Tentang diri

Foto Saya
Ibnu Sobri
Kedah, Malaysia
Ku pengembara. Terokai madah dalam diam mulut berbicara. Menyelongkar rahsia dengan lemah deriaku. Menyelami hati seorang perindu. Sunyi di kala ada, girang di waktu sepi. Pantas mataku memerhati maka hatiku menyaksi, kelibat peristiwa dan rentetannya. Maka jelajah ini pasti tak sudah, sampai pasti di depanku titik noktahnya. Dan ketika itu langkah dipersoal dan gerun hati andai tak terjawab segala persoalan....
Lihat profil lengkap saya

Blog

Memaparkan catatan dengan label Personal. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Personal. Papar semua catatan

26 Disember 2011

buntu idea.

0 comments
pada redup awanan, maka tadah air itu bagai butiran mutiara yang jatuh menusuk perut bumi. maka hidup subur kembali segala yang bertasbih tiada henti. dan indahnya pada kehijauan yang bermain di depan mata, cukup buat diri segar dalam lalai dari kacau fikiran. maka berterusan aku dikucup bayu yang entah kemana dingin itu tiba buat bangkit kembali jiwa. oh! mesra sebegini seakan membuat diri lupa pada takdiran yang aturan ini begitu sempurna. buat tayangan lemah insan dalam cakerawala... buat bingit semua itu dalam tadahan doa! semoga berita gembira itu khabaran-nya pasti. yang pergi menimpa, maka kita semua bakal semua berjumpa. bertemu pada paksi yang janji, itu benar pada lukisan alam yang telah menyerah segalanya... maka makalah ini luasnya buat diri rasa megah dalam selimut hamba. yang aku ini telah bersaksi, maka aturan itu cuba ku fahami dari sudut jiwa dan hati yang berasa gundah. bahwa sekian akan ketemu harap dan takut yang menyerpa...
Read more

24 Disember 2011

kalimat.


kerna kalam kita mengenal-Nya. dan pada erti kata maka kita cuba memahami dimana letaknya diri dalam jagat raya...

pada seteru usai kayu2 yang memegang buku2 aku yg kusam kesunyian. maka tatapan buku itu buat sedar yang aku kini jauh dari ruh yang pernah mengjenguh aku tatkala kukenal akan makna percaya. maka haru aku kini sendirian bukan kerna kurindu; bukan jua kerna kumegah; dan bukan kerna aku agung dirimu tinggi dari bisa yang sepatutnya. teguh yang itu tak pernah diri kecoh dari benar jalannya. maka ingin diri ini kecapi sekali lagi deruan rindu pada makna kata2 yang membangun jiwa. pada tulisan2 yang carik hati ini bisa pecah maksud betapa kerdil aku ini bernyawa. pada pentas2 caritan yang dengannya kembali aku menghampiri jalan taqwa...

"Betapa juapun kita harus percaya, bahawa kebaikan juga yang menang. Sebab asal-usul kejahatan kita bukan jahat, hanya baik semata. Kalau kejahatan pernah menang, hanyalah lantaran dorongan nafsu. Bila nafsu telah reda, kebaikan jualah yang kita junjung. Sebab itu hendaklah kita percaya penuh dengan Iman dan baik sangka pada Tuhan. Itulah Falsafah Hidup" ~ Buya HAMKA

maka sekali nafas sudah cukup tahu aku ini bakal hanyut dan diri bisa lingkup. namun harapan tak pernah sudah aku himpun pada-Nya. yang diri ini bisa kenal dan hati mula cahaya semula. yang pada selindung awan mendung menghimpit mentari, cahayanya tak pernah padam sedia untuk menerangi pada cukup nisbah masa tatapannya...

***
Read more

04 Disember 2011

kekadang ku keliru.


