Tentang diri

Foto Saya
Ibnu Sobri
Kedah, Malaysia
Ku pengembara. Terokai madah dalam diam mulut berbicara. Menyelongkar rahsia dengan lemah deriaku. Menyelami hati seorang perindu. Sunyi di kala ada, girang di waktu sepi. Pantas mataku memerhati maka hatiku menyaksi, kelibat peristiwa dan rentetannya. Maka jelajah ini pasti tak sudah, sampai pasti di depanku titik noktahnya. Dan ketika itu langkah dipersoal dan gerun hati andai tak terjawab segala persoalan....
Lihat profil lengkap saya

Blog

Memaparkan catatan dengan label Rindu. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Rindu. Papar semua catatan

26 Disember 2011

buntu idea.

0 comments
pada redup awanan, maka tadah air itu bagai butiran mutiara yang jatuh menusuk perut bumi. maka hidup subur kembali segala yang bertasbih tiada henti. dan indahnya pada kehijauan yang bermain di depan mata, cukup buat diri segar dalam lalai dari kacau fikiran. maka berterusan aku dikucup bayu yang entah kemana dingin itu tiba buat bangkit kembali jiwa. oh! mesra sebegini seakan membuat diri lupa pada takdiran yang aturan ini begitu sempurna. buat tayangan lemah insan dalam cakerawala... buat bingit semua itu dalam tadahan doa! semoga berita gembira itu khabaran-nya pasti. yang pergi menimpa, maka kita semua bakal semua berjumpa. bertemu pada paksi yang janji, itu benar pada lukisan alam yang telah menyerah segalanya... maka makalah ini luasnya buat diri rasa megah dalam selimut hamba. yang aku ini telah bersaksi, maka aturan itu cuba ku fahami dari sudut jiwa dan hati yang berasa gundah. bahwa sekian akan ketemu harap dan takut yang menyerpa...
Read more

04 Disember 2011

kekadang ku keliru.


... maka detik menyatakan yang aku masih keliru pada tanggapan jiwa yang masih longlai dek peristiwa semalam. tatkala aku bermain di hujung jendela masa, maka damai aku hendak melepaskan dikau pergi sesekali membuat jiwa gelisah seketika. masih enggan daku menerima apa yg pernah terjadi hatta kerna kurang pemahaman. maka! apakah sedia daku masih tidak untuk memulakan suatu yang baru, tidak dapat diri bersuara. namun ku mengerti bahwa andai terus masa pergi berlalu, semuanya akan kembali seperti sedia-kala. tapi entah bila maka nyata akan waktu itu bakal berlaku, maka tidak diri ketahuan... ooo rantaian kehidupan itu sanggup saja buat diri kekok dengan erti2 yang mewarnai. dan kecundang daku pada emosi yang menguasai.... maka kini ku mengumpul kekuatan. agar dapat timbul kembali rasa yang dapat aku gantung harap buat insan. bahawa untuk gapai makna selamat dan genggam rumpun percaya itu malah payah tapi bukan mudah diri cuba laksanakan... maka kembara mengajar yang patuh itu hanya pada Yang Satu. namun selagi hidup maka harus tempuh daku insan buat sekian masa. maka pengalaman akan menjadi siraman daku dalam mendalami rahsia jiwa!


...
Read more

21 November 2011

bagaimana.


perjalanan masa tidak pernah mengajak ku-lupa akan detik waktu masa yang masih ku murung akan bagaimana kapan ia berlaku. kenapa??? belum mengunjungi daku akan faham maksud terjemahan kasih, yang rantaian-nya menusuk kalbu... apakah benar ia emosi semata. ooo... apakah makna sebenar takkan dapat ku hayati pada penghayatan sebenarnya. dimana lagi harus ku harung agar jelas tersingkap pemahaman akan bagaimana dikau dapat lakukan semua-nya. yang hati itu terpaut pada sinar cahaya dikau berbicara akan kasih-Nya yang abadi. kemana lagi harus diri mengembara, dan menunggu dengan pasti. sebelum terungkai bicara bahwa itu sentosa hati yang damai dalam mengingati-Nya... dan apakah lembut hati dapat mambasahi hati lain yang menghampiri??? senantiasa akan cuba ku mencari erti...
Read more

