Tentang diri

Foto Saya
Ibnu Sobri
Kedah, Malaysia
Ku pengembara. Terokai madah dalam diam mulut berbicara. Menyelongkar rahsia dengan lemah deriaku. Menyelami hati seorang perindu. Sunyi di kala ada, girang di waktu sepi. Pantas mataku memerhati maka hatiku menyaksi, kelibat peristiwa dan rentetannya. Maka jelajah ini pasti tak sudah, sampai pasti di depanku titik noktahnya. Dan ketika itu langkah dipersoal dan gerun hati andai tak terjawab segala persoalan....
Lihat profil lengkap saya

Blog

Memaparkan catatan dengan label Azam. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Azam. Papar semua catatan

06 Disember 2011

kata2.

0 comments

ajar daku yang kata2 permainan jiwa. terkadang layu pada selok lembut ia menyapa. pada detik berbeda, dapat lurus suatu yang bengkok, hal-nya semata kerna kata. jadi ke-mana harus budi ini tadahan ia pada maksud yang sebenar, maka telah daku pasrah ia agar selalu diri terpimpin. namun, ternyata kekadang sukar nyata pimpin akan diri pada laluan sepatutnya. terkadang kurang daya, maka lemah kaku diri pada suatu sudut. maka hilang punca buat diri menadah, maka hangus diri pada hangat hati membara. ooo... ku mengimpi akan kata yang sejuk hati pabila deria bersuara. suatu janji. bahwa yang akan berlaku maka jelas masa akan peristiwa-nya. pada kalam yang bernyawa pada hati2 yang tadah mereka harapan... bahwa ternyata faham ia akan jiwa yang telah sinari dengan kebenaran. namun, itu hanya seketika. maka menunggu daku tiba kembali jajahan yang agung tadbir sebagaimana rentetan yang lalu. bahwa dengan-nya, maka bermegah kata2 dengan kalam yang kembali jadi ia peta buat mengisi haluan yang mengisi...


***
Read more

15 Oktober 2011

Sesekali terasa diri sirna.

0 comments
pabila basahan kitab suci itu bukan lagi dalam dakapan.
maka berhayun diri pada suatu hakikat yang mengerti
tidak akan makna alam yang memayungi. terdetik
sesekali, agar harum bau itu dapat kucita kembali.
bersama-nya mampir kembali jernihan hikmah dan
dalam pengertian pada erti yang tulus. ooo...mengapa
diri kini terasa kejauhan, pada keenakan yang
melupakan. bukankah, kelak masa memanggil pada
waktu yg tidak diri ketahuan. hatta masa telah tiada
untuk diri berubah....

ooo....damba-ku pada waktu bersama. pada ketika
diri sedar dan basah lidah ini mengingati. telah
keraskah hati-ku??? mengapa tiada lagi rasa! dan
fikiran kosong dari pemahaman yang bisa buat
bangkit diri pada kelalaian!!! dan gerun daku pada
kehinaan!!!

menagih daku mengharap yang masa itu masih ada
buat diri kembali. dan keruh perjalanan beransur pergi,
lalu datang sinaran buat suluh kembara berbaki....
Read more

26 September 2011

Buka-kah hatiku ini???

0 comments
aku berjalan pada damai malam yang gelapnya bisa saja buat diri jatuh,
mencium bau tanah. hatta mengingat akan diri asal usul kejadian dan
destinasi kembali-ku. namun bisakah sampai aku pada makna tersirat
yang gapai aku pada awanan sepi itu tak menyebelahi, tapi bisa saja buat
aku ini berhimpit pada kesesatan yang melewati!!! maka dimana pergi,
telah ku bersua apa yang perlu. namun yakin dalam diri tidak cukup
buat diri ini bergerak justeru bergegas menuju kepada-Nya. di mana
silapnya, maka masih belum ku ketahuan. namun pada redah kembara
hidup ini, ku cuba pikul juga makna disebalik yang tak padat ku fahami.
mengapa!!! tidak cukupkah air yang mengalir itu buat saksi yang langkah
dalam payah itu, jalannya berliku-liku. sesalan ini takkan pergi. dan
akan terus bangun jua aku, membina jiwa yang padanya kenal erti
realiti pada sempadan ayu warna kehidupan abadi....
Read more

26 September 2010

Berlabuh pergi...