... maka detik menyatakan yang aku masih keliru pada tanggapan jiwa yang masih longlai dek peristiwa semalam. tatkala aku bermain di hujung jendela masa, maka damai aku hendak melepaskan dikau pergi sesekali membuat jiwa gelisah seketika. masih enggan daku menerima apa yg pernah terjadi hatta kerna kurang pemahaman. maka! apakah sedia daku masih tidak untuk memulakan suatu yang baru, tidak dapat diri bersuara. namun ku mengerti bahwa andai terus masa pergi berlalu, semuanya akan kembali seperti sedia-kala. tapi entah bila maka nyata akan waktu itu bakal berlaku, maka tidak diri ketahuan... ooo rantaian kehidupan itu sanggup saja buat diri kekok dengan erti2 yang mewarnai. dan kecundang daku pada emosi yang menguasai.... maka kini ku mengumpul kekuatan. agar dapat timbul kembali rasa yang dapat aku gantung harap buat insan. bahawa untuk gapai makna selamat dan genggam rumpun percaya itu malah payah tapi bukan mudah diri cuba laksanakan... maka kembara mengajar yang patuh itu hanya pada Yang Satu. namun selagi hidup maka harus tempuh daku insan buat sekian masa. maka pengalaman akan menjadi siraman daku dalam mendalami rahsia jiwa!


...
Read more

30 November 2011

jangka waktu.

0 comments

 ketemu aku bahawa usia itu suatu yang jarak panjang ia tidak pernah siapa ketahui. dan melangkah aku pada hari2 berlalu umpama detik2 yang semestinya diri hayati, tak pernah bersuara dan tidak terlihat diri lagi akan apa dapat ia jana dalam jiwa. ooo... semestinya rasa ini pernah pergi, kehilangan arah dalam kabus yang menggelap hati yang gundah. kemana!... ku mencari arah. maka jalan kembali itu, kekadang jemu aku pada laluannya yang panjang... ooo, jalan pulang semestinya bertemu semua insan pada penghujung yang sama. tapi berbeda segalanya pada turut cara mereka memikulnya. ooo... mahu apakah lagi aku??? apakah yang selama ini diri pinta. semestinya pencarian takkan berakhir....... pada waktu maka lahir kita ke pentas dunia. pada jangka usia kita bersama. maka masa menentukan detik pertemuan hatta perpisahan.


Read more

21 November 2011

bagaimana.


perjalanan masa tidak pernah mengajak ku-lupa akan detik waktu masa yang masih ku murung akan bagaimana kapan ia berlaku. kenapa??? belum mengunjungi daku akan faham maksud terjemahan kasih, yang rantaian-nya menusuk kalbu... apakah benar ia emosi semata. ooo... apakah makna sebenar takkan dapat ku hayati pada penghayatan sebenarnya. dimana lagi harus ku harung agar jelas tersingkap pemahaman akan bagaimana dikau dapat lakukan semua-nya. yang hati itu terpaut pada sinar cahaya dikau berbicara akan kasih-Nya yang abadi. kemana lagi harus diri mengembara, dan menunggu dengan pasti. sebelum terungkai bicara bahwa itu sentosa hati yang damai dalam mengingati-Nya... dan apakah lembut hati dapat mambasahi hati lain yang menghampiri??? senantiasa akan cuba ku mencari erti...
Read more

10 November 2011

memori

0 comments

mengerti daku akan peristiwa tak akan kembali sebagaimana
berlaku ia akan kali pertama. dan kenangan itu pasti terus
segar dalam ingatan bagai ia kelmarin dalam pandangan.
ooo, andai indah saat itu, ingin aku kembali buat kali kedua.
mengatakan apa yang perlu. kerna rindu ini kini buat yang
tiada. mengapa???

tiada cerita, maka ingin kusampai-kan segala yang masih
basah dalam jiwa. bahwa, aku kini sepi akan senyum tawa
yang menghias diri. pada lembap udara yang sesekali
nyaman ia buat bangun diri terjaga. ooo, pada rimbunan
hijau yang menyejuk mata. pada tititk2 air yang jatuh dari
langit, menyampaikan apa terbuku dalam jiwa...

sesekali kenangan itu mencuit hati. sedar akan kelibat yang
tidak akan dapat kurasa semula semua yang bermain dalam
minda. bahwa memori tersemat ia pada perasaan yang dingin.
bahwa padanya terdapat cerita suka dan duka. bahwa aku
dahulu dan kini masih tidak dapat lupa... akan perkara yang
terjadi; akan muka2 ceria yang buat diri ketawa; akan
seseorang yang akan daku ingat buat sekian masa. bahwa
untuk terus mencari, maka telah daku hilang akan dikau
buat selamanya....



***
Read more

02 November 2011

Mencari.