10 November 2011

memori

0 comments

mengerti daku akan peristiwa tak akan kembali sebagaimana
berlaku ia akan kali pertama. dan kenangan itu pasti terus
segar dalam ingatan bagai ia kelmarin dalam pandangan.
ooo, andai indah saat itu, ingin aku kembali buat kali kedua.
mengatakan apa yang perlu. kerna rindu ini kini buat yang
tiada. mengapa???

tiada cerita, maka ingin kusampai-kan segala yang masih
basah dalam jiwa. bahwa, aku kini sepi akan senyum tawa
yang menghias diri. pada lembap udara yang sesekali
nyaman ia buat bangun diri terjaga. ooo, pada rimbunan
hijau yang menyejuk mata. pada tititk2 air yang jatuh dari
langit, menyampaikan apa terbuku dalam jiwa...

sesekali kenangan itu mencuit hati. sedar akan kelibat yang
tidak akan dapat kurasa semula semua yang bermain dalam
minda. bahwa memori tersemat ia pada perasaan yang dingin.
bahwa padanya terdapat cerita suka dan duka. bahwa aku
dahulu dan kini masih tidak dapat lupa... akan perkara yang
terjadi; akan muka2 ceria yang buat diri ketawa; akan
seseorang yang akan daku ingat buat sekian masa. bahwa
untuk terus mencari, maka telah daku hilang akan dikau
buat selamanya....



***
Read more

02 November 2011

Mencari.

0 comments

















 

 Mencari makna dalam erti. maka terkulai-kulai aku
dalam meniti maksud bagaimana alam berbicara. maka,
kenal pasti aku akan sempadan ini takkan dapat ku
dekati. dan faham aku yang berbeda kita pada alam
menyeluruh. kerana pabila di-suara, maka berbalas
sahutan bukan pada resmi yang dinanti... ooo, pabila
sukar diri merasakan apa yang terjadi. maka sedar
diri masih kurang pengetahuan pada makna kehidupan
sejati. ooo... mengapa alam begitu misteri, sehingga
terpersona aku dibuai dengan mimpi-nya sesekali...


***
Read more

28 Oktober 2011

Jawaban.

0 comments







... rasa ini kekadang memujuk agar hati hidup kembali.
terima segala kekecewaan yang menimpa.

tapi harus kukata-kan yang masih timbul keresahan
dalam jiwa, yang diri belum bersedia hendak-nya.
walau suara itu berkata telah tiba waktu masa-nya, buat
perkenalan itu lebih dekat. tetapi kekecelaruan ini
terkadang bisa saja buat diri gila hatta masih belum
bersedia. justeru, berapa lama harus menunggu ku
tiada jawaban-nya. kerna selagi menanti maka rindu
ini takkan terubat. dan percaya ku pada ketetapan
itu maka tetap suluh harap aku pada-Nya. kerna dari
kasih ini andai bercambah ia maka, kegusaran itu pasti
pergi. dan akan ketahui aku yang rasa ini adalah perasaan
yang pasti!!!


===
Read more

15 Oktober 2011

Bebas diriku dari kenangan lalu...

0 comments
berlalu masa tidak bawa kembali seri dan damai yang pergi.
kerna kenangan sukar dilupakan malah diterjemah. masakan,
kerna hati itu masih lagi sayu pada setiap suara dan mata yang
menyapa. dan kata-kata yang ku genggam pasti itu selalunya
buat diri lemah pada daya yang tak bernyawa....ooo, mengapa
dilepaskan sendiri. kerna telah tiba masa-nya. waktu buat berlabuh
pergi memori yang hampir pada hati. bahwa salam tak menyambut,
maka tadah aku itu harus pada tempatnya.....namun, bisa anggap
dikau temanku, takkan aku lupa. dan bahwa pernah sekali, harapan
itu menggunung tinggi. dan rasa masih ada, dan mekar ia pada
makna yang sebenar.....sebelum meresap ia ke bumi bersama
rintihan awanan, yang memahami... seakan mengerti apa yang
pernah diri lalui!
Read more

26 September 2011

Buka-kah hatiku ini???