0 comments










maka lambunan ini sampai ke penghujungnya.
andai dinanti, bisa pergi. dan andai dicari, pergi
dia menghilangkan diri. maka dimana tampak
sudah enak. maka ini bukan tempatnya. sesekali
mesra rasa dingin dalam hati. tidak bisa buat kau
rasa cukup dengannya. umpama air masin, ditelan
lagi datang dahaganya. maka berlabuh lagi, maka
ini suratannya. kerna tidak layak, maka dalam
kerendahan ku perlu bergerak sama. sebagaimana
awan lemah gemalai sentak gerak dengan gemersik
suara si angin yang layu... oh enak diperhati... kekok
pula apabila bersaksi.

maka dalam madah akan ku berlabuh lagi. dimana
labuhan kali ini bisa bawa ku kemari. tidak kutahu
dimana jadinya. kerna layar ini bisa hancur di
tengah jalan. masakan ribut pula berhempas, lalu
tenggelamkan segalanya. jadi apabila layaran disoal
sama ia dengan tempat berlabuh. maka jutaan hikmah
yang bisa tumbuh akal dengan saksama itu yang kupinta.
Oh... sesekali hatiku gerun, tenang tidak fikiran bermain
dengan buih2 yang pergi. kerna tempat kucari tak pernah
kutemui. dan sempit hati terasa tak pernah kumaklumi.
kerna andai ditelan sahaja tidak cukup. kerna gapai
perlu kau sisanya. agar segalanya berbuah bahagia...
ooo pada ufuk ku perhatikan yang disana masih ada
harapan. pada merah nyalaan kecintaan maka sang
mentari pergi. yang gemerlap dengn suci cahayanya
maka sang purnama bersuara... oh megah kepada
kepada mereka yang tunduk! penyaksian dalam hati yang
tak sudah. hirup udara dinanti, maka syukur bertasbih
tak kenal sempadannya. dan darjat diraih. tinggi
melangit dari apa yang dicita. maka diri kini cuba belajar...
mengenal madah dalam dakapan hati yang sengsara.
bahawa segala bakal dipertanggungjawabkan!...



***
Read more

21 September 2010

Jumpa tidak. Menanti tidak.

0 comments
ku khabar dengan jiwa milik ia apa yang dalam.
pada milik empunya bukan hakikat tapi beri ia
tadbir. buat bawa ia pada jalan redha. yakni apa
yang diwahyu dan lafaz pada bibir yang dimulia.
maka, pada hujan yang berlalu maka kembali
subur dengan hidup kembali apa yang melambai.
oh, hanyut pada keindahan. walau buta ini telah
bawa diri berlalu jauh dari sempadan yang
semestinya. oh, anggun pada tempatnya. maka
tunduk ku akur yang insan itu hirup ia udara
buat mekar ia pada amal. dan teguh hati yang
satu itu, harus mengerti kenal apa yang semesti
-nya. agar tidak namun akan tetap dipertanggung-
jawabkan kelak. kerna itu suatu yang pasti. maka
pada ukiran ketaatan yang sedikit mengah.
maka ku berlalu yang langkah itu harus tidak
mengalah. kerana fitan selagi hidup, ia takkan
berakhir. maka harap iti harus teguh pada
kebenaran. dan hanyut tidak buat sekian kalinya,
ya walau pengetahuan terkedepan bukan
milik empunya. bahkan azam seharusnya pimpin
diri ke jalan yang diredhai. kerana buta mata itu
tidak bahkan teruk pabila hati itu tak bisa
lagi serap keindahan. kebenaran. oh pabila hati
telah buta, maka cahaya tak bisa berlalu bahkan
kekal ia sesat tak kenal sempadan. maka bermohon
agar teguh ini tak bisa goyah. kerna payah bisa
mengah, tapi susah tak bisa bawa diri mengalah.
kerna cahya harus lurus. kerna hanya empunya
mengerti apa itu salah.ya pabila ilmu telah
masuk ia buat tafsiran yang benar. Ooo tidak
pernah layu, malah pohonan segar kembali
selepas simbah ia dengan butiran rahmat melangit.
Ooo hati kenal tidak keindahan malah pabila
telah berlalu ia dengan noda. Ooo mengerti tidak
malah pengetahuan pasti hanya milik-Nya.
Yang Maha Mengetahui. Ooo bermohon agar
langkah terus diberi pedoman. agar makalah itu
tidak gersang pada gerun yang lalu ia hanya
sekejap. sepetang malah pendek dari itu. andai
kata jiwa itu mengerti tidak, tahu tidak. maka
puji itu terus lurus pada yang layak. kerna telah
serah diri ini yang berlaku itu telah tulis ia
pada kitab mulia. dan tiada yang berlaku malah
ibrah itu harus kutelan tanpa kenal pahitnya.
andai itu beri ia pelajaran untuk aku kenal
apa yang patut. maka tak pernah hati ini sesal
malah yang berlaku itu pasrah ku yang syukur
itu harus ku agungkan. Ooo jiwa yang dimuliakan.
tak pernah ku kenal maka harap itu terus tanam,
yang kelak ku bisa hirup seteguk dari mata air mu.
ya telaga yang telah dikhabarkan. dicipta oleh
Yang Maha Agung buat mereka yang ikut bawaan
mu. aku pada dua tangan yang bertemu, aku
gertak bibir ini memohon segala kebaikan. walau
mata tak bisa mentafsir segala yang betul itu
letak pembawaannya. kerna yang mengerti hanya
Dia. milik segalanya. dan diperkenankan apa
yang ku pinta. kerna yang bakal terjadi pasti
berlaku. dan apa yang ditetapkan itu kehendakNya.
Ooo agar dapat ku selimuti gersang hati ini
dengan selimut iman, dan agar diri sedar pada
yang tetap yang rimbun takkan bisa buat
pergi apa yang hakiki. kerna yang berubah hanya
apa yang milik ia pada insan. yang merah. yang
hidup. yang mentafsir. dan kelak hasil darinya-lah
yang merimbuan akan buat kenal insan makna
derita dan apa bahagia....!



