Tentang diri

Foto Saya
Ibnu Sobri
Kedah, Malaysia
Ku pengembara. Terokai madah dalam diam mulut berbicara. Menyelongkar rahsia dengan lemah deriaku. Menyelami hati seorang perindu. Sunyi di kala ada, girang di waktu sepi. Pantas mataku memerhati maka hatiku menyaksi, kelibat peristiwa dan rentetannya. Maka jelajah ini pasti tak sudah, sampai pasti di depanku titik noktahnya. Dan ketika itu langkah dipersoal dan gerun hati andai tak terjawab segala persoalan....
Lihat profil lengkap saya

Blog

Memaparkan catatan dengan label Jendela. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Jendela. Papar semua catatan

26 Disember 2011

buntu idea.

0 comments
pada redup awanan, maka tadah air itu bagai butiran mutiara yang jatuh menusuk perut bumi. maka hidup subur kembali segala yang bertasbih tiada henti. dan indahnya pada kehijauan yang bermain di depan mata, cukup buat diri segar dalam lalai dari kacau fikiran. maka berterusan aku dikucup bayu yang entah kemana dingin itu tiba buat bangkit kembali jiwa. oh! mesra sebegini seakan membuat diri lupa pada takdiran yang aturan ini begitu sempurna. buat tayangan lemah insan dalam cakerawala... buat bingit semua itu dalam tadahan doa! semoga berita gembira itu khabaran-nya pasti. yang pergi menimpa, maka kita semua bakal semua berjumpa. bertemu pada paksi yang janji, itu benar pada lukisan alam yang telah menyerah segalanya... maka makalah ini luasnya buat diri rasa megah dalam selimut hamba. yang aku ini telah bersaksi, maka aturan itu cuba ku fahami dari sudut jiwa dan hati yang berasa gundah. bahwa sekian akan ketemu harap dan takut yang menyerpa...
Read more

24 Disember 2011

kalimat.


kerna kalam kita mengenal-Nya. dan pada erti kata maka kita cuba memahami dimana letaknya diri dalam jagat raya...

pada seteru usai kayu2 yang memegang buku2 aku yg kusam kesunyian. maka tatapan buku itu buat sedar yang aku kini jauh dari ruh yang pernah mengjenguh aku tatkala kukenal akan makna percaya. maka haru aku kini sendirian bukan kerna kurindu; bukan jua kerna kumegah; dan bukan kerna aku agung dirimu tinggi dari bisa yang sepatutnya. teguh yang itu tak pernah diri kecoh dari benar jalannya. maka ingin diri ini kecapi sekali lagi deruan rindu pada makna kata2 yang membangun jiwa. pada tulisan2 yang carik hati ini bisa pecah maksud betapa kerdil aku ini bernyawa. pada pentas2 caritan yang dengannya kembali aku menghampiri jalan taqwa...

"Betapa juapun kita harus percaya, bahawa kebaikan juga yang menang. Sebab asal-usul kejahatan kita bukan jahat, hanya baik semata. Kalau kejahatan pernah menang, hanyalah lantaran dorongan nafsu. Bila nafsu telah reda, kebaikan jualah yang kita junjung. Sebab itu hendaklah kita percaya penuh dengan Iman dan baik sangka pada Tuhan. Itulah Falsafah Hidup" ~ Buya HAMKA

maka sekali nafas sudah cukup tahu aku ini bakal hanyut dan diri bisa lingkup. namun harapan tak pernah sudah aku himpun pada-Nya. yang diri ini bisa kenal dan hati mula cahaya semula. yang pada selindung awan mendung menghimpit mentari, cahayanya tak pernah padam sedia untuk menerangi pada cukup nisbah masa tatapannya...

***
Read more

30 November 2011

jangka waktu.

0 comments

 ketemu aku bahawa usia itu suatu yang jarak panjang ia tidak pernah siapa ketahui. dan melangkah aku pada hari2 berlalu umpama detik2 yang semestinya diri hayati, tak pernah bersuara dan tidak terlihat diri lagi akan apa dapat ia jana dalam jiwa. ooo... semestinya rasa ini pernah pergi, kehilangan arah dalam kabus yang menggelap hati yang gundah. kemana!... ku mencari arah. maka jalan kembali itu, kekadang jemu aku pada laluannya yang panjang... ooo, jalan pulang semestinya bertemu semua insan pada penghujung yang sama. tapi berbeda segalanya pada turut cara mereka memikulnya. ooo... mahu apakah lagi aku??? apakah yang selama ini diri pinta. semestinya pencarian takkan berakhir....... pada waktu maka lahir kita ke pentas dunia. pada jangka usia kita bersama. maka masa menentukan detik pertemuan hatta perpisahan.