0 comments

















 

 Mencari makna dalam erti. maka terkulai-kulai aku
dalam meniti maksud bagaimana alam berbicara. maka,
kenal pasti aku akan sempadan ini takkan dapat ku
dekati. dan faham aku yang berbeda kita pada alam
menyeluruh. kerana pabila di-suara, maka berbalas
sahutan bukan pada resmi yang dinanti... ooo, pabila
sukar diri merasakan apa yang terjadi. maka sedar
diri masih kurang pengetahuan pada makna kehidupan
sejati. ooo... mengapa alam begitu misteri, sehingga
terpersona aku dibuai dengan mimpi-nya sesekali...


***
Read more

27 Oktober 2011

Dalam yang dalam...

0 comments

sesekali terasa ekpressi bukan jiwa watak yang waras.
andai hati dan jiwa dikuasai oleh emosi dengan megah.
dan turut diri pada hujung jurang yang dalam...
kemanakah??? harusnya dilepas segala perasaan.
andai ku nanti, maka jawapan telah lama ku sengsara
mencarinya. ketemu tidak malah butuh aku pada
kemarau hati yang berpanjangan. dari-manakah???:


" NOMAD

Salah siapa?
Bila dengar jadi tuli,
Lihat jadi buta,
Diam jadi bising,
Suka jadi dendam.
Salah engkau atau salah dia?
Lalu kemarau hati ini terus kontang,
Tanpa kedinginan air penjelasan,
Yang bisa merubah merah marah.

Segala sindiran serong,
Jelingan jelik,
Dusta durjana,
Bisa aku patah dan pendam,
Selagi tembok kesabaran belum luluh lebur,
Akibat panas hati yang terbakar.

Tapi saat itu pasti tiba,
Tika bara hati meledak,
Melemparkan segala kegusaran,
Melepaskan segala kesedihan,
Kerana aku masih di sini.

Ramadhan 1426 "


***

Read more

26 Oktober 2011

"Jangan melawan"

0 comments










terdetik daku akan imbauan perjalanan yang lalu.
bahwa setiap gerak maka ku diperingat agar
'jangan melawan'... pada setiap langkah, maka
kembara diselaputi akan makna yang tersirat.
maka berlalu sudah masa. sungguh gagal daku dari
pemahaman sebenar. bahwa 'jangan melawan' itu
harus tuju buat siapa dan mengapa???
ooo... perjalanan yang sepatut mengajar terus erti
hidup. kini keliru bergelutan dalam himpunan
makna... dimanakah???

maka andai silap diriku nampak suatu peristiwa
dan rentetanya. bukan itu salahku, andai pola
perjalanan waktu berkata yang itu bakal berlaku.
maka dimana terletak kejahilan andai bersua
dikau tidak pada keadilan yang di-suara. maka
apakah itu keseimbangan cuba dibina andai
runtuhan yang dirumpun bukan dari asas yang
kukuh... maka 'jangan melawan' tiada ertinya
pada daku yang lemah! justeru berbangga dikau
pada kalimah itu yang masih bergema dihujung
benak fikirku.

+++
Read more

Sesekali enak pabila bercerita...

0 comments









bicara itu memang gamip bila tahu isi cerita,
tambah mesra pabila buah akal bergema pada
tambah tajam ilmu yang dicita. ooo... sesekali
terasa enak pabila bercerita, moga dapat ku
merasai-nya buat kali kedua. supaya mekar dibawah
pohonan rimbun, yang dunia bersaksi aku jua
sempat ber-suka. dan bahwa pandangan melebar
hatta bicara pasti berbuah lagi fahaman mendalam
pada maksud kata yang bersuara:

"ooo... pada dunia yang dalam keadaan saksama,
andai runtuh, maka itu atas jiwa manusia. pada
sudut yang sukar aku melihat, maka saksiku akan
kejadian bukan pada keseluruhan-nya... "

+++
Read more

15 Oktober 2011

Sesekali terasa diri sirna.

