Tentang diri

Foto Saya
Ibnu Sobri
Kedah, Malaysia
Ku pengembara. Terokai madah dalam diam mulut berbicara. Menyelongkar rahsia dengan lemah deriaku. Menyelami hati seorang perindu. Sunyi di kala ada, girang di waktu sepi. Pantas mataku memerhati maka hatiku menyaksi, kelibat peristiwa dan rentetannya. Maka jelajah ini pasti tak sudah, sampai pasti di depanku titik noktahnya. Dan ketika itu langkah dipersoal dan gerun hati andai tak terjawab segala persoalan....
Lihat profil lengkap saya

Blog

Memaparkan catatan dengan label Cinta. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Cinta. Papar semua catatan

01 September 2012

Jiwa...



From chaos shaped, the Bios grows.
In bone And viscus broods the Id.
And who can say Whence Eros comes?
Or chart his troubled way?
Nor bearded sage, nor science, yet has shown
How truth or love, when met, is straightly known;
Some phrases singing in our dust today
Have taunted logic through man's Odyssey:
Yet, strangely, man sometimes will find his own.
And even man has felt the arcane flow
Whence brims unchanged the very Attic wine,
Where lives that mute and death-eclipsing glow
That held the Lacedaemonian battle line:
And this, I think, may make what man is choose
The doom of joy he knows he can but lose. "



memerhati dari jauh... maka benar bahwa sesekali rasa itu menipu. maka pada damai jiwa yang aku segani, kelibut ini seakan tak mengenal lagi erti rasa. aku yang memanggil diri agar kembali, usai sudah lelah seakan-akan sahutan tak bergema. maka melihat kembali jejak perjalanan lalu, kusedari yang sesat jalan pulang, kini aku hilang dalam debu ribut yang tak tahu bila reda-nya. maka buta rasa ini bawa diri jauh pada sempadan yang tak kenal makna segala. maka berpautan diri hanya pada logika yang bisa menafsir putaran maya. maka bersaksi aku kini dalam gelap yang harap lurus sinar itu bisa tunjuk haluan kembali...











Read more

20 Januari 2012

Mencari dirimu.

0 comments

Telah ku pasti yang hilang dikau takkan aku temui. Dan lelah sudah keringat, menduga harapan untuk bertemu setelah usai pencarian buat kali terakhir. Dimana... andai engkau bersembunyi, melindung jasad agar tak diketahui. Dan berkubur kenangan pada mesra memori, yang bisa singgah hinggap buat cerna kembali apa yang pernah terjadi. Bahwa senyum itu menawan; berbalas pandang walau bisu lidah kelesuan; bahwa bergerak kita seirama umpama hati yang satu; saling kuat-menguatkan, dan kabus pagi yang menemani erat bungkusan selesai engkau pegang dengan iras yang penuh ceria. Maka benar jauh masa berlalu...

Sungguh cemas jiwa ini, yang pernah pasrah melepaskan dikau pergi, pabila ketahui pada susut nama yang kenal tidak tapi bisa terpahat dalam hati...maka segala cherita umpama kembali bernyawa; lagu2 mula gemersik ke udara. Adakah ini dikau yang selama ini aku cari2?. maka aku kini di persimpangan: pada pentas kesetiaan yang cuba aku bina dan pada tangisan yang selama ini kupendam.

***
Read more

08 Januari 2012

Rindu milik siapa?.



"aku rindu kamu !!!"

dimana harus letak garapan ini andai pesona, hadir ia engkau gusari pada tulus makna-nya. dan bait2 yang berlagu umpama tiada ia bermain di tepian selindung hati yang kelabu. dan erti mula kabur ia dek perhitungan lampau, yang enggan dimengerti. malah aku dan kamu tidak wujud bersama pada usang kenangan yang lalu. Maka bermula kisah, hampir aku maka dikau jauhi... dan usaha ini bagai disalah erti. Tapi enggan andaian ia jika benar tiada buktinya. Maka layu aku, mulai bingung pada kelakuan2.... adakah patut laju sedang segera aku cuba turuti haluan aku sendiri???

