Tentang diri

Foto Saya
Ibnu Sobri
Kedah, Malaysia
Ku pengembara. Terokai madah dalam diam mulut berbicara. Menyelongkar rahsia dengan lemah deriaku. Menyelami hati seorang perindu. Sunyi di kala ada, girang di waktu sepi. Pantas mataku memerhati maka hatiku menyaksi, kelibat peristiwa dan rentetannya. Maka jelajah ini pasti tak sudah, sampai pasti di depanku titik noktahnya. Dan ketika itu langkah dipersoal dan gerun hati andai tak terjawab segala persoalan....
Lihat profil lengkap saya

Blog

15 Oktober 2011

Sesekali terasa diri sirna.

0 comments
pabila basahan kitab suci itu bukan lagi dalam dakapan.
maka berhayun diri pada suatu hakikat yang mengerti
tidak akan makna alam yang memayungi. terdetik
sesekali, agar harum bau itu dapat kucita kembali.
bersama-nya mampir kembali jernihan hikmah dan
dalam pengertian pada erti yang tulus. ooo...mengapa
diri kini terasa kejauhan, pada keenakan yang
melupakan. bukankah, kelak masa memanggil pada
waktu yg tidak diri ketahuan. hatta masa telah tiada
untuk diri berubah....

ooo....damba-ku pada waktu bersama. pada ketika
diri sedar dan basah lidah ini mengingati. telah
keraskah hati-ku??? mengapa tiada lagi rasa! dan
fikiran kosong dari pemahaman yang bisa buat
bangkit diri pada kelalaian!!! dan gerun daku pada
kehinaan!!!

menagih daku mengharap yang masa itu masih ada
buat diri kembali. dan keruh perjalanan beransur pergi,
lalu datang sinaran buat suluh kembara berbaki....
Read more

Bebas diriku dari kenangan lalu...

0 comments
berlalu masa tidak bawa kembali seri dan damai yang pergi.
kerna kenangan sukar dilupakan malah diterjemah. masakan,
kerna hati itu masih lagi sayu pada setiap suara dan mata yang
menyapa. dan kata-kata yang ku genggam pasti itu selalunya
buat diri lemah pada daya yang tak bernyawa....ooo, mengapa
dilepaskan sendiri. kerna telah tiba masa-nya. waktu buat berlabuh
pergi memori yang hampir pada hati. bahwa salam tak menyambut,
maka tadah aku itu harus pada tempatnya.....namun, bisa anggap
dikau temanku, takkan aku lupa. dan bahwa pernah sekali, harapan
itu menggunung tinggi. dan rasa masih ada, dan mekar ia pada
makna yang sebenar.....sebelum meresap ia ke bumi bersama
rintihan awanan, yang memahami... seakan mengerti apa yang
pernah diri lalui!
Read more

06 Oktober 2011

Tak seharusnya begini....

0 comments
mengapa sayu hati ini dalam damai yang aku peluk erat di awal pagi...
mengapa bergelut aku dalam keresahan yang tak sudah, pabila diri
telah meniliti bahwa perjalanan alam ini saksama pada kehendak-Nya.
oooo pabila tiba masanya, yang pasti akan dijemput pergi. maka rentas
masa itu sedari ia berlalu pada suatu noktah yang sama. bahwa mati itu
penghujung-nya, suatu destinasi yang dinanti, kunjung ia pada saat
yang enggan tahu jasad akan bila tiba masanya.

maka kuselidiki lagi, dalam benak aku berfikir, dari mana datang sayu
dalam keresahan yang bergelut sama. oooo...rupanya...telah berlalu
hati pada kisah insan yang diberi punya minda yang geliga (suatu yang
aku hargai dan sangat aku sanjung tinggi). maka pemergian ini tak
bisa diganti, walau kelak bakal datang penggantinya. namun, pada
realiti maya ini, sudah pasti yang pemikir2 itu punya waras yang bisa
ia agak gerak pentas dunia. teliti ia pada selok-belok kecoh, dan gelut
yang silih ia datang buat timbul kacau dalam permainan dunia. tapi,
mana diraih maka suatu ketika bakal kita dijemput ke sana...

dalam basah mata mengenang kehilangan, maka pada kekok aku
melangkah, rasa cemburu itu wujud aku pada penilaian akal yang diberi
dikau oleh Tuhan. Bahwa andai bersamanya turut suluh cahaya petunjuk,
maka sesat jalan itu bukan lagi perkara yang ada asas-nya.


p/s: akan terus ku merindu, madah2, jiwa2 yang besar, ahli2 fikir agar dapat ku merentas jalan yang sama. maka kembali-ku kelak disambut oleh mereka, yakni pencinta2 yang sama...



***
Read more