0 comments
aku berjalan pada damai malam yang gelapnya bisa saja buat diri jatuh,
mencium bau tanah. hatta mengingat akan diri asal usul kejadian dan
destinasi kembali-ku. namun bisakah sampai aku pada makna tersirat
yang gapai aku pada awanan sepi itu tak menyebelahi, tapi bisa saja buat
aku ini berhimpit pada kesesatan yang melewati!!! maka dimana pergi,
telah ku bersua apa yang perlu. namun yakin dalam diri tidak cukup
buat diri ini bergerak justeru bergegas menuju kepada-Nya. di mana
silapnya, maka masih belum ku ketahuan. namun pada redah kembara
hidup ini, ku cuba pikul juga makna disebalik yang tak padat ku fahami.
mengapa!!! tidak cukupkah air yang mengalir itu buat saksi yang langkah
dalam payah itu, jalannya berliku-liku. sesalan ini takkan pergi. dan
akan terus bangun jua aku, membina jiwa yang padanya kenal erti
realiti pada sempadan ayu warna kehidupan abadi....
Read more

25 Oktober 2010

Merentas masa.

0 comments

oh, pada sepi sendirian menanti tak sudah.
ku dapati yang usia bertambah tanpa isi
ia akan ketinggian himmah. dan susun tadbir
aku pada rasa yang sayup ia dalam jiwa. oh,
andai hadir rembulan itu bisa bawa penawar
kembali basah akan kering derita kasih yang
aku alami. maka menanti tidak akan terus
aku tegak berdiri hingga dapat kusaksikan ayu
serinya. oh, pada masa berlalu itu harus
kusempurna apa terdaya. kerna milikku itu
tiada apa melainkan yang telah kering
pena itu catatkan. maka saksi akan aku yang
tawakkul itu terkedepan ia dengan usaha.
maka dalami aku akan rentas hati itu, masih
tidak dapatku mesra. oh andai kata suka itulah
letaknya makna cinta? maka dimana saja akan
hadir insan, si pencuri rasa...



***
Read more

16 September 2010

Apa yang hilang hendaknya berganti

0 comments
tatkala madah itu hujan ia dengan bicara
tak sudah. maka mengerti tidak. andaikata
benar bicara pada jelasnya pun, maka tegas
ini bakal disalah ertikan. maka bagaimana?
maka pada tebusan yang sudah, tidak tahu
bahkan bukan kumiliki pengetahuan itu.
tapi pada selekoh panjang perjalanan maka
tengok aku harus tunduk. agar tak menimpa
kemalangan. bahkan yang terjadi bakal berlaku.
dan apa kehendakNya bakal terjadi. maka
kayuh itu harus mengah hanya untuk mendapat
akan Dia. maka yang memberi, yang menerima
pada zahir tidak nampak aliran disebalik
tabir ghaib. maka syukur yang berdendangan
harus mesra pada kalbu. agar tenang datang
menerjah. dan gemerlap ia dengan cahaya
akan sentiasa sinar ia pada haluan. maka
apa yang hilang hendaknya berganti. dan andai
sendu mengenang tidak terdaya membawa
datang kembali. dan sungguh benar yang hilang
itu pada yang haq. bukan kehendak insan yang
lupa lemah mentafsir nilai harganya. maka redha
itu harus. syukur itu harus. dan gerun itu
perlu andai telah melampau diri dari batasnya
yang pasti. agar moga kejahilan ini tidak meraih
azab selayaknya diri terus mohon agar ampun
diraih sebagai balasnya. dan pada kerendahan,
maka pasrah itu ku hayun semoga Dia memberi
balik apa yang hilang. dan layak itu yang berganti
lebih baik dari yang hilang. kerna itu janjiNya.
namun andai layak diri terima. tapi sudah suntuk
jiwa ini merana pada kejahatan yang dilakukan
oleh tangan. sedar tidak tapi sendiri yang punya
angkara. hingga gelap itu gagal kutepis. maka belenggu
ini masih dapat tidak kulepaskan. maka harap
bermain pada takut yang meluap. tentang bahana
yang menerpa. bila tentu maka bakal terjadi akannya.
maka, supaya diri tetap teguh pada penyaksian.
dan moga dipermudah segala urusan. dan tidak
terbeban dengan suatu yang tiada daya diri mengharung
akan kabutnya, buasnya. semoga sabar dijadi
perisai. dan pelindung hanya pada diri yang berserah.
dan apa yang dimulut itu sesuai dengan apa yang
dihati. dan moga diri terlepas dari dakwaan pada
hari yang membangkit. dari segala permasalahan.
dari segala tuduhan. kerna yang benar itu datang hanya
dari Tuhan.