***
Read more

20 Disember 2011

Fikiranku lenguh...

0 comments
andai benar, maka telah ketemu aku dgn suatu kata yg benar telah daku saksi akan kapan ia berlaku. maka masa telah bukti akan ketetapan2 yg pasti tak pernah menipu.

Oh! pada diri ini yg hina. melihat suatu mesti tidak dapat garap habis semua makna. pada ketika, maka sembunyi diri pada kekok jiwa yg tak dapat lagi rasa. apa itu sedih; mana itu suka; bagaimana rasa pedih... ooo ... terkenang daku pada suatu masa maka ku berharap agar terima suatu noktah yg dapat diri bersuka. tapi pabila semua telah pergi dan menuntun suatu yg baru .... maka ku tersedar yg rasa itu telah himpit pergi bersamanya hangat perasaan yg lalu. kini dingin daku tak mengerti, kemana harus bawa suatu janji maka jika benar diri ini tulus akan maksud akhirnya ... tapi tidak minta agar cepat masa berlalu. dan tak pinta harap itu melangit kerna kelak bisa sahaja diri bergundah kerananya. justeru, berdiam daku dari kata buat sekian masa. buat diri tabir kembali apa yg hendak diri kecapi pada nilaian yg ketika dahulu genggam tangan ini, tak pernah ingin melepaskan.

posted from Bloggeroid

Read more

04 Disember 2011

kekadang ku keliru.


... maka detik menyatakan yang aku masih keliru pada tanggapan jiwa yang masih longlai dek peristiwa semalam. tatkala aku bermain di hujung jendela masa, maka damai aku hendak melepaskan dikau pergi sesekali membuat jiwa gelisah seketika. masih enggan daku menerima apa yg pernah terjadi hatta kerna kurang pemahaman. maka! apakah sedia daku masih tidak untuk memulakan suatu yang baru, tidak dapat diri bersuara. namun ku mengerti bahwa andai terus masa pergi berlalu, semuanya akan kembali seperti sedia-kala. tapi entah bila maka nyata akan waktu itu bakal berlaku, maka tidak diri ketahuan... ooo rantaian kehidupan itu sanggup saja buat diri kekok dengan erti2 yang mewarnai. dan kecundang daku pada emosi yang menguasai.... maka kini ku mengumpul kekuatan. agar dapat timbul kembali rasa yang dapat aku gantung harap buat insan. bahawa untuk gapai makna selamat dan genggam rumpun percaya itu malah payah tapi bukan mudah diri cuba laksanakan... maka kembara mengajar yang patuh itu hanya pada Yang Satu. namun selagi hidup maka harus tempuh daku insan buat sekian masa. maka pengalaman akan menjadi siraman daku dalam mendalami rahsia jiwa!


...
Read more

10 November 2011

memori

0 comments

mengerti daku akan peristiwa tak akan kembali sebagaimana
berlaku ia akan kali pertama. dan kenangan itu pasti terus
segar dalam ingatan bagai ia kelmarin dalam pandangan.
ooo, andai indah saat itu, ingin aku kembali buat kali kedua.
mengatakan apa yang perlu. kerna rindu ini kini buat yang
tiada. mengapa???

tiada cerita, maka ingin kusampai-kan segala yang masih
basah dalam jiwa. bahwa, aku kini sepi akan senyum tawa
yang menghias diri. pada lembap udara yang sesekali
nyaman ia buat bangun diri terjaga. ooo, pada rimbunan
hijau yang menyejuk mata. pada tititk2 air yang jatuh dari
langit, menyampaikan apa terbuku dalam jiwa...

sesekali kenangan itu mencuit hati. sedar akan kelibat yang
tidak akan dapat kurasa semula semua yang bermain dalam
minda. bahwa memori tersemat ia pada perasaan yang dingin.
bahwa padanya terdapat cerita suka dan duka. bahwa aku
dahulu dan kini masih tidak dapat lupa... akan perkara yang
terjadi; akan muka2 ceria yang buat diri ketawa; akan
seseorang yang akan daku ingat buat sekian masa. bahwa
untuk terus mencari, maka telah daku hilang akan dikau
buat selamanya....



