itu telah himpit pergi bersamanya hangat perasaan yg lalu. kini dingin daku tak mengerti, kemana harus bawa suatu janji maka jika benar diri ini tulus akan maksud akhirnya ... tapi tidak minta agar cepat masa berlalu. dan tak pinta harap itu melangit kerna kelak bisa sahaja diri bergundah kerananya. justeru, berdiam daku dari kata buat sekian masa. buat diri tabir kembali apa yg hendak diri kecapi pada nilaian yg ketika dahulu genggam tangan ini, tak pernah ingin melepaskan.
posted from Bloggeroid
06 Disember 2011
kata2.
Posted by Ibnu Sobri at 11:30 PTG 0 commentsajar daku yang kata2 permainan jiwa. terkadang layu pada selok lembut ia menyapa. pada detik berbeda, dapat lurus suatu yang bengkok, hal-nya semata kerna kata. jadi ke-mana harus budi ini tadahan ia pada maksud yang sebenar, maka telah daku pasrah ia agar selalu diri terpimpin. namun, ternyata kekadang sukar nyata pimpin akan diri pada laluan sepatutnya. terkadang kurang daya, maka lemah kaku diri pada suatu sudut. maka hilang punca buat diri menadah, maka hangus diri pada hangat hati membara. ooo... ku mengimpi akan kata yang sejuk hati pabila deria bersuara. suatu janji. bahwa yang akan berlaku maka jelas masa akan peristiwa-nya. pada kalam yang bernyawa pada hati2 yang tadah mereka harapan... bahwa ternyata faham ia akan jiwa yang telah sinari dengan kebenaran. namun, itu hanya seketika. maka menunggu daku tiba kembali jajahan yang agung tadbir sebagaimana rentetan yang lalu. bahwa dengan-nya, maka bermegah kata2 dengan kalam yang kembali jadi ia peta buat mengisi haluan yang mengisi...
***
04 Disember 2011
kekadang ku keliru.
Posted by Ibnu Sobri at 12:00 PG... maka detik menyatakan yang aku masih keliru pada tanggapan jiwa yang masih longlai dek peristiwa semalam. tatkala aku bermain di hujung jendela masa, maka damai aku hendak melepaskan dikau pergi sesekali membuat jiwa gelisah seketika. masih enggan daku menerima apa yg pernah terjadi hatta kerna kurang pemahaman. maka! apakah sedia daku masih tidak untuk memulakan suatu yang baru, tidak dapat diri bersuara. namun ku mengerti bahwa andai terus masa pergi berlalu, semuanya akan kembali seperti sedia-kala. tapi entah bila maka nyata akan waktu itu bakal berlaku, maka tidak diri ketahuan... ooo rantaian kehidupan itu sanggup saja buat diri kekok dengan erti2 yang mewarnai. dan kecundang daku pada emosi yang menguasai.... maka kini ku mengumpul kekuatan. agar dapat timbul kembali rasa yang dapat aku gantung harap buat insan. bahawa untuk gapai makna selamat dan genggam rumpun percaya itu malah payah tapi bukan mudah diri cuba laksanakan... maka kembara mengajar yang patuh itu hanya pada Yang Satu. namun selagi hidup maka harus tempuh daku insan buat sekian masa. maka pengalaman akan menjadi siraman daku dalam mendalami rahsia jiwa!
...
10 November 2011
memori
Posted by Ibnu Sobri at 7:36 PG 0 commentsmengerti daku akan peristiwa tak akan kembali sebagaimana
berlaku ia akan kali pertama. dan kenangan itu pasti terus
segar dalam ingatan bagai ia kelmarin dalam pandangan.
ooo, andai indah saat itu, ingin aku kembali buat kali kedua.
mengatakan apa yang perlu. kerna rindu ini kini buat yang
tiada. mengapa???
tiada cerita, maka ingin kusampai-kan segala yang masih
basah dalam jiwa. bahwa, aku kini sepi akan senyum tawa
yang menghias diri. pada lembap udara yang sesekali
nyaman ia buat bangun diri terjaga. ooo, pada rimbunan
hijau yang menyejuk mata. pada tititk2 air yang jatuh dari
langit, menyampaikan apa terbuku dalam jiwa...
sesekali kenangan itu mencuit hati. sedar akan kelibat yang
tidak akan dapat kurasa semula semua yang bermain dalam
minda. bahwa memori tersemat ia pada perasaan yang dingin.
bahwa padanya terdapat cerita suka dan duka. bahwa aku
dahulu dan kini masih tidak dapat lupa... akan perkara yang
terjadi; akan muka2 ceria yang buat diri ketawa; akan
seseorang yang akan daku ingat buat sekian masa. bahwa
untuk terus mencari, maka telah daku hilang akan dikau
buat selamanya....