Read more

10 November 2011

memori

0 comments

mengerti daku akan peristiwa tak akan kembali sebagaimana
berlaku ia akan kali pertama. dan kenangan itu pasti terus
segar dalam ingatan bagai ia kelmarin dalam pandangan.
ooo, andai indah saat itu, ingin aku kembali buat kali kedua.
mengatakan apa yang perlu. kerna rindu ini kini buat yang
tiada. mengapa???

tiada cerita, maka ingin kusampai-kan segala yang masih
basah dalam jiwa. bahwa, aku kini sepi akan senyum tawa
yang menghias diri. pada lembap udara yang sesekali
nyaman ia buat bangun diri terjaga. ooo, pada rimbunan
hijau yang menyejuk mata. pada tititk2 air yang jatuh dari
langit, menyampaikan apa terbuku dalam jiwa...

sesekali kenangan itu mencuit hati. sedar akan kelibat yang
tidak akan dapat kurasa semula semua yang bermain dalam
minda. bahwa memori tersemat ia pada perasaan yang dingin.
bahwa padanya terdapat cerita suka dan duka. bahwa aku
dahulu dan kini masih tidak dapat lupa... akan perkara yang
terjadi; akan muka2 ceria yang buat diri ketawa; akan
seseorang yang akan daku ingat buat sekian masa. bahwa
untuk terus mencari, maka telah daku hilang akan dikau
buat selamanya....



***
Read more

15 Oktober 2011

Bebas diriku dari kenangan lalu...

0 comments
berlalu masa tidak bawa kembali seri dan damai yang pergi.
kerna kenangan sukar dilupakan malah diterjemah. masakan,
kerna hati itu masih lagi sayu pada setiap suara dan mata yang
menyapa. dan kata-kata yang ku genggam pasti itu selalunya
buat diri lemah pada daya yang tak bernyawa....ooo, mengapa
dilepaskan sendiri. kerna telah tiba masa-nya. waktu buat berlabuh
pergi memori yang hampir pada hati. bahwa salam tak menyambut,
maka tadah aku itu harus pada tempatnya.....namun, bisa anggap
dikau temanku, takkan aku lupa. dan bahwa pernah sekali, harapan
itu menggunung tinggi. dan rasa masih ada, dan mekar ia pada
makna yang sebenar.....sebelum meresap ia ke bumi bersama
rintihan awanan, yang memahami... seakan mengerti apa yang
pernah diri lalui!
Read more

10 Oktober 2010

Senyum pagi.

0 comments
oh pada bibir menyapa, seribu keindahan menjelma.
dan renyai hujan asyik di luar, bawa bersama rahmat
dan suasana alam kembali ceria. pada mentari yang
menanti terik aku akan sinarnya. belum hadir dengan
hangat cahayanya. buat bisa diri gelisah. apakah telah
ku berbuat salah. sampai menyendiri maka menjenguk
tidak. masakan! oh pada rentetan awan yang melayang.
ku harap pasti yang hati ini sama2 bertasbih suka. dan
bahwa syukur itu kalimah mulia. pada pengabdian itu
ku harungi jua payah dan hati telah lama derita. kerna
beroleh tidak, maka serong jalan itu serik aku akan
kembali melaluinya. oh, pada derita yang aku mulai
akan kisahnya. maka belum cukup hati ini sembuh
akan sakitnya. maka dapati aku yang sinar itu semakin
malap di dalam jiwa. maka harap itu aku dapat teguh
dengan bantuan dariNya. asbab jahil diri tidak kenal
ilmu yang dapat merawati akan calarannya. maka telah
usaha segala kemampuan. maka berlindung dan harap
bantuan datang dari Tuhan. bahwa semoga bisa sembuh
segala penyakit... dan bisa lihat kembali wajah insan
yang sebenar miliki hati dengan makna yang dalam.
maka pada kekok ku berwajah manja. sedari yang sayang
itu telah lama hilang. dan hati kaku akan pengharapan
yang dijanji insan...
Read more

26 September 2010

Berlabuh pergi...