***
Read more

28 Oktober 2011

Jawaban.

0 comments







... rasa ini kekadang memujuk agar hati hidup kembali.
terima segala kekecewaan yang menimpa.

tapi harus kukata-kan yang masih timbul keresahan
dalam jiwa, yang diri belum bersedia hendak-nya.
walau suara itu berkata telah tiba waktu masa-nya, buat
perkenalan itu lebih dekat. tetapi kekecelaruan ini
terkadang bisa saja buat diri gila hatta masih belum
bersedia. justeru, berapa lama harus menunggu ku
tiada jawaban-nya. kerna selagi menanti maka rindu
ini takkan terubat. dan percaya ku pada ketetapan
itu maka tetap suluh harap aku pada-Nya. kerna dari
kasih ini andai bercambah ia maka, kegusaran itu pasti
pergi. dan akan ketahui aku yang rasa ini adalah perasaan
yang pasti!!!


===
Read more

21 Oktober 2011

Rindu !!!

0 comments

mana beza kata dari benar rasa yang timbul dalam dada.
andaikata pergi datang kembali tidak sudah, tapi hanya
mimpi... ooo, derita yang datang dan pergi. pada sempadan,
kerutan itu gagal aku hayati... ooo rindu akan waktu
itu bisa semula buat kacau dalam jiwa. apakah berlalu,
dapat ku ulangi kembali perkara yang sama... kapan daku
bermula sebagaimana kali pertama???
Read more

29 Oktober 2010

Cahaya petunjuk.

0 comments
dalam kaku perhatiku gerakan alam. maka
sesekali tergaman aku akan kasih yang ia
timbulkan dalam jiwa. dan patut balas tidak
menyambut, maka pujian terus basah ia pada
ingatan. yakni tulus itu harus pergi pada suatu
makalah kebenaran. yang tak kenal penghujung.
maka pada debaran ini ku hanya serah segalanya
pada pemilik empunya alam. maka pada kekok
bicara aku yang tidak ketahuan akan maknanya.
terus kucuba walau damai perasaan itu tidak cita.
dan pada maksud kusampai erti kata yang mungkin
tak bisa mengerti engkau akan hasil tujuannya.
tapi tadah tangan ini terus kuharung. yang
pemberi manfaat itu bukan aku jiwanya. maka
siapa beroleh ia cahaya. maka akan kedapatan yang
sinarnya takkan padam. dan ilmu yang berbekal
dalam jiwa harap terus bentuk perwatakan yang
sudah memang anggun pada zahirnya. maka harap
itu terus kuharung dalam takut yang menerpa...


***
Read more

25 Oktober 2010

Merentas masa.

0 comments

oh, pada sepi sendirian menanti tak sudah.
ku dapati yang usia bertambah tanpa isi
ia akan ketinggian himmah. dan susun tadbir
aku pada rasa yang sayup ia dalam jiwa. oh,
andai hadir rembulan itu bisa bawa penawar
kembali basah akan kering derita kasih yang
aku alami. maka menanti tidak akan terus
aku tegak berdiri hingga dapat kusaksikan ayu
serinya. oh, pada masa berlalu itu harus
kusempurna apa terdaya. kerna milikku itu
tiada apa melainkan yang telah kering
pena itu catatkan. maka saksi akan aku yang
tawakkul itu terkedepan ia dengan usaha.
maka dalami aku akan rentas hati itu, masih
tidak dapatku mesra. oh andai kata suka itulah
letaknya makna cinta? maka dimana saja akan
hadir insan, si pencuri rasa...