***
02 November 2011
Mencari.
Posted by Ibnu Sobri at 10:53 PTG 0 commentsMencari makna dalam erti. maka terkulai-kulai aku
dalam meniti maksud bagaimana alam berbicara. maka,
kenal pasti aku akan sempadan ini takkan dapat ku
dekati. dan faham aku yang berbeda kita pada alam
menyeluruh. kerana pabila di-suara, maka berbalas
sahutan bukan pada resmi yang dinanti... ooo, pabila
sukar diri merasakan apa yang terjadi. maka sedar
diri masih kurang pengetahuan pada makna kehidupan
sejati. ooo... mengapa alam begitu misteri, sehingga
terpersona aku dibuai dengan mimpi-nya sesekali...
***
28 Oktober 2011
Jawaban.
Posted by Ibnu Sobri at 9:50 PTG 0 comments
... rasa ini kekadang memujuk agar hati hidup kembali.
terima segala kekecewaan yang menimpa.
tapi harus kukata-kan yang masih timbul keresahan
dalam jiwa, yang diri belum bersedia hendak-nya.
walau suara itu berkata telah tiba waktu masa-nya, buat
perkenalan itu lebih dekat. tetapi kekecelaruan ini
terkadang bisa saja buat diri gila hatta masih belum
bersedia. justeru, berapa lama harus menunggu ku
tiada jawaban-nya. kerna selagi menanti maka rindu
ini takkan terubat. dan percaya ku pada ketetapan
itu maka tetap suluh harap aku pada-Nya. kerna dari
kasih ini andai bercambah ia maka, kegusaran itu pasti
pergi. dan akan ketahui aku yang rasa ini adalah perasaan
yang pasti!!!
===
27 Oktober 2011
Dalam yang dalam...
Posted by Ibnu Sobri at 12:06 PG 0 comments
sesekali terasa ekpressi bukan jiwa watak yang waras.
andai hati dan jiwa dikuasai oleh emosi dengan megah.
dan turut diri pada hujung jurang yang dalam...
kemanakah??? harusnya dilepas segala perasaan.
andai ku nanti, maka jawapan telah lama ku sengsara
mencarinya. ketemu tidak malah butuh aku pada
kemarau hati yang berpanjangan. dari-manakah???:
" NOMAD
Salah siapa?
Bila dengar jadi tuli,
Lihat jadi buta,
Diam jadi bising,
Suka jadi dendam.
Salah engkau atau salah dia?
Lalu kemarau hati ini terus kontang,
Tanpa kedinginan air penjelasan,
Yang bisa merubah merah marah.
Segala sindiran serong,
Jelingan jelik,
Dusta durjana,
Bisa aku patah dan pendam,
Selagi tembok kesabaran belum luluh lebur,
Akibat panas hati yang terbakar.
Tapi saat itu pasti tiba,
Tika bara hati meledak,
Melemparkan segala kegusaran,
Melepaskan segala kesedihan,
Kerana aku masih di sini.
Ramadhan 1426 "
***
andai hati dan jiwa dikuasai oleh emosi dengan megah.
dan turut diri pada hujung jurang yang dalam...
kemanakah??? harusnya dilepas segala perasaan.
andai ku nanti, maka jawapan telah lama ku sengsara
mencarinya. ketemu tidak malah butuh aku pada
kemarau hati yang berpanjangan. dari-manakah???:
" NOMAD
Salah siapa?
Bila dengar jadi tuli,
Lihat jadi buta,
Diam jadi bising,
Suka jadi dendam.
Salah engkau atau salah dia?