***
Read more

10 September 2010

Kekadang terpaksa melepas kau pergi

0 comments
andai kata garapan bukan kayalan. dan
bicara semestinya merentas semesta alam.
maka di situ maka buah bercambah. manis
rasanya dalam ikatan. andai kata pertemuan
itu dinanti perpisahan. dan bertemu berpisah
hanya kerna Tuhan. maka sekian kali, dalam
pilu hati kehilangan teman. maka akan ku
nanti saat tiba hadirmu kembali. kerna
ucapan tak bisa merungkap. dan basahan
linangan tak mampu mengubati jerih derita.
maka sudah semesti bahwa perpisahan itu
patut dimaklumi. reda yang andai kata ini
kehendak, maka dalam sendu doa takkan
terhenti lafaz ucapan enak bersua kembali.
kerna telah lama andai keras hati ini gagal
diubati. dan kalut yang menyerbu sudah
tentu buat diri hilang arah tujuan. tapi
bersama rahmat melangit itu datang kau
hadir bawa pemahaman. penawar bagi
perit susah yang ku sendiri pendam. maka
dengannya maka harap langkah kelak
bakal bersatu pada satu deruan. bersama
melangkah dengannya sedar kembali
bisik puji2an. yang menerpa kian kali,
maka mereka kenal tidak makna lelah.
maka ku yang mengikuti petunjuk ini
harus pasrah namun diri harus gagah
dalam usaha. kerna percaya itu yang
terkehadapan. bahwa rasa ingin bertemu
itu sudah jadi diri terpaksa melepas
kau pergi kali ini... dan agar bersama
rentesan masa maka Dia menerima
segala perlakuan, segala perbuatan,
segala permintaan. Dan padaNya-lah
tuju segala pengharapan....