***
Read more

04 Oktober 2010

Sesekali salah mentafsir.

0 comments
pada buah madah makna maka kubawa menyaksi tafsiran
yang salah. ooo masakan. kerna tak mengerti diri akan kata
yang baru tuntun ia agar bertatih semula. maka untuk bisa
jalan pada sentak kaki sendiri sudah pasti itu bukan kerja
mudah. tapi ku yakini yang bahasa hati itu bisa saja, hubung
ia pada suatu ikatan yang teguh. tidak lagi bisa runtuh. tapi
dalam sendu kedinginan hati yang dingin. ingin kukhabar
pada kalbu yang menyepi bahwa rasa itu ada buat harap dikau
bisa terima sinar kilauan pasti. yang dengannya, maka sudah
mesra hati dengan rasa yang enak tidak lagi dapat terbayang.
maka, pada laluan masa. tagih ku harung doa tak pernah sudah.
kerna walau bisa ku sampai kalam buat terjemah kau pada
hati yang meyakini. tidak bisa mengerti dikau andai itu
bukan kehendak yang punya cahaya yang dariNya datang
segala petunjuk... tapi tawakkul tidak tapi hanya padaNya.
kerna andai terbit buah kebaikan walau sebesar zarah, sudah
Dia tunjuki engkau jalan yang mudah. kerna ku yakini pasti,
milik dikau semua itu. tapi hendaknya yang nasib itu bukan
milik aku akan pengetahuannya. maka terus tadah ku yang
faham bisa datang. dan merumpun ku pada dikau yang kurindu.



***
Read more

21 September 2010

Jumpa tidak. Menanti tidak.

0 comments
ku khabar dengan jiwa milik ia apa yang dalam.
pada milik empunya bukan hakikat tapi beri ia
tadbir. buat bawa ia pada jalan redha. yakni apa
yang diwahyu dan lafaz pada bibir yang dimulia.
maka, pada hujan yang berlalu maka kembali
subur dengan hidup kembali apa yang melambai.
oh, hanyut pada keindahan. walau buta ini telah
bawa diri berlalu jauh dari sempadan yang
semestinya. oh, anggun pada tempatnya. maka
tunduk ku akur yang insan itu hirup ia udara
buat mekar ia pada amal. dan teguh hati yang
satu itu, harus mengerti kenal apa yang semesti
-nya. agar tidak namun akan tetap dipertanggung-
jawabkan kelak. kerna itu suatu yang pasti. maka
pada ukiran ketaatan yang sedikit mengah.
maka ku berlalu yang langkah itu harus tidak
mengalah. kerana fitan selagi hidup, ia takkan
berakhir. maka harap iti harus teguh pada
kebenaran. dan hanyut tidak buat sekian kalinya,
ya walau pengetahuan terkedepan bukan
milik empunya. bahkan azam seharusnya pimpin
diri ke jalan yang diredhai. kerana buta mata itu
tidak bahkan teruk pabila hati itu tak bisa
lagi serap keindahan. kebenaran. oh pabila hati
telah buta, maka cahaya tak bisa berlalu bahkan
kekal ia sesat tak kenal sempadan. maka bermohon
agar teguh ini tak bisa goyah. kerna payah bisa
mengah, tapi susah tak bisa bawa diri mengalah.
kerna cahya harus lurus. kerna hanya empunya
mengerti apa itu salah.ya pabila ilmu telah
masuk ia buat tafsiran yang benar. Ooo tidak
pernah layu, malah pohonan segar kembali
selepas simbah ia dengan butiran rahmat melangit.
Ooo hati kenal tidak keindahan malah pabila
telah berlalu ia dengan noda. Ooo mengerti tidak
malah pengetahuan pasti hanya milik-Nya.
Yang Maha Mengetahui. Ooo bermohon agar
langkah terus diberi pedoman. agar makalah itu
tidak gersang pada gerun yang lalu ia hanya
sekejap. sepetang malah pendek dari itu. andai
kata jiwa itu mengerti tidak, tahu tidak. maka
puji itu terus lurus pada yang layak. kerna telah
serah diri ini yang berlaku itu telah tulis ia
pada kitab mulia. dan tiada yang berlaku malah
ibrah itu harus kutelan tanpa kenal pahitnya.
andai itu beri ia pelajaran untuk aku kenal
apa yang patut. maka tak pernah hati ini sesal
malah yang berlaku itu pasrah ku yang syukur
itu harus ku agungkan. Ooo jiwa yang dimuliakan.
tak pernah ku kenal maka harap itu terus tanam,
yang kelak ku bisa hirup seteguk dari mata air mu.
ya telaga yang telah dikhabarkan. dicipta oleh
Yang Maha Agung buat mereka yang ikut bawaan
mu. aku pada dua tangan yang bertemu, aku
gertak bibir ini memohon segala kebaikan. walau
mata tak bisa mentafsir segala yang betul itu
letak pembawaannya. kerna yang mengerti hanya
Dia. milik segalanya. dan diperkenankan apa
yang ku pinta. kerna yang bakal terjadi pasti
berlaku. dan apa yang ditetapkan itu kehendakNya.
Ooo agar dapat ku selimuti gersang hati ini
dengan selimut iman, dan agar diri sedar pada
yang tetap yang rimbun takkan bisa buat
pergi apa yang hakiki. kerna yang berubah hanya
apa yang milik ia pada insan. yang merah. yang
hidup. yang mentafsir. dan kelak hasil darinya-lah
yang merimbuan akan buat kenal insan makna
derita dan apa bahagia....!