0 comments
pabila basahan kitab suci itu bukan lagi dalam dakapan.
maka berhayun diri pada suatu hakikat yang mengerti
tidak akan makna alam yang memayungi. terdetik
sesekali, agar harum bau itu dapat kucita kembali.
bersama-nya mampir kembali jernihan hikmah dan
dalam pengertian pada erti yang tulus. ooo...mengapa
diri kini terasa kejauhan, pada keenakan yang
melupakan. bukankah, kelak masa memanggil pada
waktu yg tidak diri ketahuan. hatta masa telah tiada
untuk diri berubah....

ooo....damba-ku pada waktu bersama. pada ketika
diri sedar dan basah lidah ini mengingati. telah
keraskah hati-ku??? mengapa tiada lagi rasa! dan
fikiran kosong dari pemahaman yang bisa buat
bangkit diri pada kelalaian!!! dan gerun daku pada
kehinaan!!!

menagih daku mengharap yang masa itu masih ada
buat diri kembali. dan keruh perjalanan beransur pergi,
lalu datang sinaran buat suluh kembara berbaki....
Read more

26 September 2011

Buka-kah hatiku ini???

0 comments
aku berjalan pada damai malam yang gelapnya bisa saja buat diri jatuh,
mencium bau tanah. hatta mengingat akan diri asal usul kejadian dan
destinasi kembali-ku. namun bisakah sampai aku pada makna tersirat
yang gapai aku pada awanan sepi itu tak menyebelahi, tapi bisa saja buat
aku ini berhimpit pada kesesatan yang melewati!!! maka dimana pergi,
telah ku bersua apa yang perlu. namun yakin dalam diri tidak cukup
buat diri ini bergerak justeru bergegas menuju kepada-Nya. di mana
silapnya, maka masih belum ku ketahuan. namun pada redah kembara
hidup ini, ku cuba pikul juga makna disebalik yang tak padat ku fahami.
mengapa!!! tidak cukupkah air yang mengalir itu buat saksi yang langkah
dalam payah itu, jalannya berliku-liku. sesalan ini takkan pergi. dan
akan terus bangun jua aku, membina jiwa yang padanya kenal erti
realiti pada sempadan ayu warna kehidupan abadi....
Read more

17 September 2011

Kembara Kehidupan

0 comments
ketika kesesatan diri perihal hati yang gersang. maka pada hujung perjalanan, dilihat sendiri yang sampai ku pada destinasi itu suatu yang belum ketahuan. maka, pada luluh kaki yang jerih perih ini sudah membuat diri berada dalam kepayahan. terasa seakan mengalah itu sudah tidak dapat lagi diri mengelak. ooo0...sepi hati pada kembara yang tak pernah habis. sunyi berteman panas angin yang sesekali menyambut badan yang berat kini terasa. dan dahaga ini sudah tak lagi tertahan!!!

***

sesekali hujan membasahi, maka rumput mula menghijau dengan sapa yang gembira. dan kedingin hirup udara ini menyegarkan pemikiran!!! maka tiada lagi teriakan, dan gairah diri bermula dengan langkahan yang panjang. dan mula kedengaran pekik dari kejauhan, suara2 yang bermanja di dada. maka tersedar akan asbab kehadiran di dunia. yang pasti berimbun, itu kelak akan habis jua akhirnya. maka dalam kekalutan ribut, pasti tidak hilang tuju kerana nanti penghujung laluan kita pada denai yang sama

***
Read more

29 Oktober 2010

Cahaya petunjuk.

0 comments
dalam kaku perhatiku gerakan alam. maka
sesekali tergaman aku akan kasih yang ia
timbulkan dalam jiwa. dan patut balas tidak
menyambut, maka pujian terus basah ia pada
ingatan. yakni tulus itu harus pergi pada suatu
makalah kebenaran. yang tak kenal penghujung.
maka pada debaran ini ku hanya serah segalanya
pada pemilik empunya alam. maka pada kekok
bicara aku yang tidak ketahuan akan maknanya.
terus kucuba walau damai perasaan itu tidak cita.
dan pada maksud kusampai erti kata yang mungkin
tak bisa mengerti engkau akan hasil tujuannya.
tapi tadah tangan ini terus kuharung. yang
pemberi manfaat itu bukan aku jiwanya. maka
siapa beroleh ia cahaya. maka akan kedapatan yang
sinarnya takkan padam. dan ilmu yang berbekal
dalam jiwa harap terus bentuk perwatakan yang
sudah memang anggun pada zahirnya. maka harap
itu terus kuharung dalam takut yang menerpa...


***
Read more

25 Oktober 2010

Merentas masa.