***
Read more

06 Ogos 2010

Saat yang terindah

0 comments
andai dapat ku sekali ini temui akan saat indah
yang amat ku dambakan dalam hati. maka akan
berkejaran ku akannya. tanpa henti dan kenal lelah
penat itu akan sesekali bisa diri terlunjur tapi enggan
mengalah. kerana ini detik yang dinanti maka bara
azam itu harus ku semarak sampai capai ia hangat
pada yang berpenghujung walau itu hanya baranya.
maka pada tadah tangan ku hulur dan bicara itu
sayup dalam hati yang kini sedar, bahwa berjawab
sentiasa walau kelihatan tidak pada zahir mata, tapi
Yang Maha Kuasa bisa buat apa saja kehendak-Nya.
maka pada jawapan berbalas maka hendak ia milik
-Nya kemahuan itu. tapi segala yang pasti insan hamba
mesti peluang direbut sampai masanya untuk dua
itu berkemundang. kerna itulah tangunggannya. saat
itu berlalu sudah maka tampak ia sangat laju berlalu
maka hadir kali ini diharap, manfaat selanjut maka
itulah peluang yang diberi. kerana sesungguhnya lebih
luas rahmat-Nya tambah ini bulan mulia. maka diri
meminta agar sedar itu bisa kuat diri dalam kehendak
untuk mengerja amal, dan pinda dituju semestinya
hanya untuk-Nya. kerana rugi tidak segala kiranya
lurus pada arah itu serong ia bukan pada tempatnya.
maka pabila si laknat digari, maka peperangan bermula
buat kita menawan dan menghambakan hawa yang
barang kita telah tewas akannya pada tempoh yang sudah.
maka saat yang sayup umpama embun di keheningan,
sudah bisa harus kita kuasai apa yang semestinya.
kerna raja tidak enggan mengalah selain bila dia dalam
kelemasan. kerna lemah diri maka harap itu ku letak
tinggi agar bisa capai takluk diri yang selama ini
kehayungan dalam celaru diri pada gelap lautan yang
dalam. kerna azam itu semarak ini maka ku laungkan
buat gema dalam fikiran yang evolusi itu letaknya
pada kemampuan pada kita mengoreksi lalu bawa
ke haluan yang megah ia bukan pada si pelupa, dan bukan
buat si angkuh. kerna siapa yang diberi hormat melangit
pada barakah yang semesta itu luasnya, maka tunduk
harus dia lagi bersujud pada Yang Satu menadah redha-Nya.

andai harus dapat ku jadikan ini saat yang terindah... Ameen.


***
Read more

04 Ogos 2010

Kedatangan

0 comments
maka hadirmu itu bisa kujemput dalam hina
diri tak punya apa yang kau sendiri bawa.
maka pada bekalan sudah tentu harap tidak ku
agar hadirmu pada saat ini dapat tambah bekalan
pada kosong hati yang cuba menadah rintihan2
rahmat yang bercucuran turun dan agar lembut
hati simbah ia dengan pengetahuan yang jernih
ia bisa suci minda andai kata janji bertemu lagi
sekian masa. segala itu ketentuan-Nya yang pasti.
maka tika kedatangan diraih maka gema itu tak
lagi kedengaran di telinga. sergah pujian dari benak
yang bernyawa pasti juga yang tidak, secara terpaksa
dan juga mereka yang rela. maka pada saksi yang
sudah berebut akan nikmatnya oleh jutaan hati2
yang bersaksi, maka tadah tangan harus meminta
yang dengan hadir bulan ini maka tetap diri itu terus
pada jalan ini yang lurus. dan andai bertemu maka
noktah yang kuharapkan tidak lain selain pada
lorong yang tak pernah mengalah insan akan rahmat
yang luasnya, tatkala kau menyaksi kedua hujung
biru langit pada satu toleh kau antara keduanya.
maka ketika saat itu kuperoleh maka cukup juga
andai tambah ku pada pinta andai salah yang berderetan
itu hapus ia dalam keluh diri yang mengeluh sedar
akan gelap serbuan ia pada hati untuk sekian lama.
maka andai kuperolehi, segala puji2an itu hanya
untuk-Nya. kerna pasti sudah maka Dia Yang Maha
Pengasih dan Penyayang dari segala lautan kemesraan
dan kasih yang pernah wujud di dunia...