Lalu kemarau hati ini terus kontang,
Tanpa kedinginan air penjelasan,
Yang bisa merubah merah marah.
Segala sindiran serong,
Jelingan jelik,
Dusta durjana,
Bisa aku patah dan pendam,
Selagi tembok kesabaran belum luluh lebur,
Akibat panas hati yang terbakar.
Tapi saat itu pasti tiba,
Tika bara hati meledak,
Melemparkan segala kegusaran,
Melepaskan segala kesedihan,
Kerana aku masih di sini.
Ramadhan 1426 "
***
26 Oktober 2011
Sesekali enak pabila bercerita...
Posted by Ibnu Sobri at 3:45 PG 0 comments
bicara itu memang gamip bila tahu isi cerita,
tambah mesra pabila buah akal bergema pada
tambah tajam ilmu yang dicita. ooo... sesekali
merasai-nya buat kali kedua. supaya mekar dibawah
pohonan rimbun, yang dunia bersaksi aku jua
sempat ber-suka. dan bahwa pandangan melebar
hatta bicara pasti berbuah lagi fahaman mendalam
pada maksud kata yang bersuara:
"ooo... pada dunia yang dalam keadaan saksama,
andai runtuh, maka itu atas jiwa manusia. pada
sudut yang sukar aku melihat, maka saksiku akan
kejadian bukan pada keseluruhan-nya... "
+++
21 Oktober 2011
Rindu !!!
Posted by Ibnu Sobri at 9:24 PG 0 comments
mana beza kata dari benar rasa yang timbul dalam dada.
andaikata pergi datang kembali tidak sudah, tapi hanya
mimpi... ooo, derita yang datang dan pergi. pada sempadan,
kerutan itu gagal aku hayati... ooo rindu akan waktu
itu bisa semula buat kacau dalam jiwa. apakah berlalu,
dapat ku ulangi kembali perkara yang sama... kapan daku
bermula sebagaimana kali pertama???
17 September 2011
Kembara Kehidupan
Posted by Ibnu Sobri at 9:13 PG 0 commentsketika kesesatan diri perihal hati yang gersang. maka pada hujung perjalanan, dilihat sendiri yang sampai ku pada destinasi itu suatu yang belum ketahuan. maka, pada luluh kaki yang jerih perih ini sudah membuat diri berada dalam kepayahan. terasa seakan mengalah itu sudah tidak dapat lagi diri mengelak. ooo0...sepi hati pada kembara yang tak pernah habis. sunyi berteman panas angin yang sesekali menyambut badan yang berat kini terasa. dan dahaga ini sudah tak lagi tertahan!!!
***
sesekali hujan membasahi, maka rumput mula menghijau dengan sapa yang gembira. dan kedingin hirup udara ini menyegarkan pemikiran!!! maka tiada lagi teriakan, dan gairah diri bermula dengan langkahan yang panjang. dan mula kedengaran pekik dari kejauhan, suara2 yang bermanja di dada. maka tersedar akan asbab kehadiran di dunia. yang pasti berimbun, itu kelak akan habis jua akhirnya. maka dalam kekalutan ribut, pasti tidak hilang tuju kerana nanti penghujung laluan kita pada denai yang sama
***
18 April 2011
Jalan kebelakang ku renung tak sudah
Posted by Ibnu Sobri at 10:03 PTG 0 commentspada dapat sunyi aku dalam himpitan malam. maka
terang rembulan yang menerangi, sedikit berbuah
rasa yang hinggap aku pada leka waktu ini. tanda berada
aku pada sempadan khayalan! lemas aku cuba membebas
akan diri dari rantaiannya. dan pada ketika fokus ini
tuju aku pada coretan pensil. berdesel ia pada helaian
putih kertas yang madahnya belum tahu aku akan
apa gunanya. maka sesekali melayang fikiran entah
ke ceruk mana. sekejap di sini, kemudian pergi berlalu
pergi sahaja. kelibat diri ini kekadang membuatku
bingung sendirian. kerna mungkin jelajah ia pada
rumpun yang lalu, maka masih basah tapak kaki ini
dengan dingin embun pengalaman yang tak sudah.