0 comments










maka lambunan ini sampai ke penghujungnya.
andai dinanti, bisa pergi. dan andai dicari, pergi
dia menghilangkan diri. maka dimana tampak
sudah enak. maka ini bukan tempatnya. sesekali
mesra rasa dingin dalam hati. tidak bisa buat kau
rasa cukup dengannya. umpama air masin, ditelan
lagi datang dahaganya. maka berlabuh lagi, maka
ini suratannya. kerna tidak layak, maka dalam
kerendahan ku perlu bergerak sama. sebagaimana
awan lemah gemalai sentak gerak dengan gemersik
suara si angin yang layu... oh enak diperhati... kekok
pula apabila bersaksi.

maka dalam madah akan ku berlabuh lagi. dimana
labuhan kali ini bisa bawa ku kemari. tidak kutahu
dimana jadinya. kerna layar ini bisa hancur di
tengah jalan. masakan ribut pula berhempas, lalu
tenggelamkan segalanya. jadi apabila layaran disoal
sama ia dengan tempat berlabuh. maka jutaan hikmah
yang bisa tumbuh akal dengan saksama itu yang kupinta.
Oh... sesekali hatiku gerun, tenang tidak fikiran bermain
dengan buih2 yang pergi. kerna tempat kucari tak pernah
kutemui. dan sempit hati terasa tak pernah kumaklumi.
kerna andai ditelan sahaja tidak cukup. kerna gapai
perlu kau sisanya. agar segalanya berbuah bahagia...
ooo pada ufuk ku perhatikan yang disana masih ada
harapan. pada merah nyalaan kecintaan maka sang
mentari pergi. yang gemerlap dengn suci cahayanya
maka sang purnama bersuara... oh megah kepada
kepada mereka yang tunduk! penyaksian dalam hati yang
tak sudah. hirup udara dinanti, maka syukur bertasbih
tak kenal sempadannya. dan darjat diraih. tinggi
melangit dari apa yang dicita. maka diri kini cuba belajar...
mengenal madah dalam dakapan hati yang sengsara.
bahawa segala bakal dipertanggungjawabkan!...



***
Read more

21 September 2010

Jumpa tidak. Menanti tidak.

0 comments
ku khabar dengan jiwa milik ia apa yang dalam.
pada milik empunya bukan hakikat tapi beri ia
tadbir. buat bawa ia pada jalan redha. yakni apa
yang diwahyu dan lafaz pada bibir yang dimulia.
maka, pada hujan yang berlalu maka kembali
subur dengan hidup kembali apa yang melambai.
oh, hanyut pada keindahan. walau buta ini telah
bawa diri berlalu jauh dari sempadan yang
semestinya. oh, anggun pada tempatnya. maka
tunduk ku akur yang insan itu hirup ia udara
buat mekar ia pada amal. dan teguh hati yang
satu itu, harus mengerti kenal apa yang semesti
-nya. agar tidak namun akan tetap dipertanggung-
jawabkan kelak. kerna itu suatu yang pasti. maka
pada ukiran ketaatan yang sedikit mengah.
maka ku berlalu yang langkah itu harus tidak
mengalah. kerana fitan selagi hidup, ia takkan
berakhir. maka harap iti harus teguh pada
kebenaran. dan hanyut tidak buat sekian kalinya,
ya walau pengetahuan terkedepan bukan
milik empunya. bahkan azam seharusnya pimpin
diri ke jalan yang diredhai. kerana buta mata itu
tidak bahkan teruk pabila hati itu tak bisa
lagi serap keindahan. kebenaran. oh pabila hati
telah buta, maka cahaya tak bisa berlalu bahkan
kekal ia sesat tak kenal sempadan. maka bermohon
agar teguh ini tak bisa goyah. kerna payah bisa
mengah, tapi susah tak bisa bawa diri mengalah.
kerna cahya harus lurus. kerna hanya empunya
mengerti apa itu salah.ya pabila ilmu telah
masuk ia buat tafsiran yang benar. Ooo tidak
pernah layu, malah pohonan segar kembali
selepas simbah ia dengan butiran rahmat melangit.
Ooo hati kenal tidak keindahan malah pabila
telah berlalu ia dengan noda. Ooo mengerti tidak
malah pengetahuan pasti hanya milik-Nya.
Yang Maha Mengetahui. Ooo bermohon agar
langkah terus diberi pedoman. agar makalah itu
tidak gersang pada gerun yang lalu ia hanya
sekejap. sepetang malah pendek dari itu. andai
kata jiwa itu mengerti tidak, tahu tidak. maka
puji itu terus lurus pada yang layak. kerna telah
serah diri ini yang berlaku itu telah tulis ia
pada kitab mulia. dan tiada yang berlaku malah
ibrah itu harus kutelan tanpa kenal pahitnya.
andai itu beri ia pelajaran untuk aku kenal
apa yang patut. maka tak pernah hati ini sesal
malah yang berlaku itu pasrah ku yang syukur
itu harus ku agungkan. Ooo jiwa yang dimuliakan.
tak pernah ku kenal maka harap itu terus tanam,
yang kelak ku bisa hirup seteguk dari mata air mu.
ya telaga yang telah dikhabarkan. dicipta oleh
Yang Maha Agung buat mereka yang ikut bawaan
mu. aku pada dua tangan yang bertemu, aku
gertak bibir ini memohon segala kebaikan. walau
mata tak bisa mentafsir segala yang betul itu
letak pembawaannya. kerna yang mengerti hanya
Dia. milik segalanya. dan diperkenankan apa
yang ku pinta. kerna yang bakal terjadi pasti
berlaku. dan apa yang ditetapkan itu kehendakNya.
Ooo agar dapat ku selimuti gersang hati ini
dengan selimut iman, dan agar diri sedar pada
yang tetap yang rimbun takkan bisa buat
pergi apa yang hakiki. kerna yang berubah hanya
apa yang milik ia pada insan. yang merah. yang
hidup. yang mentafsir. dan kelak hasil darinya-lah
yang merimbuan akan buat kenal insan makna
derita dan apa bahagia....!