***
Read more

10 September 2010

Kekadang terpaksa melepas kau pergi

0 comments
andai kata garapan bukan kayalan. dan
bicara semestinya merentas semesta alam.
maka di situ maka buah bercambah. manis
rasanya dalam ikatan. andai kata pertemuan
itu dinanti perpisahan. dan bertemu berpisah
hanya kerna Tuhan. maka sekian kali, dalam
pilu hati kehilangan teman. maka akan ku
nanti saat tiba hadirmu kembali. kerna
ucapan tak bisa merungkap. dan basahan
linangan tak mampu mengubati jerih derita.
maka sudah semesti bahwa perpisahan itu
patut dimaklumi. reda yang andai kata ini
kehendak, maka dalam sendu doa takkan
terhenti lafaz ucapan enak bersua kembali.
kerna telah lama andai keras hati ini gagal
diubati. dan kalut yang menyerbu sudah
tentu buat diri hilang arah tujuan. tapi
bersama rahmat melangit itu datang kau
hadir bawa pemahaman. penawar bagi
perit susah yang ku sendiri pendam. maka
dengannya maka harap langkah kelak
bakal bersatu pada satu deruan. bersama
melangkah dengannya sedar kembali
bisik puji2an. yang menerpa kian kali,
maka mereka kenal tidak makna lelah.
maka ku yang mengikuti petunjuk ini
harus pasrah namun diri harus gagah
dalam usaha. kerna percaya itu yang
terkehadapan. bahwa rasa ingin bertemu
itu sudah jadi diri terpaksa melepas
kau pergi kali ini... dan agar bersama
rentesan masa maka Dia menerima
segala perlakuan, segala perbuatan,
segala permintaan. Dan padaNya-lah
tuju segala pengharapan....