maka senyum aku dalam debaran hati yang runcing
sekali perasaan. maka dimana lagi tuju aku, terlihat
tidak lagi kelibat yang pernah ku gapai impian untuk
mencapainya. mungkin, kerana lingkup ruang tidak
lagi dapat menerima. dan masa yang berlalu semestinya
berganti tidak. maka rentetan2 yang tinggal kebelakang,
menjadi saksi yang harung ini buahnya tak bisa ku kutip.
kerna ranum itu tak bisa dimengerti akan indera apa
rasanya. oh, kunci mati maka hati itu sudah jauh
tenggelam. andai kata pergi ke segenap penjuru maka
hilanglah punca dari mana ia pernah datang. ber-
selindung pada mukah yang tak semertinya bisa padam.
oh, nilaiannya itu belum pernah kucuba mengkoreksi,
maka terlihat titip itu yang aku ini sakitnya dari dalam.
oh...pergi diri pada cerun yang malap, tidak kunyatakan
yang semua ini pernah cuba untuk ku halang...
Read more
terang rembulan yang menerangi, sedikit berbuah
rasa yang hinggap aku pada leka waktu ini. tanda berada
aku pada sempadan khayalan! lemas aku cuba membebas
akan diri dari rantaiannya. dan pada ketika fokus ini
tuju aku pada coretan pensil. berdesel ia pada helaian
putih kertas yang madahnya belum tahu aku akan
apa gunanya. maka sesekali melayang fikiran entah
ke ceruk mana. sekejap di sini, kemudian pergi berlalu
pergi sahaja. kelibat diri ini kekadang membuatku
bingung sendirian. kerna mungkin jelajah ia pada
rumpun yang lalu, maka masih basah tapak kaki ini
dengan dingin embun pengalaman yang tak sudah.
maka senyum aku dalam debaran hati yang runcing
sekali perasaan. maka dimana lagi tuju aku, terlihat
tidak lagi kelibat yang pernah ku gapai impian untuk
mencapainya. mungkin, kerana lingkup ruang tidak
lagi dapat menerima. dan masa yang berlalu semestinya
berganti tidak. maka rentetan2 yang tinggal kebelakang,
menjadi saksi yang harung ini buahnya tak bisa ku kutip.
kerna ranum itu tak bisa dimengerti akan indera apa
rasanya. oh, kunci mati maka hati itu sudah jauh
tenggelam. andai kata pergi ke segenap penjuru maka
hilanglah punca dari mana ia pernah datang. ber-
selindung pada mukah yang tak semertinya bisa padam.
oh, nilaiannya itu belum pernah kucuba mengkoreksi,
maka terlihat titip itu yang aku ini sakitnya dari dalam.
oh...pergi diri pada cerun yang malap, tidak kunyatakan
yang semua ini pernah cuba untuk ku halang...
25 Oktober 2010
Merentas masa.
Posted by Ibnu Sobri at 4:02 PTG 0 comments
oh, pada sepi sendirian menanti tak sudah.
ku dapati yang usia bertambah tanpa isi
ia akan ketinggian himmah. dan susun tadbir
aku pada rasa yang sayup ia dalam jiwa. oh,
andai hadir rembulan itu bisa bawa penawar
kembali basah akan kering derita kasih yang
aku alami. maka menanti tidak akan terus
aku tegak berdiri hingga dapat kusaksikan ayu
serinya. oh, pada masa berlalu itu harus
kusempurna apa terdaya. kerna milikku itu
tiada apa melainkan yang telah kering
pena itu catatkan. maka saksi akan aku yang
tawakkul itu terkedepan ia dengan usaha.
maka dalami aku akan rentas hati itu, masih
tidak dapatku mesra. oh andai kata suka itulah
letaknya makna cinta? maka dimana saja akan
hadir insan, si pencuri rasa...