***
Read more

16 September 2010

Apa yang hilang hendaknya berganti

0 comments
tatkala madah itu hujan ia dengan bicara
tak sudah. maka mengerti tidak. andaikata
benar bicara pada jelasnya pun, maka tegas
ini bakal disalah ertikan. maka bagaimana?
maka pada tebusan yang sudah, tidak tahu
bahkan bukan kumiliki pengetahuan itu.
tapi pada selekoh panjang perjalanan maka
tengok aku harus tunduk. agar tak menimpa
kemalangan. bahkan yang terjadi bakal berlaku.
dan apa kehendakNya bakal terjadi. maka
kayuh itu harus mengah hanya untuk mendapat
akan Dia. maka yang memberi, yang menerima
pada zahir tidak nampak aliran disebalik
tabir ghaib. maka syukur yang berdendangan
harus mesra pada kalbu. agar tenang datang
menerjah. dan gemerlap ia dengan cahaya
akan sentiasa sinar ia pada haluan. maka
apa yang hilang hendaknya berganti. dan andai
sendu mengenang tidak terdaya membawa
datang kembali. dan sungguh benar yang hilang
itu pada yang haq. bukan kehendak insan yang
lupa lemah mentafsir nilai harganya. maka redha
itu harus. syukur itu harus. dan gerun itu
perlu andai telah melampau diri dari batasnya
yang pasti. agar moga kejahilan ini tidak meraih
azab selayaknya diri terus mohon agar ampun
diraih sebagai balasnya. dan pada kerendahan,
maka pasrah itu ku hayun semoga Dia memberi
balik apa yang hilang. dan layak itu yang berganti
lebih baik dari yang hilang. kerna itu janjiNya.
namun andai layak diri terima. tapi sudah suntuk
jiwa ini merana pada kejahatan yang dilakukan
oleh tangan. sedar tidak tapi sendiri yang punya
angkara. hingga gelap itu gagal kutepis. maka belenggu
ini masih dapat tidak kulepaskan. maka harap
bermain pada takut yang meluap. tentang bahana
yang menerpa. bila tentu maka bakal terjadi akannya.
maka, supaya diri tetap teguh pada penyaksian.
dan moga dipermudah segala urusan. dan tidak
terbeban dengan suatu yang tiada daya diri mengharung
akan kabutnya, buasnya. semoga sabar dijadi
perisai. dan pelindung hanya pada diri yang berserah.
dan apa yang dimulut itu sesuai dengan apa yang
dihati. dan moga diri terlepas dari dakwaan pada
hari yang membangkit. dari segala permasalahan.
dari segala tuduhan. kerna yang benar itu datang hanya
dari Tuhan.