***
Read more

02 Ogos 2010

Mengejar keindahan

0 comments
maka fikir aku jauh merenung pada sudut
pandangan yang tak bisa capai ku akan
hakikatnya, kerna miliki mereka berkat
anugerah apa yang mereka kerjakan. dan
itu suatu yang mungkin bukan kesanggupan
dan kemampuanku memerdekakan itu semua.
maka diri masih lemah dalam tatih yang
perlahan jalan maka jatuh tatkala melabuh itu
suatu yang mungkin bisa biasa sentiasa.
ohhh! mereka yang mengejar suatu yang
tak bisa dilihat indera mata, di mana kekuatan
peroleh engkau pada suatu masa yang enggan
aku melaluinya. apakah itu laluan yang membuat
segalanya berkembang. pada redup awan yang
memanyungi bukan lagi khayalan bahkan
lapang dada menangisi sebak itu aku kagumi.
cuba dalam bayangan aku apa rasa
yang meresap pada merah hati yang sayup
dingin memerhati bahwa lautan dunia itu
masin ia tak pernah menghilangkan dahaga.
masih tidak dapat mengalaminya. dan sebak diri
maka pada langkahan perjalanan tak bisa malah
mungkin pernah bertemu tapi mungkin pada
lemah upaya maka serong diri dari melihat
apatah mana hendaknya bertemu. maka bersaksi
ku kisah silam yang punya ia satu khazanah
yang mahal ia boleh buat kita peroleh dunia.
ya, dunia yang penghujungnya adalah pada
kedua hujung pandang kau pada langit yang
membiru, ya tak kelihatan. maka luasnya jadi
buah yang ranum buat si penanam dan seronok
alami tika memetiknya sudah pasti tak
bisa digambar kerna mewah perasaan itu melebihi
segala apa yang pernah di rasa. malah mungkin
kumpul semuanya yang ada di pentas ini belum
dapat hayati kita jurang bezanya. maka apakah
itu yang ditagih ...



***
Read more

30 Julai 2010

Bukti

0 comments
maka jejak kaki tak pernah berhenti,
kerna tak ketahui aku mana jalan tamatnya,
dan dimana ia bakal berlaku.
kerna selagi hirup ku udara kedamaian
dam hati yang diluarnya bagai taufan
yang meribut, maka akan ku katakan
bahwa saksiku bukti2 yang nyata,
walau lemah diri sering saja bawa
belenggu diri ke lembah hina.
maka bukti2 yang bermain pada indera
menjadi madah mengenal bahwa dia
sering memberi rasa dalam sedar
hati yang kadang2 alpa mengingati
dan membesar padanya empunya kuasa.
maka sepanjang kembara ini ku turuti
laluan yang padanya kekadang sempit terasa,
maka bayangan bukti2 itu sering saja
membuat diri serba salah. kerna pada
akal diri bertepi, tapi pada pandangan
ia membuka peluang untuk diri meresap
cahaya, selamanya mengadah.
maka bukti2 telah menjadi saksi
bawa akan hadir tiba jua masa yang
sering kita tinggal dibelakang. dan bahwa
Dia selamanya mengaharapkan yang
hambanya akan mengikuti apa yang
telah dimaklumi ia akan sedikit
pengetahuan yang ghaib. tapi terlepas
Dia dari kehendak pada kita walau
tunjuki Dia pada kita. maka harapan itu
sebenarnya kepada kita. kerna masakan
yang mengakui Maha Pengasih
bisa tidak tapi melakukan apa
segala kehendaknya. maka pada bukti2
kita meletakkan alasan untuk berkasih
pada erti kata sebenar. dan pada bukti2
maka akan jelas yang benar dari yang salah.
kerna telah anggapan dan kemahuan
menyesatkan meraka yang telah terpengaruh
dengannya. dan telah angkat mereka lebih
darjat dari kita. jadi masakan meletak kita
harapan pada suatu yang landasan tidak kemas
dan tidak tahu akhirnya dimana. and rahsia2
itu miliknya selama. kerna insan menilik
pada lemah durjana makhluk terlaknat
itu hanya perkara yang dimaklumi. tapi
sedar tidak kita perumpamaan bersaksi
yang dalam ia tidak hanya setitis masin air
dari luasnya lautan dalam. jadi masakan ditagih,
jadi masakan dibenci. kerna harap rumpun itu
mekar pada nikmat ini. dan kekadang
harus syukur itu datang di depan pabila
menyaksi susah insan pada hirup ia terus udara
dunia. sedang kita bersenang pada kerusi
malas bermegah dengan pemberian ini.
jadi masakan. kerna telah bersaksi bukti2.
dan pabila berharap maka sungguh itu
hanya pada suatu yang memiliki kehendak
tidak hanya milik bagi-Nya segala...