***
Read more

16 September 2010

Apa yang hilang hendaknya berganti

0 comments
tatkala madah itu hujan ia dengan bicara
tak sudah. maka mengerti tidak. andaikata
benar bicara pada jelasnya pun, maka tegas
ini bakal disalah ertikan. maka bagaimana?
maka pada tebusan yang sudah, tidak tahu
bahkan bukan kumiliki pengetahuan itu.
tapi pada selekoh panjang perjalanan maka
tengok aku harus tunduk. agar tak menimpa
kemalangan. bahkan yang terjadi bakal berlaku.
dan apa kehendakNya bakal terjadi. maka
kayuh itu harus mengah hanya untuk mendapat
akan Dia. maka yang memberi, yang menerima
pada zahir tidak nampak aliran disebalik
tabir ghaib. maka syukur yang berdendangan
harus mesra pada kalbu. agar tenang datang
menerjah. dan gemerlap ia dengan cahaya
akan sentiasa sinar ia pada haluan. maka
apa yang hilang hendaknya berganti. dan andai
sendu mengenang tidak terdaya membawa
datang kembali. dan sungguh benar yang hilang
itu pada yang haq. bukan kehendak insan yang
lupa lemah mentafsir nilai harganya. maka redha
itu harus. syukur itu harus. dan gerun itu
perlu andai telah melampau diri dari batasnya
yang pasti. agar moga kejahilan ini tidak meraih
azab selayaknya diri terus mohon agar ampun
diraih sebagai balasnya. dan pada kerendahan,
maka pasrah itu ku hayun semoga Dia memberi
balik apa yang hilang. dan layak itu yang berganti
lebih baik dari yang hilang. kerna itu janjiNya.
namun andai layak diri terima. tapi sudah suntuk
jiwa ini merana pada kejahatan yang dilakukan
oleh tangan. sedar tidak tapi sendiri yang punya
angkara. hingga gelap itu gagal kutepis. maka belenggu
ini masih dapat tidak kulepaskan. maka harap
bermain pada takut yang meluap. tentang bahana
yang menerpa. bila tentu maka bakal terjadi akannya.
maka, supaya diri tetap teguh pada penyaksian.
dan moga dipermudah segala urusan. dan tidak
terbeban dengan suatu yang tiada daya diri mengharung
akan kabutnya, buasnya. semoga sabar dijadi
perisai. dan pelindung hanya pada diri yang berserah.
dan apa yang dimulut itu sesuai dengan apa yang
dihati. dan moga diri terlepas dari dakwaan pada
hari yang membangkit. dari segala permasalahan.
dari segala tuduhan. kerna yang benar itu datang hanya
dari Tuhan.