***
Read more

04 Ogos 2010

Kedatangan

0 comments
maka hadirmu itu bisa kujemput dalam hina
diri tak punya apa yang kau sendiri bawa.
maka pada bekalan sudah tentu harap tidak ku
agar hadirmu pada saat ini dapat tambah bekalan
pada kosong hati yang cuba menadah rintihan2
rahmat yang bercucuran turun dan agar lembut
hati simbah ia dengan pengetahuan yang jernih
ia bisa suci minda andai kata janji bertemu lagi
sekian masa. segala itu ketentuan-Nya yang pasti.
maka tika kedatangan diraih maka gema itu tak
lagi kedengaran di telinga. sergah pujian dari benak
yang bernyawa pasti juga yang tidak, secara terpaksa
dan juga mereka yang rela. maka pada saksi yang
sudah berebut akan nikmatnya oleh jutaan hati2
yang bersaksi, maka tadah tangan harus meminta
yang dengan hadir bulan ini maka tetap diri itu terus
pada jalan ini yang lurus. dan andai bertemu maka
noktah yang kuharapkan tidak lain selain pada
lorong yang tak pernah mengalah insan akan rahmat
yang luasnya, tatkala kau menyaksi kedua hujung
biru langit pada satu toleh kau antara keduanya.
maka ketika saat itu kuperoleh maka cukup juga
andai tambah ku pada pinta andai salah yang berderetan
itu hapus ia dalam keluh diri yang mengeluh sedar
akan gelap serbuan ia pada hati untuk sekian lama.
maka andai kuperolehi, segala puji2an itu hanya
untuk-Nya. kerna pasti sudah maka Dia Yang Maha
Pengasih dan Penyayang dari segala lautan kemesraan
dan kasih yang pernah wujud di dunia...




***
Read more

Kesedaran

0 comments
tatkala bermain akal dengan kayangan angan2,
maka tika itu selidik cuba mengorek pada lubang
rahsia andai kata ia menjelma. namun hampa
itu berjumpa ia pada gantinya. masakan. bertemu
tidak keruan tapi hikmah itu pasti cuba ku selongkar.
tapi bisa suatu yang bukan madah pengetahuan itu
ia tanam dalam benam hati yang cuba mendalami
erti kehidupan, dapat ia sergah mengerti maksud
pabila ia menegaskan rasa. tetap pendirian itu ku
bertemu ia walau sukar akibat kekadang goyongan
yang bermain pada minda, mudah ia memaling dari
sudut yang benar akan ia. tidak sesekali namun pabila
di mengerti maka mengalir basah mata tak berkesudah.
kerna sedar pada kesedaran maka telah lama kita
terpadaya oleh nyata khayalan yang bermain depan mata.
dan turuti kita kehendak ia pada elok saksi kita yang serong
akan pembawaannya, ya semestinya dalam sedar pada
jelek ia kelihatan dan buruk ia semestinya bukan hati kita
sirna menjauh akan ia selamanya. masakan. kerna andai
ini zamannya maka laluan ini pasti akan bawa juga kita
hendaknya. tiada dapat memaling kerna telah takdir-Nya.
tapi jika itu khabar ia pada selok sejarah yang beralun
madah telah sekian lama. maka sudah harap kita pada janji
yang dilafaz sudah pasti akan berlakunya. tapi pada janji buat
mereka yang menang sudah pasti mahar yang dibayar
hendaknya mahal dan perlu kerah segala tenaga. tapi tak bisa
juga bayar andai kata hati yang diterjemah mampir ia pada
saksi yang bergelimpangan, lurus tidak malah serong perbuatan
bukan pada semegah zahirnya. tontonan semata maka sedar
hati tidak pada perbuatan diperlihat. masakan. maka sedar
yang berpanjangan sudah tentu ketahui ku tidak apa kerperluan
nya. kerna andai ini bekalan yang pernah bawa kita pada puncak
maka hendaknya semua itu hanya atas izin-Nya. kerna
tak ketahui tapi cuba memahami yang kembara yang terpencil.
maka jawapan sebenar sudah tentu bertemu tidak malah
pabila selesai kita dikumpulkan disana...