0 comments

oh, pada sepi sendirian menanti tak sudah.
ku dapati yang usia bertambah tanpa isi
ia akan ketinggian himmah. dan susun tadbir
aku pada rasa yang sayup ia dalam jiwa. oh,
andai hadir rembulan itu bisa bawa penawar
kembali basah akan kering derita kasih yang
aku alami. maka menanti tidak akan terus
aku tegak berdiri hingga dapat kusaksikan ayu
serinya. oh, pada masa berlalu itu harus
kusempurna apa terdaya. kerna milikku itu
tiada apa melainkan yang telah kering
pena itu catatkan. maka saksi akan aku yang
tawakkul itu terkedepan ia dengan usaha.
maka dalami aku akan rentas hati itu, masih
tidak dapatku mesra. oh andai kata suka itulah
letaknya makna cinta? maka dimana saja akan
hadir insan, si pencuri rasa...



***
Read more

Peperangan perasaan.

0 comments


sesekali hujanan meribut kelam dalam hati.
perasaan yang sukar diterjemah apatah lagi
hendak toleh ia bersuara. kerna dapatan yang
menanti itu hadir ia pada guguran daun
bertebaran, jatuh ia menghampar merimbun
pada jalanan. kuning ia setelah basah dengan
kehijauan yang melunakkan pandangan...


***
Read more

11 Oktober 2010

Mahligai malam.

0 comments
maka berlabuh senja berlalu memberi cerita
gembira buat si pencinta rembulan. dan kerlipan
bintang2 begitu asyik hingga lalai seketika diri
dengan khayalan. mesra bak erat itu sudah lama
gengam bersama akan ikatan itu dengan kuat. tapi
masakan yang hadir itu bisa kekal ia suci dalam
hati. jika air siramannya berhenti dari hujanan
kasih sayang. dan gersang ia akibat kering angin
kekalutan. bisa pergi berbuah kasar dengan tajam
duri2 di dahan. maka pokok itu bisa rimbun. tapi
rasa itu belum wujud. kerna apa yang dilihat itu
tidak dapat timbul dari air mata perasaan. dan
hasad yang menguasai terus angkuh ia dalam
ramai. kerna tidak sedar yang akhir diri keseorangan
tak berteman. tapi kerna cari mengerti yang ada
itu tidak wujud. hatta kerna bersama, maka takut
itu hancur. tapi demikian belum kukuh hujah
engkau berjiwa kejam. kerna kelak apa yang
dilaksana, soalan darinya akan berpanjangan.
selesai pada hujung sempadan yang tidak ketahuan
akan tamatnya. maka apakah derita itu mesti kita
pendam pada cubaan menguasai insan. kerna
seharus pelukan diri itu kuat memaling segala
yang merosak diri dari dalam. masakan, kerna
cahaya itu diraih belum sinarnya gemerlap pada
merah nyalaan hati kedukaan. oh enak terasa
andai diri kenal yang rasa itu wujud pada hikmah
yang tak mengerti aku akan maknanya. dan
kehendak melewati suatu suasana yang sendiri
cuba mengerti izzah yang ada dalam perjuangan.
masakan diraih, kerna cetek pengetahuan belum
dapat membentuk satu mahligai yang pesona
ia terbit dan nampak hingga luaran. kerna yang
dalam harus genggam erat, dan luhur ia pada
niat yang suci tertumpu pada suatu yang telah
diberita sejak dari awalnya. aku menunggu hadir
bicara yang bisa sejuk baraan hati keinsafaan. pada
sifat yang bisa dingin segala persoalan. dan agar
erat lagi petunjuk yang memayungi aku dengan
realiti kehidupan... oh agar bisa timbul terbit
suatu yang usaha sedaya aku bina?



***
Read more

10 Oktober 2010

Senyum pagi.