***
Read more

10 September 2010

Kekadang terpaksa melepas kau pergi

0 comments
andai kata garapan bukan kayalan. dan
bicara semestinya merentas semesta alam.
maka di situ maka buah bercambah. manis
rasanya dalam ikatan. andai kata pertemuan
itu dinanti perpisahan. dan bertemu berpisah
hanya kerna Tuhan. maka sekian kali, dalam
pilu hati kehilangan teman. maka akan ku
nanti saat tiba hadirmu kembali. kerna
ucapan tak bisa merungkap. dan basahan
linangan tak mampu mengubati jerih derita.
maka sudah semesti bahwa perpisahan itu
patut dimaklumi. reda yang andai kata ini
kehendak, maka dalam sendu doa takkan
terhenti lafaz ucapan enak bersua kembali.
kerna telah lama andai keras hati ini gagal
diubati. dan kalut yang menyerbu sudah
tentu buat diri hilang arah tujuan. tapi
bersama rahmat melangit itu datang kau
hadir bawa pemahaman. penawar bagi
perit susah yang ku sendiri pendam. maka
dengannya maka harap langkah kelak
bakal bersatu pada satu deruan. bersama
melangkah dengannya sedar kembali
bisik puji2an. yang menerpa kian kali,
maka mereka kenal tidak makna lelah.
maka ku yang mengikuti petunjuk ini
harus pasrah namun diri harus gagah
dalam usaha. kerna percaya itu yang
terkehadapan. bahwa rasa ingin bertemu
itu sudah jadi diri terpaksa melepas
kau pergi kali ini... dan agar bersama
rentesan masa maka Dia menerima
segala perlakuan, segala perbuatan,
segala permintaan. Dan padaNya-lah
tuju segala pengharapan....



***
Read more

08 September 2010

Andai kutahu

0 comments
maka selayaknya ghaib itu bukan madah ciptaan.
pada sayup ucapan maka gerun rasa itu harus
pergi ia dengan lambungan harapan. kerna yang
pasti itu telah sekian khabar lamanya. dan berlaku
sudah apa yang terjadi. sekian yang dijanji. maka
dengan buah akal yang saksama. mengerti kita yang
bakal sambut kita segala yang dilafazkan. oleh insan
mulia, semoga selawat dan salam terus berkumandang.
dari lidah insan yang tagih akan agar dahaga kelak
bisa ditepis dengan air dari telaga yang dinanti. ya,
tidak hanya tapi khas buat ummati, ummati, ummati.
maka pada diri yang telah sekian tenggelam. tidak sedar
diri dalam lambungan kelemasan. dan mati itu selalu
dalam lingkungan. maka pada redup awan yang berlapis.
andai kata sedar diri pada garis cahaya yang menerangi.
sudah cukup untuk buat diri sedar. jikalau tidak, pada
detik itu maka peroleh masa buat bertakafur seketika.
bahwa jelajah itu terus berlalu, pada peristiwa2 yang
telah buat ia sangkut gelita. hingga kelam kini hati
pada pemahaman yang seharusnya buat mereka
bernama insan.maka pada celahan kabut ini, sukar untuk
nampak jalannya. andai kata terus, maka harapan itu
sekian tak pernah padam. dan menyerah andai kata
dengannya. maka petunjuk dapat dicerna. dan sekembalinya,
maka ikhlas itu harus ku hayun sehingga ke penghujung.
andai dengannya dapat diterima segala perlakuan amal.
maka itu sudah cukup membuat titis ini terus basah
pada penyaksian. bahawasanya, layak tidak tapi mana
mungkin diri kufur pada hakikat. bahwa kasihNya meluas
tanpa kenal sempadan. dan bahwa yakin tidak, tapi
jungjung mesti pada yang benar. semoga beroleh kemenangan.
dan ianya bukan yang dapat ditafsir pada takbir ini.
semoga yakin itu bawa kepada diri apa yang dikehendaki.
bahwa semalam berlalu buat diri mentafsir. peranan yang
telah sekian lama ia saksi lakukan. dan supaya betul kembali
apa yang serong. kerna kemudahan itu hanya pada yang senang.
merayu tidak. tapi harap tadahan itu takkan berhenti buat
sekian masa. selamat pergi. dan andai kata berjanji, sudah
pasti bertemu itu suatu yang mesti. tapi kerna hirup tidak
malah nyawa bukan kuasa empunya. maka doa kupohon,
agar masa ketika bersama bakal harungi lagi dengannya setelah
sekian masa. ku menanti....