***
Read more

17 Julai 2010

Siapa yang dimuliakan

0 comments
siapa yang dimuliakan,
maka dia yang beruntung.
pabila ikhlas letak di depan,
maka kunjung yang sebenar
hanya pada redha yang satu,
bukan lagi kerna khalayak.

pabila tinta berbicara,
maka sekian kali,
berhibur tenung ku merenung.
sepoi angin membawa khabar,
yang lunak gembira
riang bersama.
ramah sekali.

maka layur pada sentuhan,
khazanah buat hati terpesona,
lantas buka minda,
hati menerima,
dan tadah tangan meminta.

oh cahaya yang damba hatiku,
terikat padanya.
sedang bisa saja pinggir ku
pada mundur yang tak berpenghujung.
tepian yang bergelimpangan.
sesat entah kemana?

maka layak lagi kah jika
diri bersuara.
memohon jalan kembali....

kerna agung itu hanya yang Satu,
baginya setiap segala sesuatu.
dan layakku tidak
untuk bersuara
pada setiap tetap yang telah
ada segalanya tertulis dalam kalam.
setiap perbuatan.
setiap peristiwa.

bagi-Nya segala.
tidak malah aku hanya hamba.
cuba merengkok menyedap
rasa,
riak hati agar terus faham,
hikmah segalanya hanya
baginya Yang Berkuasa.
dan pasrah
itu perlu aku dalam
ayaman kesabaran.


kerna penghujung itu yang bererti.
dan insan hanya boleh bersuara,
tapi letak akhir hanya Dia mengerti,
setiap apa didalam jiwa,
dan setiap zahir kita
lihat pada indera.


...
Read more

14 Disember 2009

Makna

0 comments
maka garapan ini hendaknya lembut pada madah yang ingin disampainya,
kira sukar itu berlaku pada kadarnya,
maka harap pinta hulur kudus kemaafan diterima sewajarnya.

maka laluan itu sudah sukar kita teentu sendirinya,
kerna perjalanan itu kabut yang gerak ia semahunya,
kadang luar kawalan,
kadang terlanjur bukan pada tempatnya.
dan kalau semahu penuhi segala kehendak diri,
semestinya maut itu bertemu mati tak sudah,
tapi itu bukan kisahnya.

kerna jauh kejadian depan yang bukan kita pemilik pengetahuan itu.
maka ingat aku pada endah kekadang tidak pada 'zikir',
buat peringatan yang sering saja lalu ia pada semua indera.
kita sendiri yang melaluinya.
ya, setiap masa tanpa menyedarinya...

ohhh, andai keindahan itu usaha diri memilikinya,
dan dari hujung ke hujung celahan awan itu
buat ubat segala luka yang timbul atas keru diri tak perit
malah enggan saja tepi ia pada lembut hati yang menyapa.
masakan.
kerna keindahan itu suatu yang sementara andai pengetahuan
tak bisa capai ia kehendak yang semestinya.
tepat pada setiap deruan yang membawa
kisah datang pergi ke sana.
ohhh, enaknya.
gemar pada suatu yang tidak dimiliki
malah selamanya bukan diri layak buat menjadi penjaganya.

buat cita ini yang selalu membakar,
buat perjalanan ini yang tak berpenghujung,
buat tamat segalanya agar diri bertambah faham.
segalanya, masakan ku merasai
dan selamanya diri menghargai.



***
Read more

21 Oktober 2009

Senda

1 comments

Bilang ku pada sendiri,
jika ketemu ku orang gila,
maka tiada yang lain,
dan orang itu adalah aku.
gila pada semuanya,
yang garapannya bukan
buat sendiri.
dan nilai berbaki hendak
dihargai.
kerna detik tidak berulang,
dan takkan pergi.
masakan.
ya, masakan.

Gila ku pada bicara
suka,
dengar hati itu berbunyi,
dan jawab yang berbalas,
semestinya,
buah yang ranum,
manis rasanya.