***
Read more

06 September 2010

Pelepasan

0 comments
sungguh aku berlepas diri dari kejahatan dan
pada kelencongan yang telah berlaku. dan turut
ku berlepas dari kezaliman terhadap diri. bahwa
bersaksi Yang Satu itu patut ku junjung utuh.
dan sekali tidak mencari yang sama dengan-Nya.
wahai insan yang bersaksi. telah ada kau dan aku
diberi nikmat yang tidak empunya mereka yang
lebih layak. andai kata amal itu yang ditimbang tara.
dan sekali ini ku bersaksi dan redha tidak sama
sekali pada tali temali bersimpul yang ditiup.
dan pada sesat mereka pada kehendak sendiri.
zalim terhadapnya diri dan pada mereka
yang mengekorinya. bahwa pelepasan ini selanyak
nya kelak ingat diri. suatu yang berlaku pada
yang terkedepan. dan agar dengan bicara ini
saksi pada mereka yang bertasbih. agar peluk ku
pada satu kebenaran yang ku pegang utuh.
dan agar cahaya itu bakal menyinari disepanjang
perjalanan. hingga buntu ia pada tatapan masa.
maka pada penghujung yang berkah, berlalu ku
angkat tadahan merayu. moga terus dilindungi,
moga agar terus hati bersimpati, agar terus
tagih nikmat itu diberi dan sesal diri pada
kesalahan diri. dan padanya harapan itu ku
letak. bahwa apa selayaknya berlaku pasti terjadi.
agar ku dipimpin ke jalan yang selamat. dan
agar dengannya dapat ku bawa umpanya
hati yang lembut untuk turut sama meraih
nikmat-Nya. Moga diperkenan... moga mendapat
yang sebaik2-Nya. dan Dia jugalah kembali
segala penetapan... hanya yang haq!




***
Read more

30 Ogos 2010

Penawar

0 comments
dalam sendu hati yang tak pernah padam.
sesal tidak dalam hayunan garapan hati
yang enggan diam. kerna telah lama ia lalu
pada daerah yang gelap. bisa saja buat hati
gundah, tenteram tidak tapi selamanya terus
berontak pada kehendak. yang harusnya ia
padam pada dingin air keimanan. maka sesal
ini tak ku tanggung malah buat kabar pada
sesiapa. tapi cukup bicara ini buat yang
mencari sinar. maka ingin ku katakan bahwa
kehidupan itu masih ada. walau tempat jijak
kita sekarang bukan madah sebenarnya. tapi
dengannya dapat faham kau gambaran apa
yang gagal capai ia oleh indera. petunjuk
yang kita daki selama ini. bahwa hadir hati
yang luhur ingin kembali itulah kuncinya.
yang roh itu tak bisa sejahtera hendaknya
andai kalut terus serabut. dan terus belenggu
ia dengan selabut hitam dosa noda yang
perlakukan. maka bagi diri ini yang masih
mencari, maka dapati ku tidak tapi yang benar
itu adalah tuju hanya segalanya hanya buat
Dia. moga pimpin Dia dan tunjuki apa itu jalan
petunjuk yang sebenarnya. jejak yang telah
lama kau serong. maka percayalah. dengan derita
itu maka hadirnya bersama kelapangan. walau
bisa buta tidak terlihat tapi dalam sedar tidak
bakal kau garapinya. sedarilah. ku pun dengan
susah payah cuba mentafsirnya. walau bukan
layak diri ini pada kelebihan. andai salah itu pada
sedar dan telah menyaksi ku sendiri makna
kebenaran itu. tapi harap itu harus ada, bahwa
itu merupakan sifat-Nya yang tak layak kita
sisih dan pandang mudah. kerna kebesaran hanya
buat Dia. layak Dia pada segala yang telah termaktub
pada kalam. moga harap itu akan ku selalu
dalam petunjuk, dan tidak akhir hayat selain
dalam pelukan iman yang payah ia biar jadi debu,
dan moga penawar itu capai ku pada hikmah makna
nya. ya sesekali, semua dengan izin dari-Nya.