***
Read more

06 September 2010

Pelepasan

0 comments
sungguh aku berlepas diri dari kejahatan dan
pada kelencongan yang telah berlaku. dan turut
ku berlepas dari kezaliman terhadap diri. bahwa
bersaksi Yang Satu itu patut ku junjung utuh.
dan sekali tidak mencari yang sama dengan-Nya.
wahai insan yang bersaksi. telah ada kau dan aku
diberi nikmat yang tidak empunya mereka yang
lebih layak. andai kata amal itu yang ditimbang tara.
dan sekali ini ku bersaksi dan redha tidak sama
sekali pada tali temali bersimpul yang ditiup.
dan pada sesat mereka pada kehendak sendiri.
zalim terhadapnya diri dan pada mereka
yang mengekorinya. bahwa pelepasan ini selanyak
nya kelak ingat diri. suatu yang berlaku pada
yang terkedepan. dan agar dengan bicara ini
saksi pada mereka yang bertasbih. agar peluk ku
pada satu kebenaran yang ku pegang utuh.
dan agar cahaya itu bakal menyinari disepanjang
perjalanan. hingga buntu ia pada tatapan masa.
maka pada penghujung yang berkah, berlalu ku
angkat tadahan merayu. moga terus dilindungi,
moga agar terus hati bersimpati, agar terus
tagih nikmat itu diberi dan sesal diri pada
kesalahan diri. dan padanya harapan itu ku
letak. bahwa apa selayaknya berlaku pasti terjadi.
agar ku dipimpin ke jalan yang selamat. dan
agar dengannya dapat ku bawa umpanya
hati yang lembut untuk turut sama meraih
nikmat-Nya. Moga diperkenan... moga mendapat
yang sebaik2-Nya. dan Dia jugalah kembali
segala penetapan... hanya yang haq!




***
Read more

30 Ogos 2010

Penawar

0 comments
dalam sendu hati yang tak pernah padam.
sesal tidak dalam hayunan garapan hati
yang enggan diam. kerna telah lama ia lalu
pada daerah yang gelap. bisa saja buat hati
gundah, tenteram tidak tapi selamanya terus
berontak pada kehendak. yang harusnya ia
padam pada dingin air keimanan. maka sesal
ini tak ku tanggung malah buat kabar pada
sesiapa. tapi cukup bicara ini buat yang
mencari sinar. maka ingin ku katakan bahwa
kehidupan itu masih ada. walau tempat jijak
kita sekarang bukan madah sebenarnya. tapi
dengannya dapat faham kau gambaran apa
yang gagal capai ia oleh indera. petunjuk
yang kita daki selama ini. bahwa hadir hati
yang luhur ingin kembali itulah kuncinya.
yang roh itu tak bisa sejahtera hendaknya
andai kalut terus serabut. dan terus belenggu
ia dengan selabut hitam dosa noda yang
perlakukan. maka bagi diri ini yang masih
mencari, maka dapati ku tidak tapi yang benar
itu adalah tuju hanya segalanya hanya buat
Dia. moga pimpin Dia dan tunjuki apa itu jalan
petunjuk yang sebenarnya. jejak yang telah
lama kau serong. maka percayalah. dengan derita
itu maka hadirnya bersama kelapangan. walau
bisa buta tidak terlihat tapi dalam sedar tidak
bakal kau garapinya. sedarilah. ku pun dengan
susah payah cuba mentafsirnya. walau bukan
layak diri ini pada kelebihan. andai salah itu pada
sedar dan telah menyaksi ku sendiri makna
kebenaran itu. tapi harap itu harus ada, bahwa
itu merupakan sifat-Nya yang tak layak kita
sisih dan pandang mudah. kerna kebesaran hanya
buat Dia. layak Dia pada segala yang telah termaktub
pada kalam. moga harap itu akan ku selalu
dalam petunjuk, dan tidak akhir hayat selain
dalam pelukan iman yang payah ia biar jadi debu,
dan moga penawar itu capai ku pada hikmah makna
nya. ya sesekali, semua dengan izin dari-Nya.


***
Read more

06 Ogos 2010

Saat yang terindah

0 comments
andai dapat ku sekali ini temui akan saat indah
yang amat ku dambakan dalam hati. maka akan
berkejaran ku akannya. tanpa henti dan kenal lelah
penat itu akan sesekali bisa diri terlunjur tapi enggan
mengalah. kerana ini detik yang dinanti maka bara
azam itu harus ku semarak sampai capai ia hangat
pada yang berpenghujung walau itu hanya baranya.
maka pada tadah tangan ku hulur dan bicara itu
sayup dalam hati yang kini sedar, bahwa berjawab
sentiasa walau kelihatan tidak pada zahir mata, tapi
Yang Maha Kuasa bisa buat apa saja kehendak-Nya.
maka pada jawapan berbalas maka hendak ia milik
-Nya kemahuan itu. tapi segala yang pasti insan hamba
mesti peluang direbut sampai masanya untuk dua
itu berkemundang. kerna itulah tangunggannya. saat
itu berlalu sudah maka tampak ia sangat laju berlalu
maka hadir kali ini diharap, manfaat selanjut maka
itulah peluang yang diberi. kerana sesungguhnya lebih
luas rahmat-Nya tambah ini bulan mulia. maka diri
meminta agar sedar itu bisa kuat diri dalam kehendak
untuk mengerja amal, dan pinda dituju semestinya
hanya untuk-Nya. kerana rugi tidak segala kiranya
lurus pada arah itu serong ia bukan pada tempatnya.
maka pabila si laknat digari, maka peperangan bermula
buat kita menawan dan menghambakan hawa yang
barang kita telah tewas akannya pada tempoh yang sudah.
maka saat yang sayup umpama embun di keheningan,
sudah bisa harus kita kuasai apa yang semestinya.
kerna raja tidak enggan mengalah selain bila dia dalam
kelemasan. kerna lemah diri maka harap itu ku letak
tinggi agar bisa capai takluk diri yang selama ini
kehayungan dalam celaru diri pada gelap lautan yang
dalam. kerna azam itu semarak ini maka ku laungkan
buat gema dalam fikiran yang evolusi itu letaknya
pada kemampuan pada kita mengoreksi lalu bawa
ke haluan yang megah ia bukan pada si pelupa, dan bukan
buat si angkuh. kerna siapa yang diberi hormat melangit
pada barakah yang semesta itu luasnya, maka tunduk
harus dia lagi bersujud pada Yang Satu menadah redha-Nya.