Gila ku pada kerja ini,
semakin hari
lazatnya tak terasa,
tapi hendak jua,
andai ia kekal
hingga diri pergi.
dan tetap langkah kaki
pada lurus jalan ini.
masakan.
tidak diketahui.
tapi harapan itu lanjut
sehingga surut.

Tapi pada kegilaan ini,
harap diri
tidak lepas batas,
sempadan yang pegang erat
sejak terkebelakang.
masakan.

Buat mengikut.
selamanya terikut,
dan aku yang kegilaan,
akan terus bermain
permainan suka.
terhibur sendiri.
seronok sendiri.

Harap sampai...
Harap senyum dibibir memerhati...
selamat,
semoga sebelum lilin,
bakar nyalanya terpadam,
kau tersedar,
moga kau diberi kekuatan.
ya, engkau adalah
kau yang aku suka.
dan penafian itu bisa
merumitkan,
menyusahkan segalanya.



...
Read more

15 Oktober 2009

Perang a.k.a. Propaganda

0 comments
ternyata rugi masa terbuang,
membelai kasih pada
embun pagi yang nyaman.
datang hangat mentari,
sejuk subur airnya
kemudian hilang.
masakan begitu,
kerna memang telah ditakdirkan.

ya, subur renek hijau,
dibasahi butiran hujan.
kala itu,
sejuk mata yang menyaksi,
damai pula hati yang menghayati.
dan ketika itu pula.
ucapan ini tak terluah,
pada nasihat.
" ketahui kau setiap perkara
dilakukan ia kerna apa,
apa sebabnya,
rationalnya dimana "

masakan dilupa,
ini resepi bahagia.
agar ingat selalu.
setiap ketika.
setiap masa.

agar perjalanan berikut,
yang tidak ketahuan hujungnya,
bakal menyaksi.
segala yang benar
telah bersaksi.
ketika sekitarnya
senantiasa bertasbih.
masakan.
tapi ku insan.
lemah pada perbuatan.
kurang pada amalan.
tak tergapai murni ikatan.
pada yang seharusnya
hati ini tertuju.
ya, masakan.

semoga,
segala rancangan,
diberi kemudahan.
walau sudah terkesan
angin gelora datang.
dan ribut badai
yang tak terkesan
maha dahsyatnya.

semoga diberi kekuatan,
dan ditunjukkan jalan.
dipermudah segala urusan.

salam buat
abadi di kejauhan.

p/s: tiada siapa menang, siapa pula tidaklah kalah. andai ini perjuangan panjang. dan gerila bukanlah jawapan.
Read more

09 Oktober 2009

Takkan Dapat Ku Beza

0 comments









Merintih kau dalam kata yang jelas,
buat diri yang enggan buka luas.
moga harapnya dapat segera faham,
makna kata itu yang padanya terukir
rasa kasih sayang.
Suatu bicara,
tidak mahu menoleh tapi
bisa dikongsi teladannya.
Namun takkan dapat ku beza,
tapi belum tentu aku lupa,
kerna pabila bertemu,
bergelora dalam jiwa bahawa
ini orangnya.
Masakan dibeza yang benar dan
yang salah,
kerna semua bercampur aduk
dalam satu ramuan,
Tapi harapan itu masih ada,
untuk tidak selindungku,
pada yang dibenar tanggung untuk menjaga.
Kerna itu,
usah risau.
Akan ikat diriku
pada setia noktah ini.
Bahawa segala yang terancang itu,
benar sekali akan berlaku ia.
Dan enggan diri menyusah,
pada yang diberi kuasa menjaga.
Engkau sendiri tahu siapa engkau?
dan tahu pula aku siapa dikau.
Biar kepada meraka yang mencuba?
walau dalam samaran yang takkan
dapat kubeza.
Tapi jernih hati yang kerisauaan,
susah pasti dalam gaungnya
dari gelap malam diseliputi awan.
Masakan,
kerna takkan dapat ku beza,
maaf dipinta,
andai terlanjur haluan,
pada kamu yang menjaga.
Read more