***
Read more

02 Ogos 2010

Mencari

0 comments
maka andai singgah ini haluan yang mesti kita terima,
maka pilih itu pada hati yang terikat, tapi itu semua
mungkin bisa putus andai kata rapuh talinya dan andai
simpulan itu kuat tidak menahan daya yang datang cuba
memutusnya dari sudut yang pelbagai. masakan, kerna
sedar diri laluan ini bisa dayung ia pada mengah tangan
yang tak larat sanggup lagi melihat satu demi satu pergi
maka hati yang terluka itu tak bisa dan mungkin sukar ia
pulih sebagaimana asalnya. maka diri cuba buat kali ini
memberi peluang, bukan pada sesiapa tapi malah buat
diri untuk menerima keburukan malah mungkin itu bukan
ia sebenarnya tapi cuma malah tafsir sendiri. maka pada
keistimewaan ku menyaksikan sedar tidak insan cuba
memusnah dirinya pada akibat perbuatan yang lihat
ia satu yang sempurna. masakan berlaku. kerna pabila
rasa itu dalam, tak perlu ia pada lemah tolong si laknat
durjana mentafsirnya. apatah mempamerkan segalanya
umpama sudah terjurai hijab pada maklum yang tak
punyai kuasa ia apa yang ghaib. maka selindung ku cuba
pada rasa yang semestinya melihat apa yang mungkin
bukan madah ia dari pengalaman yang ditimba, tapi
mungkin kiasan permainan juga hendaknya. kerana pabila
mentafsir maka hadap kita pada sentuhan yang mungkin
buat yang salah rasanya benar. ya, apa akan daya pabila
kehendak itu lemah dan senang kuasai ia oleh
durjana yang telah bermain selamanya dengan bayangan.
tapi hendaknya ku menyaksi. bahwa yang miliki mereka
upaya yang sebenar dalam tetap yang tak bersempadan
dengan petunjuk Yang Kuasa. maka taklim itu mereka
pada hakikat sebenar, dan bisa lihat segala yang tersirat
dengan izin-Nya. pada usaha yang lemah tak mungkin bisa
diri peroleh apatah itu bukan nurani yang sejati. kerna
berbakti kita hanya pada-Nya. dan balasan itu milik-Nya
segala, Yang Maha Adil dalam pembahagian kurnia-Nya.
maka dalam tadahan yang masih hingar pada wujudnya
kehendak yang batil, maka ku turutkan ucapan yang agar
dengannya tetap aku pada jalan yang lurus ini hingga akhirnya.




***
Read more

30 Julai 2010

Bukti

0 comments
maka jejak kaki tak pernah berhenti,
kerna tak ketahui aku mana jalan tamatnya,
dan dimana ia bakal berlaku.
kerna selagi hirup ku udara kedamaian
dam hati yang diluarnya bagai taufan
yang meribut, maka akan ku katakan
bahwa saksiku bukti2 yang nyata,
walau lemah diri sering saja bawa
belenggu diri ke lembah hina.
maka bukti2 yang bermain pada indera
menjadi madah mengenal bahwa dia
sering memberi rasa dalam sedar
hati yang kadang2 alpa mengingati
dan membesar padanya empunya kuasa.
maka sepanjang kembara ini ku turuti
laluan yang padanya kekadang sempit terasa,
maka bayangan bukti2 itu sering saja
membuat diri serba salah. kerna pada
akal diri bertepi, tapi pada pandangan
ia membuka peluang untuk diri meresap
cahaya, selamanya mengadah.
maka bukti2 telah menjadi saksi
bawa akan hadir tiba jua masa yang
sering kita tinggal dibelakang. dan bahwa
Dia selamanya mengaharapkan yang
hambanya akan mengikuti apa yang
telah dimaklumi ia akan sedikit
pengetahuan yang ghaib. tapi terlepas
Dia dari kehendak pada kita walau
tunjuki Dia pada kita. maka harapan itu
sebenarnya kepada kita. kerna masakan
yang mengakui Maha Pengasih
bisa tidak tapi melakukan apa
segala kehendaknya. maka pada bukti2
kita meletakkan alasan untuk berkasih
pada erti kata sebenar. dan pada bukti2
maka akan jelas yang benar dari yang salah.
kerna telah anggapan dan kemahuan
menyesatkan meraka yang telah terpengaruh
dengannya. dan telah angkat mereka lebih
darjat dari kita. jadi masakan meletak kita
harapan pada suatu yang landasan tidak kemas
dan tidak tahu akhirnya dimana. and rahsia2
itu miliknya selama. kerna insan menilik
pada lemah durjana makhluk terlaknat
itu hanya perkara yang dimaklumi. tapi
sedar tidak kita perumpamaan bersaksi
yang dalam ia tidak hanya setitis masin air
dari luasnya lautan dalam. jadi masakan ditagih,
jadi masakan dibenci. kerna harap rumpun itu
mekar pada nikmat ini. dan kekadang
harus syukur itu datang di depan pabila
menyaksi susah insan pada hirup ia terus udara
dunia. sedang kita bersenang pada kerusi
malas bermegah dengan pemberian ini.
jadi masakan. kerna telah bersaksi bukti2.
dan pabila berharap maka sungguh itu
hanya pada suatu yang memiliki kehendak
tidak hanya milik bagi-Nya segala...



