Tentang diri

Foto Saya
Ibnu Sobri
Kedah, Malaysia
Ku pengembara. Terokai madah dalam diam mulut berbicara. Menyelongkar rahsia dengan lemah deriaku. Menyelami hati seorang perindu. Sunyi di kala ada, girang di waktu sepi. Pantas mataku memerhati maka hatiku menyaksi, kelibat peristiwa dan rentetannya. Maka jelajah ini pasti tak sudah, sampai pasti di depanku titik noktahnya. Dan ketika itu langkah dipersoal dan gerun hati andai tak terjawab segala persoalan....
Lihat profil lengkap saya

Blog

10 Oktober 2010

Senyum pagi.

0 comments
oh pada bibir menyapa, seribu keindahan menjelma.
dan renyai hujan asyik di luar, bawa bersama rahmat
dan suasana alam kembali ceria. pada mentari yang
menanti terik aku akan sinarnya. belum hadir dengan
hangat cahayanya. buat bisa diri gelisah. apakah telah
ku berbuat salah. sampai menyendiri maka menjenguk
tidak. masakan! oh pada rentetan awan yang melayang.
ku harap pasti yang hati ini sama2 bertasbih suka. dan
bahwa syukur itu kalimah mulia. pada pengabdian itu
ku harungi jua payah dan hati telah lama derita. kerna
beroleh tidak, maka serong jalan itu serik aku akan
kembali melaluinya. oh, pada derita yang aku mulai
akan kisahnya. maka belum cukup hati ini sembuh
akan sakitnya. maka dapati aku yang sinar itu semakin
malap di dalam jiwa. maka harap itu aku dapat teguh
dengan bantuan dariNya. asbab jahil diri tidak kenal
ilmu yang dapat merawati akan calarannya. maka telah
usaha segala kemampuan. maka berlindung dan harap
bantuan datang dari Tuhan. bahwa semoga bisa sembuh
segala penyakit... dan bisa lihat kembali wajah insan
yang sebenar miliki hati dengan makna yang dalam.
maka pada kekok ku berwajah manja. sedari yang sayang
itu telah lama hilang. dan hati kaku akan pengharapan
yang dijanji insan...
Read more

09 Oktober 2010

Pelangi pagi

0 comments
oh sesekali melihat telatah alam, bisa buat mata
tepersona. dan hati turut sama damai bersama
dengan riang cerianya melewati setiap ketika. oh
andai kata ini permata kilauan yang pernah gilap
tika suatu masa. maka sungguh telah lama ku
sirna pada kesesatan asbab jahil diri tak bisa faham
pada rumpunan yang dicita. oh pada kibaran dan
desik angin menuruti setiap celahan dedaunan. bisa
saja buat diri ini alpa. yang sedap terasa didalam
jiwa harus tidak buat diri lalai dengan keindahannya.
oh andai kata turutan rezeki itu harus milik pada
empunya. maka tak bisa dicarik walau oleh sekian
mata cuba memilikinya. oh andai tidak ketemu
emas yang bukan tadbir buat aku mengawalnya.
sudah pasti walau usaha sampai kering keringat. tak
bisa aku rasa akan manisnya walau sekelumit darinya
sangat aku cita. oh andai berkumpul insan timbul
musibah takkan sanggup ia beri derita. kerna semua
atas izin dariNya. oh berlalu pergi, maka masa itu
pantas putarannya. dan setiap saat berlalu ku pada
pinggiran kehidupan. kerna jemputan maut itu bisa
berlaku pada bila2 masa. dan harung aku ribut ini
pada sayup kegelapan dosa semalam. yang
berpenghujung tidak, maka apakah kalut darinya
buat diri bisa saja hilang haluan... maka maaf diraih
tak bisa aku faham akan tandanya. maka harap terus
cuba mekar dengan nyalaan yang semakin malap.
maka pada kicauan burung, ku cuba rawat suatu yang
tidak kelihatan. gemersik suara, dan sejuk angin yang
sesekali menyapa. buat ku gelisah mencari penawarnya...
Read more

04 Oktober 2010

Sesekali salah mentafsir.

0 comments
pada buah madah makna maka kubawa menyaksi tafsiran
yang salah. ooo masakan. kerna tak mengerti diri akan kata
yang baru tuntun ia agar bertatih semula. maka untuk bisa
jalan pada sentak kaki sendiri sudah pasti itu bukan kerja
mudah. tapi ku yakini yang bahasa hati itu bisa saja, hubung
ia pada suatu ikatan yang teguh. tidak lagi bisa runtuh. tapi
dalam sendu kedinginan hati yang dingin. ingin kukhabar
pada kalbu yang menyepi bahwa rasa itu ada buat harap dikau
bisa terima sinar kilauan pasti. yang dengannya, maka sudah
mesra hati dengan rasa yang enak tidak lagi dapat terbayang.
maka, pada laluan masa. tagih ku harung doa tak pernah sudah.
kerna walau bisa ku sampai kalam buat terjemah kau pada
hati yang meyakini. tidak bisa mengerti dikau andai itu
bukan kehendak yang punya cahaya yang dariNya datang
segala petunjuk... tapi tawakkul tidak tapi hanya padaNya.
kerna andai terbit buah kebaikan walau sebesar zarah, sudah
Dia tunjuki engkau jalan yang mudah. kerna ku yakini pasti,
milik dikau semua itu. tapi hendaknya yang nasib itu bukan
milik aku akan pengetahuannya. maka terus tadah ku yang
faham bisa datang. dan merumpun ku pada dikau yang kurindu.



***
Read more