***
Read more

06 Ogos 2010

Saat yang terindah

0 comments
andai dapat ku sekali ini temui akan saat indah
yang amat ku dambakan dalam hati. maka akan
berkejaran ku akannya. tanpa henti dan kenal lelah
penat itu akan sesekali bisa diri terlunjur tapi enggan
mengalah. kerana ini detik yang dinanti maka bara
azam itu harus ku semarak sampai capai ia hangat
pada yang berpenghujung walau itu hanya baranya.
maka pada tadah tangan ku hulur dan bicara itu
sayup dalam hati yang kini sedar, bahwa berjawab
sentiasa walau kelihatan tidak pada zahir mata, tapi
Yang Maha Kuasa bisa buat apa saja kehendak-Nya.
maka pada jawapan berbalas maka hendak ia milik
-Nya kemahuan itu. tapi segala yang pasti insan hamba
mesti peluang direbut sampai masanya untuk dua
itu berkemundang. kerna itulah tangunggannya. saat
itu berlalu sudah maka tampak ia sangat laju berlalu
maka hadir kali ini diharap, manfaat selanjut maka
itulah peluang yang diberi. kerana sesungguhnya lebih
luas rahmat-Nya tambah ini bulan mulia. maka diri
meminta agar sedar itu bisa kuat diri dalam kehendak
untuk mengerja amal, dan pinda dituju semestinya
hanya untuk-Nya. kerana rugi tidak segala kiranya
lurus pada arah itu serong ia bukan pada tempatnya.
maka pabila si laknat digari, maka peperangan bermula
buat kita menawan dan menghambakan hawa yang
barang kita telah tewas akannya pada tempoh yang sudah.
maka saat yang sayup umpama embun di keheningan,
sudah bisa harus kita kuasai apa yang semestinya.
kerna raja tidak enggan mengalah selain bila dia dalam
kelemasan. kerna lemah diri maka harap itu ku letak
tinggi agar bisa capai takluk diri yang selama ini
kehayungan dalam celaru diri pada gelap lautan yang
dalam. kerna azam itu semarak ini maka ku laungkan
buat gema dalam fikiran yang evolusi itu letaknya
pada kemampuan pada kita mengoreksi lalu bawa
ke haluan yang megah ia bukan pada si pelupa, dan bukan
buat si angkuh. kerna siapa yang diberi hormat melangit
pada barakah yang semesta itu luasnya, maka tunduk
harus dia lagi bersujud pada Yang Satu menadah redha-Nya.

andai harus dapat ku jadikan ini saat yang terindah... Ameen.


***
Read more

17 Julai 2010

Tiada Suara

0 comments
setiap terjadi ada maknanya.
siapa yang mundur,
maka dia dalam kerugian.

panggilan itu datang silih berganti,
menyeru kita jalan pulang.
tapi entah kekadang,
sedar kita tidak,
tapi terpesona dengan khayalan,
ku turut sama menghadapinya.

maka layak Dia Maha Pengasih,
membuka pintu bagi hambanya,
sebelum detik tahu hanya Dia
tertutup.

maka pabila manusia,
salah menyalahi,
maka sedarlah yang hanya
kebenaran akan
dibawa ke penghujung.

maka kata kau bawa benar,
dan aku salah segalanya.
maka ingin aku biarkan,
maka biar yang layak menentukan.
kerna kebenaran itu datang dari dia.

maka buat kau apa yang
kau usahakan,
dan tetap aku dalam amal
yang ku kerjakan.

maka buah mana yang
bakal ranum,
dan diterima?
serah hanya kita pada-Nya...
ku bersaksi,
dan kau bersaksi.