andai harus dapat ku jadikan ini saat yang terindah... Ameen.


***
Read more

21 Julai 2010

Penyaksian

0 comments
maka pabila lidah insan
itu basah ia pada bukan tempatnya.
maka akan kedapatan
ribut hingar kekalutan pada
kecelaruan yang bawa
masalah pada tadbir
alam yang saksama.

jadi masakan!
telah diberitakan dalam kalam,
yang penyaksian takkan
dibiar tanpa ujian,
dan si penguji hanya bagi
layak buatnya Si Pencipta.
apa madah ujian buat insan?
maka si Khaliq itu sendiri berkuasa,
tapi telah dimaklumi
kita yang beban ujian
ditanggung setara laratnya
si pemikul.
maka pujian bagi Yang Maha Pengasih.
tidak menzalimi,
malah insan sendiri yang sering alpa
pada realiti masa
yang merentasi.

maka cukupkah hanya penyaksian!
tidak tahu malah
kubiarkan segala persoalan
tanpa jawapan.

tapi tahu penyaksian dibawa
bersamanya kewajipan.
larat pikul yang wajip
sudah pasti buat yang bersaksi.
maka kelebihan,
sudah tentu buat mereka
yang melebih pada perbuatan,
melayari batas kewajipan.

setiap kita adalah ujian bagi yang lain,
sudah semesti sedar kita
maka jalan pulang
hanyalah kepada Yang Maha Agung.
maka jangan disoal berlebihan,
dan taksub pada tujuan.
kelak sesat kita,
dan bahana laknat akan
datang menerpa
sekian masa.

mari menuju pada
redha Yang Satu,
tidak saling bercakaran,
sudah semesti layaknya
kita berlumba berkejaran.
lebih melebihi dalam amal.
kerna yang bermanafaat
bukan buat tahu ia pada insan.
tapi hanya harap ketahuan
ia pada Yang Maha Mengetahui.



***
Read more

18 Julai 2010

Keindahan

0 comments
pada lubuk jiwa yang sunyi,
ku saksikan suara-suara
yang berkumandang,
sayu ia pada celahan
dedaun yang bersorak riang.
alangkah indah,
suara bisikan alam,
yang melabuh
pada zikir-zikir yang lunak.
agung itu hanya buat
Yang Satu,
Pemilik buana.

maka sekian kali,
maka hati berbicara,
kenang diri ini insan alpa,
terjerumus maka
bergelumang dengan dosa
pada kehendak upaya.
apakah ini insan murni
yang bersaksi?

oh diri yang hina,
apakah bisa kau terpesona,
pada sayu mata yang menyaksi,
pada keindahan setiap rupa.
tidak malah itu
hanya gambaran palsu yang menipu.
terpedaya kau pada
renungan yang menusuk.
apakah ini yang kau cari?

wahai diri,
bisa tunduk kau kerna
itu adalah kemulian.
pada setiap sapaan
jangan terlepas pandang.
mulia insan terletak pada hati.
dan belum tentu itu sempurna
maka setiap kebaikan
dimaklumi oleh si Pencipta.

maka harus sedar
yang kau tak punya banyak lagi masa.
setiap detik maka panggilan itu sentiasa
memanggil.
maka hadir engkau
itu tiada siapa menyangka.
kerna itu bukan pengetahuan
sesiapa melain Yang Berkuasa.
dan tiada siapa harus
mengambilnya sebelum tiba masa.

oh tersentuh ku pada keindahan.
tapi masakan mengerti kerna
miliku indera yang buta.
maka mendung hati
gelap pada alur2 dosa
masakan dengar lagi,
gema puji-pujian berkumandang.

pada sayu jernih ketenangan,
ku memohon,
agar bisa dirawat barah diri,
yang enggan pulang pada fitrah.
terimalah.
maka jemput kita sekalian
sekian kali pada bulan rahmah.
berimarahlah!