***
ku dapati yang usia bertambah tanpa isi
ia akan ketinggian himmah. dan susun tadbir
aku pada rasa yang sayup ia dalam jiwa. oh,
andai hadir rembulan itu bisa bawa penawar
kembali basah akan kering derita kasih yang
aku alami. maka menanti tidak akan terus
aku tegak berdiri hingga dapat kusaksikan ayu
serinya. oh, pada masa berlalu itu harus
kusempurna apa terdaya. kerna milikku itu
tiada apa melainkan yang telah kering
pena itu catatkan. maka saksi akan aku yang
tawakkul itu terkedepan ia dengan usaha.
maka dalami aku akan rentas hati itu, masih
tidak dapatku mesra. oh andai kata suka itulah
letaknya makna cinta? maka dimana saja akan
hadir insan, si pencuri rasa...
***
11 Oktober 2010
Mahligai malam.
Posted by Ibnu Sobri at 8:17 PG 0 commentsmaka berlabuh senja berlalu memberi cerita
gembira buat si pencinta rembulan. dan kerlipan
bintang2 begitu asyik hingga lalai seketika diri
dengan khayalan. mesra bak erat itu sudah lama
gengam bersama akan ikatan itu dengan kuat. tapi
masakan yang hadir itu bisa kekal ia suci dalam
hati. jika air siramannya berhenti dari hujanan
kasih sayang. dan gersang ia akibat kering angin
kekalutan. bisa pergi berbuah kasar dengan tajam
duri2 di dahan. maka pokok itu bisa rimbun. tapi
rasa itu belum wujud. kerna apa yang dilihat itu
tidak dapat timbul dari air mata perasaan. dan
hasad yang menguasai terus angkuh ia dalam
ramai. kerna tidak sedar yang akhir diri keseorangan
tak berteman. tapi kerna cari mengerti yang ada
itu tidak wujud. hatta kerna bersama, maka takut
itu hancur. tapi demikian belum kukuh hujah
engkau berjiwa kejam. kerna kelak apa yang
dilaksana, soalan darinya akan berpanjangan.
selesai pada hujung sempadan yang tidak ketahuan
akan tamatnya. maka apakah derita itu mesti kita
pendam pada cubaan menguasai insan. kerna
seharus pelukan diri itu kuat memaling segala
yang merosak diri dari dalam. masakan, kerna
cahaya itu diraih belum sinarnya gemerlap pada
merah nyalaan hati kedukaan. oh enak terasa
andai diri kenal yang rasa itu wujud pada hikmah
yang tak mengerti aku akan maknanya. dan
kehendak melewati suatu suasana yang sendiri
cuba mengerti izzah yang ada dalam perjuangan.
masakan diraih, kerna cetek pengetahuan belum
dapat membentuk satu mahligai yang pesona
ia terbit dan nampak hingga luaran. kerna yang
dalam harus genggam erat, dan luhur ia pada
niat yang suci tertumpu pada suatu yang telah
diberita sejak dari awalnya. aku menunggu hadir
bicara yang bisa sejuk baraan hati keinsafaan. pada
sifat yang bisa dingin segala persoalan. dan agar
erat lagi petunjuk yang memayungi aku dengan
realiti kehidupan... oh agar bisa timbul terbit
suatu yang usaha sedaya aku bina?
***
Read more
gembira buat si pencinta rembulan. dan kerlipan
bintang2 begitu asyik hingga lalai seketika diri
dengan khayalan. mesra bak erat itu sudah lama
gengam bersama akan ikatan itu dengan kuat. tapi
masakan yang hadir itu bisa kekal ia suci dalam
hati. jika air siramannya berhenti dari hujanan
kasih sayang. dan gersang ia akibat kering angin
kekalutan. bisa pergi berbuah kasar dengan tajam
duri2 di dahan. maka pokok itu bisa rimbun. tapi
rasa itu belum wujud. kerna apa yang dilihat itu
tidak dapat timbul dari air mata perasaan. dan
hasad yang menguasai terus angkuh ia dalam
ramai. kerna tidak sedar yang akhir diri keseorangan
tak berteman. tapi kerna cari mengerti yang ada
itu tidak wujud. hatta kerna bersama, maka takut
itu hancur. tapi demikian belum kukuh hujah
engkau berjiwa kejam. kerna kelak apa yang
dilaksana, soalan darinya akan berpanjangan.