***
Read more

21 Julai 2010

Penyaksian

0 comments
maka pabila lidah insan
itu basah ia pada bukan tempatnya.
maka akan kedapatan
ribut hingar kekalutan pada
kecelaruan yang bawa
masalah pada tadbir
alam yang saksama.

jadi masakan!
telah diberitakan dalam kalam,
yang penyaksian takkan
dibiar tanpa ujian,
dan si penguji hanya bagi
layak buatnya Si Pencipta.
apa madah ujian buat insan?
maka si Khaliq itu sendiri berkuasa,
tapi telah dimaklumi
kita yang beban ujian
ditanggung setara laratnya
si pemikul.
maka pujian bagi Yang Maha Pengasih.
tidak menzalimi,
malah insan sendiri yang sering alpa
pada realiti masa
yang merentasi.

maka cukupkah hanya penyaksian!
tidak tahu malah
kubiarkan segala persoalan
tanpa jawapan.

tapi tahu penyaksian dibawa
bersamanya kewajipan.
larat pikul yang wajip
sudah pasti buat yang bersaksi.
maka kelebihan,
sudah tentu buat mereka
yang melebih pada perbuatan,
melayari batas kewajipan.

setiap kita adalah ujian bagi yang lain,
sudah semesti sedar kita
maka jalan pulang
hanyalah kepada Yang Maha Agung.
maka jangan disoal berlebihan,
dan taksub pada tujuan.
kelak sesat kita,
dan bahana laknat akan
datang menerpa
sekian masa.

mari menuju pada
redha Yang Satu,
tidak saling bercakaran,
sudah semesti layaknya
kita berlumba berkejaran.
lebih melebihi dalam amal.
kerna yang bermanafaat
bukan buat tahu ia pada insan.
tapi hanya harap ketahuan
ia pada Yang Maha Mengetahui.



***
Read more

17 Julai 2010

Siapa yang dimuliakan

0 comments
siapa yang dimuliakan,
maka dia yang beruntung.
pabila ikhlas letak di depan,
maka kunjung yang sebenar
hanya pada redha yang satu,
bukan lagi kerna khalayak.

pabila tinta berbicara,
maka sekian kali,
berhibur tenung ku merenung.
sepoi angin membawa khabar,
yang lunak gembira
riang bersama.
ramah sekali.

maka layur pada sentuhan,
khazanah buat hati terpesona,
lantas buka minda,
hati menerima,
dan tadah tangan meminta.

oh cahaya yang damba hatiku,
terikat padanya.
sedang bisa saja pinggir ku
pada mundur yang tak berpenghujung.
tepian yang bergelimpangan.
sesat entah kemana?

maka layak lagi kah jika
diri bersuara.
memohon jalan kembali....

kerna agung itu hanya yang Satu,
baginya setiap segala sesuatu.
dan layakku tidak
untuk bersuara
pada setiap tetap yang telah
ada segalanya tertulis dalam kalam.
setiap perbuatan.
setiap peristiwa.

bagi-Nya segala.
tidak malah aku hanya hamba.
cuba merengkok menyedap
rasa,
riak hati agar terus faham,
hikmah segalanya hanya
baginya Yang Berkuasa.
dan pasrah
itu perlu aku dalam
ayaman kesabaran.


kerna penghujung itu yang bererti.
dan insan hanya boleh bersuara,
tapi letak akhir hanya Dia mengerti,
setiap apa didalam jiwa,
dan setiap zahir kita
lihat pada indera.


...
Read more

04 Mei 2010

Pilihan Slah?

0 comments
bertanya ku sendirian,
pada diri,
pada hati kecil ini.
yang derita padanya enggan pergi,
mengapa?
akhirnya sengsara yang kulihat
ku sendiri alaminya,
ya Tuhan bantu ku temui jalan
keluar selamanya.
sesat sendirian yang penghujung
ini tak ku pinta,
kerna dahulu lihat ia dari
kejauhan cukup merasai betapa
punah jika hendak sedemikian rupa.
maka tampak sinar kehendak itunya yang pasti.
tapi merangkak diri kekadang
merasa payah walau hanya satu langkah,
mengapa?

----------------------------------------
epilog

"kerna pilihanku sering salah,
dipilih itu yang memusnah".
mengapa demikian,
tidakkah punya kau mata masa
yang berjaya bawa bangun nusa pada zamannya.
mengapa?
serik ini tak patut,
kerna usia pergi
kembalinya hanya satu mimpi.
mengapa?
seusia yang bisa patut kau renung
enggan menyesal pada benih,
cita-cita yang tanam ia pada
pendukung berikutnya.
mengapa?
dan ku menanti jawapannya.