***
Read more

17 Julai 2010

Mengerti ku tidak

0 comments
kerna yang depan bukan milik sendiri,
dan tiada ku pengetahuan pasti.

langkah ini terus,
walau tidak ku mengerti,
habis upaya mengejar yang mana.

maka silap yang lampau,
buat kejap mata terbuka,
maka palsu itu jawapan
tidak sebenar kerna
tahu Dia segalanya.

maka hati siapa yang berpenyakit,
akan tambah Dia penyakit.

kerna mukmin itu,
harap dia,
lurus dia,
tuju dia,
menurut jalan yang satu.

maka tipu dia
tidak malah hanya menipu
dirinya sendiri.

maka amal yang diterima,
hanya itu bekalan yang pasti.
terlunjur ku pada jalan mati,
maka harap bulan kemulian
yang bakal menyinari,
akan terus tadah hati
ini dengan makna iman.

dan ku berusaha,
mengejar apa yang hilang,
satu perasaan yang dulu
terlepas pandang.
dan kini terus ku merayu
agar dia datang kembali dalam diri.
itu suatu keistimewaan,
maka itu buah ketenangan.
tak bisa dibeli,
dan tak usah dicari.
ia dalam dirimu sendiri.
hanya perlu tinggal dibaja,
maka akan subur ia tumbuh
melangit.
ku merenung tinggi...


***
Read more

06 Februari 2010

Ku cuba Sedaya Termampu

0 comments
kerna lemah diri tak punya kehendak
yang kuat atas dasar percaya,
maka harap tatih ku melangkah
padanya agar terus semampu mungkin
bertambah amal yang jelas segala asbabnya.
kerna yang satu.
ya, selamanya.

Read more

14 Disember 2009

Makna

0 comments
maka garapan ini hendaknya lembut pada madah yang ingin disampainya,
kira sukar itu berlaku pada kadarnya,
maka harap pinta hulur kudus kemaafan diterima sewajarnya.

maka laluan itu sudah sukar kita teentu sendirinya,
kerna perjalanan itu kabut yang gerak ia semahunya,
kadang luar kawalan,
kadang terlanjur bukan pada tempatnya.
dan kalau semahu penuhi segala kehendak diri,
semestinya maut itu bertemu mati tak sudah,
tapi itu bukan kisahnya.

kerna jauh kejadian depan yang bukan kita pemilik pengetahuan itu.
maka ingat aku pada endah kekadang tidak pada 'zikir',
buat peringatan yang sering saja lalu ia pada semua indera.
kita sendiri yang melaluinya.
ya, setiap masa tanpa menyedarinya...

ohhh, andai keindahan itu usaha diri memilikinya,
dan dari hujung ke hujung celahan awan itu
buat ubat segala luka yang timbul atas keru diri tak perit
malah enggan saja tepi ia pada lembut hati yang menyapa.
masakan.
kerna keindahan itu suatu yang sementara andai pengetahuan
tak bisa capai ia kehendak yang semestinya.
tepat pada setiap deruan yang membawa
kisah datang pergi ke sana.
ohhh, enaknya.
gemar pada suatu yang tidak dimiliki
malah selamanya bukan diri layak buat menjadi penjaganya.

buat cita ini yang selalu membakar,
buat perjalanan ini yang tak berpenghujung,
buat tamat segalanya agar diri bertambah faham.
segalanya, masakan ku merasai
dan selamanya diri menghargai.



***
Read more

09 Disember 2009

Debaran itu...

0 comments
Rasa...andai itu maknanya,
maka takkan terjawab sehingga akhirnya.
pada hujung kata simpan pada madah,
maka tuju itu tak bisa sampai hingga tamatnya,
jadi takkan ku biar lagi debaran itu menguasai,
ingauan ngeri pada yang tak endah,
jauh buat mengerti,
tidak pada membenci.
kerna selindung itu suatu yang hargai ia,
tak berbolak bahagi lagi,
tapi andai kusut jalan ia pada sempit laluan,
maka hendaknya dingin ini yang berkumandang
sehingga ke penghujung.
agar dapat kawal ia.
agar terus kuasai ia.
kerna diam tidak lagi cukup
malah selindung tidak pula hanya membisu.
kerna tiada lagi...
kerna tak bisa tunjuk lagi...
dan dakap ia dalam sendu menekap.
kerna kosong itu selamanya...
ya buat selamanya.
moga terisi jika tidak dapat menguasai.
semoga hibernasi bukan
jawapan pada suatu yang luar kemampuan.
tapi kerna dingin jua bukan alamat
salju itu buat ubah sejuk linangan.