***
Read more

Siapa yang dimuliakan

0 comments
siapa yang dimuliakan,
maka dia yang beruntung.
pabila ikhlas letak di depan,
maka kunjung yang sebenar
hanya pada redha yang satu,
bukan lagi kerna khalayak.

pabila tinta berbicara,
maka sekian kali,
berhibur tenung ku merenung.
sepoi angin membawa khabar,
yang lunak gembira
riang bersama.
ramah sekali.

maka layur pada sentuhan,
khazanah buat hati terpesona,
lantas buka minda,
hati menerima,
dan tadah tangan meminta.

oh cahaya yang damba hatiku,
terikat padanya.
sedang bisa saja pinggir ku
pada mundur yang tak berpenghujung.
tepian yang bergelimpangan.
sesat entah kemana?

maka layak lagi kah jika
diri bersuara.
memohon jalan kembali....

kerna agung itu hanya yang Satu,
baginya setiap segala sesuatu.
dan layakku tidak
untuk bersuara
pada setiap tetap yang telah
ada segalanya tertulis dalam kalam.
setiap perbuatan.
setiap peristiwa.

bagi-Nya segala.
tidak malah aku hanya hamba.
cuba merengkok menyedap
rasa,
riak hati agar terus faham,
hikmah segalanya hanya
baginya Yang Berkuasa.
dan pasrah
itu perlu aku dalam
ayaman kesabaran.


kerna penghujung itu yang bererti.
dan insan hanya boleh bersuara,
tapi letak akhir hanya Dia mengerti,
setiap apa didalam jiwa,
dan setiap zahir kita
lihat pada indera.


...
Read more

29 November 2009

Ini Bukan Masa Menangisi

0 comments
andai kata hidup tak punya usia,
maka bicara ini tak bisa keluar
dari lidah yang rasanya tak bisa kelu,
tapi malah akan terus diam.
kerna saksi itu payah yang sangat.
dan dari kejauhan cuma memahami
derita alami orang yang membawa sinar
sampai ke hati.
ya, masakan mengerti lagi apa erti
air mata yang mengalir tak bisa
bayar pedih yang menyucuk dalam jiwa.
kerna kau yang mengalami dahulu.
itu sudah pasti.
tapi masakan,
jika tidak begitu,
mungkin sukar kau berkata:
"kami redha kepadaMu,
dan Aku reda kepada kamu".
gelaran termulia,
angkatan darjat tertinggi.
moga aku turut sama meraihnya.
Insyaallah!
Read more

Kehidupanku (My Life)

0 comments
dalam usang yang menekun dipinggiran,
maka sinarnya menyapa buat sang duka.

kerna kau pemilik cahaya,
maka gelar yang itu sudah pasti buat diri tertanya.
"manakah dikau?"
hilang dalam dakapan kisah yang lalu.

hendak punya saja sinar yang padanya milikmu.
bukan kerna nama,
tapi kerna pada hati yang merasa,
tertarik terpikat pada indah suatu yang luhur,
dan padanya kedapatan buahan yang lebat merimbun.
dan juga pada sama tidak serasi malah hampir serupa.
masakan.

"Kerna baik seorang sebelum jahiliyah,
baik lagi ia pabila menyahut ia sinaran iman",
maka bahagia bulan yang dimuliakan,
tidak banyak malah harapan terus dijulang,
agar ikat yang benar terdetik pada hati yang sudah kenal
makna kehidupan;
akur pada yang Kuasa,
bantu sesama manusia.
"agar terdetik.
agar menerima."
panjatku agar diperkenan.

II

walau hampir saja kehabisan bekalan,
kerna ini perjalanan yang panjang.
maka kuturutkan langkah,
menyaksi buat hati merintih,
lihat suatu padanya memapar sinar harapan.
tapi tidak,
maaf dipermula pada setiap bicara
yang mendatang,
sebab memahami,
kerna mengerti,
walau cuba menyendiri.
itu air muka yang bisa faham yang pasti saja
buat hati berduaka sama,
tapi kerna pilih bukan kerna simpati,
dan tahu itu kelemahan dalam diri,
maka sayu tunduk kau merasa rendah
tak bisa memaparkan segalanya.
jadi jangan terus merasa hina.
kau punya cukup sebagaimana semua.

***
Read more