selesai pada hujung sempadan yang tidak ketahuan
akan tamatnya. maka apakah derita itu mesti kita
pendam pada cubaan menguasai insan. kerna
seharus pelukan diri itu kuat memaling segala
yang merosak diri dari dalam. masakan, kerna
cahaya itu diraih belum sinarnya gemerlap pada
merah nyalaan hati kedukaan. oh enak terasa
andai diri kenal yang rasa itu wujud pada hikmah
yang tak mengerti aku akan maknanya. dan
kehendak melewati suatu suasana yang sendiri
cuba mengerti izzah yang ada dalam perjuangan.
masakan diraih, kerna cetek pengetahuan belum
dapat membentuk satu mahligai yang pesona
ia terbit dan nampak hingga luaran. kerna yang
dalam harus genggam erat, dan luhur ia pada
niat yang suci tertumpu pada suatu yang telah
diberita sejak dari awalnya. aku menunggu hadir
bicara yang bisa sejuk baraan hati keinsafaan. pada
sifat yang bisa dingin segala persoalan. dan agar
erat lagi petunjuk yang memayungi aku dengan
realiti kehidupan... oh agar bisa timbul terbit
suatu yang usaha sedaya aku bina?
***
10 Oktober 2010
Senyum pagi.
Posted by Ibnu Sobri at 4:07 PTG 0 commentsoh pada bibir menyapa, seribu keindahan menjelma.
dan renyai hujan asyik di luar, bawa bersama rahmat
dan suasana alam kembali ceria. pada mentari yang
menanti terik aku akan sinarnya. belum hadir dengan
hangat cahayanya. buat bisa diri gelisah. apakah telah
ku berbuat salah. sampai menyendiri maka menjenguk
tidak. masakan! oh pada rentetan awan yang melayang.
ku harap pasti yang hati ini sama2 bertasbih suka. dan
bahwa syukur itu kalimah mulia. pada pengabdian itu
ku harungi jua payah dan hati telah lama derita. kerna
beroleh tidak, maka serong jalan itu serik aku akan
kembali melaluinya. oh, pada derita yang aku mulai
akan kisahnya. maka belum cukup hati ini sembuh
akan sakitnya. maka dapati aku yang sinar itu semakin
malap di dalam jiwa. maka harap itu aku dapat teguh
dengan bantuan dariNya. asbab jahil diri tidak kenal
ilmu yang dapat merawati akan calarannya. maka telah
usaha segala kemampuan. maka berlindung dan harap
bantuan datang dari Tuhan. bahwa semoga bisa sembuh
segala penyakit... dan bisa lihat kembali wajah insan
yang sebenar miliki hati dengan makna yang dalam.
maka pada kekok ku berwajah manja. sedari yang sayang
itu telah lama hilang. dan hati kaku akan pengharapan
yang dijanji insan...
Read more
dan renyai hujan asyik di luar, bawa bersama rahmat
dan suasana alam kembali ceria. pada mentari yang
menanti terik aku akan sinarnya. belum hadir dengan
hangat cahayanya. buat bisa diri gelisah. apakah telah
ku berbuat salah. sampai menyendiri maka menjenguk
tidak. masakan! oh pada rentetan awan yang melayang.
ku harap pasti yang hati ini sama2 bertasbih suka. dan
bahwa syukur itu kalimah mulia. pada pengabdian itu
ku harungi jua payah dan hati telah lama derita. kerna
beroleh tidak, maka serong jalan itu serik aku akan
kembali melaluinya. oh, pada derita yang aku mulai
akan kisahnya. maka belum cukup hati ini sembuh
akan sakitnya. maka dapati aku yang sinar itu semakin
malap di dalam jiwa. maka harap itu aku dapat teguh
dengan bantuan dariNya. asbab jahil diri tidak kenal
ilmu yang dapat merawati akan calarannya. maka telah
usaha segala kemampuan. maka berlindung dan harap
bantuan datang dari Tuhan. bahwa semoga bisa sembuh
segala penyakit... dan bisa lihat kembali wajah insan
yang sebenar miliki hati dengan makna yang dalam.
maka pada kekok ku berwajah manja. sedari yang sayang
itu telah lama hilang. dan hati kaku akan pengharapan
yang dijanji insan...
Langgan:
Catatan (Atom)