***
Read more

29 November 2009

Ini Bukan Masa Menangisi

0 comments
andai kata hidup tak punya usia,
maka bicara ini tak bisa keluar
dari lidah yang rasanya tak bisa kelu,
tapi malah akan terus diam.
kerna saksi itu payah yang sangat.
dan dari kejauhan cuma memahami
derita alami orang yang membawa sinar
sampai ke hati.
ya, masakan mengerti lagi apa erti
air mata yang mengalir tak bisa
bayar pedih yang menyucuk dalam jiwa.
kerna kau yang mengalami dahulu.
itu sudah pasti.
tapi masakan,
jika tidak begitu,
mungkin sukar kau berkata:
"kami redha kepadaMu,
dan Aku reda kepada kamu".
gelaran termulia,
angkatan darjat tertinggi.
moga aku turut sama meraihnya.
Insyaallah!
Read more

19 November 2009

Kabur kabus...

0 comments
Harap ini hari yang pasti ku ingat.
Walau diri yang lembut kau simpan,
harap tunjuk kasar tak bisa
hilang hati terbentuk buat detik
yang manisnya sangat diri cita.

Batasan itu sudah tetap
dan tak bisa kau sentuh,
walau andai lebih kekadang sukar
kawal kau suatu yang liar,
atau mungkin kerna kurang didikan.
perlu teguh dan lurus lagi hendaknya...

Wahai diri yang bimbang kau
pada serong perjalanan panjang.
kerna hujungnya belum tiba,
malah tahu tidak bila sampainya.
Andai tahu kau erti manis,
pasti tak bisa lagi kau cerita,
atau berduka andai kau suka.
jadi, mana pilihan,
sedang telah pilih,
dan berkata selalu kau dalam
suara hati yang kecil.
permintaan ini rasanya,
tak payah,
jangan mengalah,
diri yang susah.

***

Wahai tuju yang dinanti,
harap enggan lagi kau kembali,
sedang pintu itu telah jelas terbuka.
ingat kau detik ini
andai pelajaran tagih kau
buat bermakna sebagai bekal.
wahai tuju yang dinanti,
harap belenggu ini,
bisa terus ku gerak pada
hala yang aku sangat suka.
wahai tuju yang arahku padanya,
harap tidak terlupa,
destinasi bukan ukuran,
malah detik perjalanan itu yang
akan disoal.
dan tidak kabur pada asbab,
malah andai hilang dia,
akan terus jua harap
tuju yang kau dambakan.
Read more

12 November 2009

Wahai !

0 comments
Wahai kau yang lebih mengerti,
maka rencana kali ini
sudah pasti dapat buat diri
pusing pening pada maknanya.
tahu bukan malah
tidak ingin lagi
mula satu yang sudah ingin tamat
akan ia, dalam titisan
kenangan yang berlalu.
maka permainan ini ku dapati
tiada noktah.
maka sudah pasti kucuba sedaya
masih belum utuh teguh,
pendirian jika masih diri
uji dia dalam kepayahan
yang tidak tahu mana datangnya.
bukan merintih malah cuba
sedaya buang itu dari sikap
yang perlu dibina kuatnya.
tapi kerna kau namakan,
inilah buah pengajaran,
pada erti yang sebenar,
jika aku ingin bermain dengannya.
ya, besar dalam madah yang telah
bersedia,
tapi cuma kuharap bukan lagi,
mainan perasaan kau mainkan,
kerna itu bisa saja
buat semua terseksa,
walau kau katakan aku,
orang yang mudah sembuh darinya.
tolong, ini permintaan
yang kuharap dikau tunaikan.
kerna ukuran matang itu rapuh
malah mungkin payah.
maka pengajaran harus perlu
berjalan walau kurasa payah.
susah.letih. kerna kau yang mengingatkan.

semoga hidayah itu terus mekar,
pada subur butiran hujan,
yang sejuknya menyegarkan pandangan,
dan turun ia dalam ukuran
yang tak bisa kita tahu dimana
nisbah timbangnya yang sempurna,
buat rata pada yang merasa.
Maha Suci Engkau yang menurunkan
buat pengajaran,
buat peringatan,
buat yang mengetahui,
dan buat yang mengambil teladan.
Read more