0 comments
oh pada bibir menyapa, seribu keindahan menjelma.
dan renyai hujan asyik di luar, bawa bersama rahmat
dan suasana alam kembali ceria. pada mentari yang
menanti terik aku akan sinarnya. belum hadir dengan
hangat cahayanya. buat bisa diri gelisah. apakah telah
ku berbuat salah. sampai menyendiri maka menjenguk
tidak. masakan! oh pada rentetan awan yang melayang.
ku harap pasti yang hati ini sama2 bertasbih suka. dan
bahwa syukur itu kalimah mulia. pada pengabdian itu
ku harungi jua payah dan hati telah lama derita. kerna
beroleh tidak, maka serong jalan itu serik aku akan
kembali melaluinya. oh, pada derita yang aku mulai
akan kisahnya. maka belum cukup hati ini sembuh
akan sakitnya. maka dapati aku yang sinar itu semakin
malap di dalam jiwa. maka harap itu aku dapat teguh
dengan bantuan dariNya. asbab jahil diri tidak kenal
ilmu yang dapat merawati akan calarannya. maka telah
usaha segala kemampuan. maka berlindung dan harap
bantuan datang dari Tuhan. bahwa semoga bisa sembuh
segala penyakit... dan bisa lihat kembali wajah insan
yang sebenar miliki hati dengan makna yang dalam.
maka pada kekok ku berwajah manja. sedari yang sayang
itu telah lama hilang. dan hati kaku akan pengharapan
yang dijanji insan...
Read more

09 Oktober 2010

Pelangi pagi

0 comments
oh sesekali melihat telatah alam, bisa buat mata
tepersona. dan hati turut sama damai bersama
dengan riang cerianya melewati setiap ketika. oh
andai kata ini permata kilauan yang pernah gilap
tika suatu masa. maka sungguh telah lama ku
sirna pada kesesatan asbab jahil diri tak bisa faham
pada rumpunan yang dicita. oh pada kibaran dan
desik angin menuruti setiap celahan dedaunan. bisa
saja buat diri ini alpa. yang sedap terasa didalam
jiwa harus tidak buat diri lalai dengan keindahannya.
oh andai kata turutan rezeki itu harus milik pada
empunya. maka tak bisa dicarik walau oleh sekian
mata cuba memilikinya. oh andai tidak ketemu
emas yang bukan tadbir buat aku mengawalnya.
sudah pasti walau usaha sampai kering keringat. tak
bisa aku rasa akan manisnya walau sekelumit darinya
sangat aku cita. oh andai berkumpul insan timbul
musibah takkan sanggup ia beri derita. kerna semua
atas izin dariNya. oh berlalu pergi, maka masa itu
pantas putarannya. dan setiap saat berlalu ku pada
pinggiran kehidupan. kerna jemputan maut itu bisa
berlaku pada bila2 masa. dan harung aku ribut ini
pada sayup kegelapan dosa semalam. yang
berpenghujung tidak, maka apakah kalut darinya
buat diri bisa saja hilang haluan... maka maaf diraih
tak bisa aku faham akan tandanya. maka harap terus
cuba mekar dengan nyalaan yang semakin malap.
maka pada kicauan burung, ku cuba rawat suatu yang
tidak kelihatan. gemersik suara, dan sejuk angin yang
sesekali menyapa. buat ku gelisah mencari penawarnya...
Read more

04 Oktober 2010

Sesekali salah mentafsir.

0 comments
pada buah madah makna maka kubawa menyaksi tafsiran
yang salah. ooo masakan. kerna tak mengerti diri akan kata
yang baru tuntun ia agar bertatih semula. maka untuk bisa
jalan pada sentak kaki sendiri sudah pasti itu bukan kerja
mudah. tapi ku yakini yang bahasa hati itu bisa saja, hubung
ia pada suatu ikatan yang teguh. tidak lagi bisa runtuh. tapi
dalam sendu kedinginan hati yang dingin. ingin kukhabar
pada kalbu yang menyepi bahwa rasa itu ada buat harap dikau
bisa terima sinar kilauan pasti. yang dengannya, maka sudah
mesra hati dengan rasa yang enak tidak lagi dapat terbayang.
maka, pada laluan masa. tagih ku harung doa tak pernah sudah.
kerna walau bisa ku sampai kalam buat terjemah kau pada
hati yang meyakini. tidak bisa mengerti dikau andai itu
bukan kehendak yang punya cahaya yang dariNya datang
segala petunjuk... tapi tawakkul tidak tapi hanya padaNya.
kerna andai terbit buah kebaikan walau sebesar zarah, sudah
Dia tunjuki engkau jalan yang mudah. kerna ku yakini pasti,
milik dikau semua itu. tapi hendaknya yang nasib itu bukan
milik aku akan pengetahuannya. maka terus tadah ku yang
faham bisa datang. dan merumpun ku pada dikau yang kurindu.



***
Read more