---------------------------------------
finale

nampak kau bangun suatu yang enggan wujud,
kerna itu bukan kehendaknya.
dan marak api yang kau nyala
kelak bakal bakar dirimu sendiri.
bersedialah!
dan aku yang menanti akan terus
buka mata,
agar tidak sengsara bersama.
wajahmu yang bermain
pada permanain jiwa-jiwa
yang padanya menanti penuh harap.
saksikan yang kesumat itu bukan jawab,
andai ia jawapan yang kau pinta.
dan dunia yang telah kau tolak dari
awalnya tak mungkin kau perolehi
andai kau cuba dengan nyawa.
percayalah,
kulihat wajah letih,
raut tidak senang,
pada dilemma yang kau sendiri bina.
teguh ia goyah pada angin
suara yang melintang.
berhentilah! atau kesal kau
sebagaimana yang telah akui
pilihannya salah senantiasa...
jalan itu masih ada.

-------------------------------------------------

inikah permainan dunia...




***
Read more

09 Disember 2009

Debaran itu...

0 comments
Rasa...andai itu maknanya,
maka takkan terjawab sehingga akhirnya.
pada hujung kata simpan pada madah,
maka tuju itu tak bisa sampai hingga tamatnya,
jadi takkan ku biar lagi debaran itu menguasai,
ingauan ngeri pada yang tak endah,
jauh buat mengerti,
tidak pada membenci.
kerna selindung itu suatu yang hargai ia,
tak berbolak bahagi lagi,
tapi andai kusut jalan ia pada sempit laluan,
maka hendaknya dingin ini yang berkumandang
sehingga ke penghujung.
agar dapat kawal ia.
agar terus kuasai ia.
kerna diam tidak lagi cukup
malah selindung tidak pula hanya membisu.
kerna tiada lagi...
kerna tak bisa tunjuk lagi...
dan dakap ia dalam sendu menekap.
kerna kosong itu selamanya...
ya buat selamanya.
moga terisi jika tidak dapat menguasai.
semoga hibernasi bukan
jawapan pada suatu yang luar kemampuan.
tapi kerna dingin jua bukan alamat
salju itu buat ubah sejuk linangan.


***
Read more

29 November 2009

Ini Bukan Masa Menangisi

0 comments
andai kata hidup tak punya usia,
maka bicara ini tak bisa keluar
dari lidah yang rasanya tak bisa kelu,
tapi malah akan terus diam.
kerna saksi itu payah yang sangat.
dan dari kejauhan cuma memahami
derita alami orang yang membawa sinar
sampai ke hati.
ya, masakan mengerti lagi apa erti
air mata yang mengalir tak bisa
bayar pedih yang menyucuk dalam jiwa.
kerna kau yang mengalami dahulu.
itu sudah pasti.
tapi masakan,
jika tidak begitu,
mungkin sukar kau berkata:
"kami redha kepadaMu,
dan Aku reda kepada kamu".
gelaran termulia,
angkatan darjat tertinggi.
moga aku turut sama meraihnya.
Insyaallah!
Read more

18 November 2009

Setahun Hari yang Suntuk

0 comments
Enggan percaya,
tapi andai ini kehendaknya,
maka saksi aku,
suntuk hari buat setahun rasanya.
malah ini juga berupa
nikmat-Nya yang harus
syukuri sampai
terbit mentari yang panjang
takkan dapat ku bayar.
kerna semua miliknya...

Setahun hari yang suntuk aku
langkahi dengan lembaran
yang aku nanti ia dengan
penuh debar.
entah apa bikin aku
keesokan hari
aku tidak mengerti
malah bukan pengetahuanku
rentas semua itu berlaku.

Andai tangis itu
terus basah mata kernanya.
Maka akan saksi aku,
suntuk hari yang panjangnya
setahun.
maka akulah yang memulakan bicaranya.
kerna dapat ku semua ini dari Dia.
harap terus syukur dalam diam,
takkan sangka,
tak pernah pinta,
yang hari itu akan suntuk
setahun lamanya dalam diriku...
Read more

26 Oktober 2009

Pabila (Senja)

0 comments
dan gelap tiba
tunai janji setia
pabila masanya tiba.

dan senja yang merah
saganya bisa saja
bergetar hati ini
umpama tidak kenal ia siapa.

dan warna cerah suria
semakin himpit
pada aturan yang menetapkan.

diri ini jiwa yang menyaksi
sempadan batas itu
tak harus terlanjur
pada makna yang tersirat.

harus pula diri,
faham suara alam
yang hendaknya
menyanyi
umpama ubat buat
hati yang lara.

dan syukur itu
tak patut sudah.
cukup
pada yang sedikit.
malah tadah luas
patut diri menyapa.
pohonan suara
asyik
pada tunduk
jiwa yang padanya
hanya pada yang Kuasa.
Read more